Anak akan meninggalkan ibu dan ayahnya.dalam arti sebuah kemandiiran. Kemandirian untuk mengambil keputusan bersama pasangannya. Kemandirian untuk membiayai hidup rumah tanggahnya. Kemandirian untuk mengelola kehidupan rumah tangganya. Kemandirian untuk mendidik anak-anaknya. Orangtua sebenarnya sedang dalam masa menuai hasil didikan yang telah ia berikan selama ini, kini akan berjalan berdasarkan segala didikan yang telah ia dapat. Tangan orangtua telah melepas dan mempercayai bahwa kehidupan akan membentuk dan membimbing dia menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri.
Peran orangtua dalam menolong anaknya untuk dapat mencapai kemandirian untuk menikah:
- Selalu menekankah kepada anak tentang tujuan pernikahan yang suci dan sakral.
- Memilih pasangan yang seimbang dan seiman.
- Apakah pada saat pacaran hubungan itu dilandasi oleh dua cinta yang sama? Jangan sampai satu sangat mencintai dan yang satu sangat bergantung kepada pasangannya. Tidak seimbang.
- Bersedia menikmati waktu luang bersama? Memang tidak ada pasangan yang mempunyai hobby atau keinginan yang sama. Tetapi apakah yang satu dapat memulai kebersamaan dan mencocokkan diri dalam perbedaan dan saling menghargai.
- Apakah teman kita dapat diterima oleh pasangan kita dan sebaliknya.
- Nilai moral: menjadi nilai yang paling esensial atau poros dari semua yang ada.
- Dapat menghargai menerima dan menghargai keluarga masing-masing.
- Perbedaan ekonomi yang mencolok
- Apakah dapat menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Konsep bahwa hubungan yang sehat adalah hubungan yang bebas dari pertengkaran. Hubungan yang sehat bukanlah hubungan yang bebas dari pertengkaran, dan juga bukan yang sarat dengan pertengkaran. Keduanya tidak sehat. Indikasi hubungan sehat adalah kadang-kadang ada pertengkaran, tapi pasti bisa diselesaikan. Kuncinya adalah justru bisa diselesaikan bersama-sama, dituntaskan dengan pengampunan dan penerimaan.





