Loading

Slide Bar

Share

SENYUM KEBAHAGIAAN ANDA

 Tulisan ini dikuti dari Kompas Akhir Pekan, Gaya Hidup:

Ada magnet besar di balik senyum si kecil Sebuah ungkapan pun berkata, hal terindah di dunia adalah ketika melihat buah hati tersenyum.  Hal selanjutnya yang tak kalah membuncahkan hati adalah kala mengetahui bunda sebagai alasan di balik senyum merekah itu.

Demikian dahsyatnya dampat sebuah senyuman terpampang di laman mesin pencari Google. Tak hanya bersifat personal, Bunda Tehresa dari India mengingatkan dengan ujarannya peace begins with a smile dan senyuman bermuara pada kenyamana setiap pribadi.

Persoalannya, kemampuan komunikasi verbal manusia tak serta-merta hadiri seturut hari kelahiran. Bukan perkara mudah mengetahui apa yang diinginkan bayi ketika ia menangis, merasa tidak nyaman, atau terganggu. Pun halnya ketika merasakan ketidaknyamanan oleh iritasi akibat popok yang tidak tepat.

Popok Modern
Penggunaan jenis popok yang tepat menjadi hal yang kruisial bagi kenyamanan bayi. Saat ini, banyak orangtua menggunakan popok sekali pakai demi kepraktisan. Pasalnya, tidak perlu sering-sering mencuci, anak juga tidak mudah rewel.  Popok sekali pakai yang diciptakan pertama kali pada 1948 pun kian populer di tengah masyarakat Indonesia, yang dari tahun ke tahun penetrasi pasarnya terus meningkat. Popok sekali pakai ini biasanya digunakan hingga anak sudah belajar menggunakan toilet.

Namun, penggunaan popok sekali pakai ini kerap kali hanya fokus pada sisi kenyamanan orangtua atau pengasuh. Sementara itu, cara penggunaan dan kedetilan memilih popok sekali pakai yang tepat belum menjadi prioritas demi kenyamanan bayi.
Ada yang selama sehari, hanya mengganti 3-4 kali. Responden yang mewakili 43 persen dari total pemakai menemukan adanya masalah iritasi kulit di bagian selangkangan bayi, pinggang bayi, dan pantat bayi . Kondisi ini dianggap lumrah. Solusi yang diambil, sebelum pakai popok, mengolesi krim, bedak, atau minyak bayi. Kalaupun sampai parah, tidak pakai diapers selama dua hari. Padahal perlakuan ini tidak menuntaskan masalah.

Pasalnay,jenis popok yang digunakan itulah yang menyebabkan iritasi. Survey yang dilakukan Merries pada 2013 itu menjadi bekal untuk mengedukasi  masyarakat luas. Sementara itu, inovasi popok terus dikembangkan untuk mengatasi masalah iritasi ini. Merries yang merupakan popok sekali pakai asal Jepang melakukan riset pengembangan selama tiga tahun untuk dapat menjawab kebutuhan tersebut secara efektif.

Inovasi
Pengembangan tersebut menghasilkan Merries Good Skin yang dirancang khusus sesuai untuk kulit bayi Indonesia yang cenderung iritasi dan muali didistribusikan secara luas pada 1 Oktober. Merries menjawab tantangan kesehatan kulit dan kenyaman banyi dengan memperhatikan tingkat kelembutan bahan, daya serap, dan sirkulasi udara, yang juga menjadi penentu kualitas popok.

Kelembutan material didikung dengan tidak digunakannya sistem hot melt, tetapi menggunakan pemanas. Dengan demikian karet pada bagian pinggang dan pantat bayi lebih lentur serta fleksibel. Bayi juga merasa lebih nyaman karena karet tidak terasa terlalu kencang dan membekas di kulit. Hal ini dapat mencegah terjadinya iritasi pada kulit.Sementara itu lapisan permukaan popok juga terasa lembut dan halus saat bersentuhan dengan kulit.

Daya serap juga menjadi perhatian dengan lebih menekankan pada kecepatan menyerap, bukan semata-mata daya tampung. Merries mampu menyerap cairan dengan cepat dan tidak kembali lagi ke permukaan. yang bila terkena kulit bayi dapat menyebabkan iritasi. Sebaliknya, permukaan lapisan popok akan terasa tetap kering. Popok sekali pakai ini dirancang tidak terlalu tebal, sehingga lebih nyaman dan tidak mengganggu saat berjalan.

Inovasi teknologi meningkatkan tingkat kenyamana. Ibarat efek domino, kenyamanan si kecil berimbas langsung terhadap kebahagiaan dan kehangatan dalam keluarga. Senyuman mampu menerahkan hari.

Sumber : Kompas akhir Pekan Gaya hidup

TIPS BAGI ANAK YANG SULIT MAKAN

wwww.konsultankolesterol.com


 Beberapa keponakan saya yang memiliki balita, sering mengeluh kepada saya:  “Tante bagaimana nih Icha (anak wanitanya),  ngambek tak mau makan”.    Ceritanya berlanjut, saya sudah mengatasinya dengan berbagai cara loh, tante.  Sebagai contoh, saya telah bawa dia ke restoran yang dia sukai.  Saya suruh dia pilih menu kesukaannya.   Memang saat itu, makannya semangat sekali.    Tapi khan saya bisa bangkrut  jika tiap kali harus masuk ke restoran untuk makan siang, malam tiap hari”, imbuhnya.

            Keluhan tetangga saya,  memiliki seorang balita, lelaki,  Boy berusia 4 tahun.   Bahkan susternya sampai membawa makanan itu ke luar rumah.    Sambil memberikan makan di jalan, Boy mengelilingi kompleks dengan sepedanya.  Setelah makanan habis, barulah mereka pulang ke rumah.

            Teman saya juga jengkel dengan cucunya.  Ketika makanan sudah disuapkan ke mulut si Dera,  makanan itu sama sekali tak dikunyah, tetapi diemut atau didiamkan saja.   Dengan dibujuk akan diajak pergi ke mall, jika selesai makan, dia tetap saja tak bergeming.  Makannya dapat berjam-jam.

            Akhir-akhir ini, banyak masalah mengenai susahnya menghadapi anak balita yang tak mau makan.   Padahal pemerintah sendiri sudah mencanangkan Pekan Sarapan nasional atau disingkat menjadi Pesan.   Pentingnya sarapan bagi anak-anak untuk menyeimbangkan gizi dalam tubuh kita.Apabila anak susah makan, kita tentunya harus mencari solusi  dalam mencari makanan favorit anak. 

Berikut ini adalah tips pintar untuk mengatasi susah makan bagi anak anda:
  1. Mengajak anak dengan pendekatan yang sangat baik tanpa paksaan. Menggunakan suara lembuat dan menjelaskan artinya makan untuknya.
  2. Membiarkan anak makan sendiri.  Apabila sudah dapat memegang sendok sendiri, berikan anak makanan yang dapat dipegang atau mudah untuk menyuap sendiri.  Lebih nyaman bagi anak jika diberikan high chair atau kursi khusus anak.
  3. Mengajak anak terlibat dalam cerita, pembicaraan yang dapat dinikmatinya di meja makan.
  4. Melibatkan anak menyiapkan makannya sendiri.  Biasanya anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.  Oleh karena itu dia akan lebih antusias menikmati makanan.
  5. Memberikan variasi makanan, hindari makanan dengan menu yang sama. Dengan bervariasi makanan, menghindarkan anak dari kekurangan zat giti tertentu dan menjadikan anak mengenal beragama makanan, anak tak menyukai satu atau dua jenis makanan saja.
  6. Menyajikan makanan semenarik mungkin, baik dalam bentuk tekstur,rasa, warna.  Gunakan perlengkapan makan dengan bentuk dan warna yang menarik serta berlabel food gradesehingga aman dan tak mencemari makanan bayi.
  7. Memberikan kesempatan anak memilih menu yang disukai. Mengganti dengan yang lain jika ia tak menyukai makanan.   Patut diingat pilihan makanan yang disukainya harus mengandung gizi seimbang.
  8. Makanlah bersama keluarga sesering mungkin. Anak akan melihat orangtuanya makan makanan sehat dan menikmati makanannya sehingga ia mendapat contoh pola makan yang baik dan sehat. Keakraban keluarga juga membuat anak merasa disayangi oleh orangtuanya dan nafsu makannya akan meningkat
  9. Bagi ibu bekerja, pagi hari sungguh hectic. Bersiap diri untuk pergi ke kantor sekaligus menyiapkan segala keperluan suami dan anak, termasuk menyiapkan sarapan. Buatlah makanan sehat  dalam waktu 15 menit karena semua bahan-bahan telah disiapkan satu hari sebelumnya. Selain mudah dan cepat, nilai gizi seperti karbohidrat, protein hewani yang baik untuk pertumbuhan dan produktivitas, protein nabati dan kalsium yang baik untuk tulang dan gigi pun terpenuhi. Yang lebih spesial lagi, aneka sarapan ini menggunakan Honey Mustard. Bukan hanya melengkapi gizi bagi anak-anak Anda, namun juga lebih nikmat.
  10. Dan tak kalah penting, perkembangan otak melalui Seven Seas yang mengandung berbagai macam multi vitamin dari DHA,EP hingga vitamin A, D.
Jadilah pelopor orangtua yang punya solusi cara mengatasi anak susah makan, memberikan kebutuhan nutrisi, gizi dan stimulasi yang seimbang, jangan lupa  Seven Seas



Sumber referensi:   Dono Baswardono's Parenting

DISIPLIN TANPA TERIAKAN ATAU PUKULAN



Apa sebenarnya arti disiplin? Disiplin berarti konsisten untuk melakukan sesuatu tepat pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini telah digunakan dalam penelitian untuk mengurangi adu kekuatan antara orang tua dan anak.

Ada 9 hal untuk dapat mendisiplinkan anak:
l. Bangun pada malam hari
2. Bermain dengan makanan
3. Merengek
4. Membantah
5. Mengatai
6. Menggangu
7. Perlaku agresif
9. Merusak barang milik orang lain atau mengambil barang

Dari 9 hal diatas , saya tertarik kepada hal merengek, perilaku agresif, membantah.
Jika semua kebutuhan anak telah terpenuh. Sebenarnya tidak ada alasan anak anak untuk merengek sesuatu. Jadi walaupun sulit jalan keluar nya adalah dengan mengabaikan rengekan anak anda karena itu berarti anda membantu menghentikan rengeken.
  1. Pujilah perbuatan baik anak dan usaha-usaha agar dia tidak merengek
  2. Penuhi semua kebutuhan seperti makanan, mandi, pakaian, cuckup tidur, pelukan sehingga tidak ada alsan untuk satu rengekan krn kurangnya kebutuhan.
  1. Jelaskan arti rengekan
  2. Jelaskan cara bagaimana menginginkan sesuatu tanpa rengekan . Contoh ibu tidak akan berikan jus jika kamu tidak meminta dengan manis.
  3. Jika belum dapat bicara, jelaskan dengan gerakan
  4. Sediakan tempat untuk merengek/menangis
  5. Jangan pedulikan rengekan
  6. Tunjukkan/jelaskan saat tidak merengek
  1. Jangan mengalah pada anak yang merengek
  2. Anda tidak boleh merengek
  3. Jangan marah kepada anak anda karena dia masih marah kepada anda
  4. Jangan mencoba menghukum anak anda karena ia menangis/mengerek
Tunjukkan dan katakan dengan singkat apa yang boleh dilakukan terhadap orang lain dan barang mainnya (tidak boleh memukul, menggigit), serta apa yang boleh dilakukan.
Lakukan peraturan dengan tegas dan konsisten. Jika perilaku agresif merupakan ciri tetap permainan pergaulan sehari dan mengganggu, mintalah pertolongan ahili untuk menyelidiki apa yang dibalik kemarahan dan frustrasi anak.

  1. Awasi permainan dengan ketat. Awasi dan perhatikan agar perilaku agresif teman tidak menimbulkan cidera.
  2. Jangan ajarkan/memberi contoh perilaku agresif.
  3. Tunjukan akibat dari mengigit dan nakal ketika anda melihat orang lain berbuat serupaB
Memecahkan masalah: Yang harus Dilakukan
  1. Katakan kepada anak anda apa yang dilakukan selain memukul
  2. Puji anak jika ia bersahabat
  3. Gunakan teguran
  4. Lupakan peristiwa jika sudah berlalu
Yang tidak Boleh dilakukan
  1. Jangan bersikat agresif untuk menghentikan agresif
  2. Jangan marah ketika anak anda marah
Ketika anak yang manis berubah menjadi pembantah yang kasar, anda perlu mendengarkan dan membatasi kesempatan anak anda untuk mendengarkan kata kata yang tidak menyenangkan.

  1. Berbicara kepada anak anda dengan cara seperti yang anda inginkan dari anak anda bila ia bicara kepada anda.
  2. Jelaskan apakah bantahan itu secara rational.
  3. Amati perkataan teman anda, media masa, perkataan anda sendiri (cermin dari anak anda)
  1. Suruh anak anda mengucakan kata kata bantahan secara berulang ulang hingga lelah.
  2. Jangan pedulikan bantahan anak anda
  3. Pujilah perkataan yang baik
  1. Jangan membantah kembali anak anda jika ia membantah anda
  2. Jangan ajarkan anak anda untuk membantah
  3. Jangan beri hukuman berat untuk sebuah bantahan

KETELADANAN ORANGTUA KURANG: "ORANGTUA BANTU STOP KEKERASAN ANAK"


"It’s easy to respond to your child's aggression with yelling or anger, but remember, your child is looking to you for cues on how to control his impulses and have good behavior."


Berita yang mengejutkan datangnya dari  Bukittinggi. Seorang siswi yang dikroyok oleh teman-temannya setelah melakukan “bullying” atau mengolok.

Videonya segera beredar di seluruh antero Indonesia.  Apakah manfaat untuk mengedarkan video kekerasan?  Justru akan membangkitkan tiruan bagi anak-anak yang menonton.
Semangat untuk memerangi kekerasan anak di sekolah, baik itu kekerasan berbentuk phisik, psikis maupun sexual  harus segera diakhiri.  Jika tidak, maka gunung es ini akan segera mencair dan membentuk korban-korban baru yang bergelimpangan.

Apa bentuk kekerasan Phisik?
  • Memukul
  • Menendang
  • Merajam
  • Mencubit


Apa bentuk kekerasan psikis?
  • Mengejek, mengolok-olok
  • Merendahkan teman/orang lain
  • Mengisolasi

Apa bentuk kekerasan sexual?
  • Mengajak berbuat “sex”
  • Merayu untuk selanjutnya ke perbuatan “sex”
  • Berbagai macam kelainan bentuk sex 

Siapa saja yang terlibat dalam melindungi anak dari kekerasan?
  • Keluarga
  • Sekolah/Pendidik/Guru
  • Lingkungan

Dalam lingkup yang paling kecil yaitu Keluarga adalah pelindung anak dari kekerasan.  Alasannya adalah sejak awal anak dididik di keluarga.  Oleh karena itu, sebagai orangtua penting sekali mengawal pendidikan anak tanpa adanya kekerasan. Dimulai dengan hubungan ayah, ibu yang harmonis.  Jika dalam keluarga terdapat KDRT, anak akan mengalami trauma yang membawanya ke dalam “persepsi kekerasan”.
Dengan keharmonisan keluarga, maka ibu yang memiliki peran penting dan besar dalam mendidik anak sejak kecil sebaiknya tak memperkenalkan  media atau game yang banyak menawarkan kekerasan.

Bagaimana pengaruh game terhadap kekerasan anak?


Studi  yang telah dilakukan oleh Assosiasi  Psikolog Amerika membuktikan bahwa  lirik yang keras dan hasil menonton game yang  ternyata membawa dampak agresifitas pikiran dan perasaan anak.Serangkaian test diberikan kepada beberapa anak untuk mendengar dan melihat lirik dan video game.  Hasil temuannya adalah sebagai berikut:

  • Video kekerasan membawa anak lebih agresif dalam kelakukan maupun perkataan.
  • Lagu-lagu kekerasan menimbulkan perasaan permusuhan walaupun tanpa ancaman.
  • Lagu-lagu humor kekerasan menimbulkan pikiran permusuhan.

Pada awalnya, anak yang berusia 18 bulan hingga 2 tahun, sulit untuk mengkomunikasikan kebutuhannya kepada orangtua atau kepada orang terdekatnya atau bahkan kepada temannya. Kelakuan yang negatif adalah salah satu cara yang dipilihnya untuk mengungkapkan kebutuhannya.  Untuk anak yang usianya lebih tua, 3-6 tahun,  kelakuan yang negatif dan agresifitasnya adalah cara untuk mengkomunikasikan ketika mereka menghadapi situasi yang sulit.

Penyebab dari kelakuan agresif itu kemungkinan adalah berikut ini:
  • Mempertahankan diri sendiri
  • Stres
  • Kurangnya pekerjaan rutin 
  • Frustrasi atau kemarahan
  • Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik
  • Stimulasi yang sangat berlebihan
  • Kelelahan
  • Kurang pengawasan
  • Meniru agresifitas dari temannya
Suatu hal yang perlu dimulai adalah awasi anak anda untuk melihat ciri dari salah situasi yang menyebabkan dia berlaku agresif.  Pelajari sebanyak mungkin faktor-faktor tentang tindakan agresif.

Berikut ini adalah ringkasan bagaimana anda sebagai orangtua dapat membantu anak  dalam agresi/serangan dan agar mereka menyadarinya  untuk tenang atau mencari cara alternatif untuk menyelesaikannya.  Jika mereka tidak menyelesaikannya dengan baik, maka berikan perintah agar menstop agresinya.  Setiap perbuatan ada konsekuensi, baik perbuatan baik maupun buruk.Bantulah anak untuk menentukan pilihan yang terbaik baginya, juga ketika mereka bersama temannya.   Apabila anda telah menjelaskan secara mendetail alasan mengapa anak anda bertindak agresif, saatnya anda untuk intervensi.

Saatnya turun tangan dan Stop
Saat dia berbuat agresif, segara anda turun tangan  dan mengeluarkannya dari situasi .  Jangan terlalu memberikan perhatian kepadanya.  Hal ini dimaksudkan agar dia mengerti bahwa anda  tidak memberikan fokus kepada kelakuannya yang jelek.  Perhatian yang terlalu banyak akan membuat masalah berubah menjadi “pembicaraan”. Anak anda mungkin tak menyukai penjelasan yang panjang lebar mengenai  kelakuannya yang jelek.  Statement sederhana yang perlu ditekankan untuk kelakuan yang jelek adalah “Jangan memukul”, dengan demikian pandangan anda kepada korban jauh lebih baik.  Jangan sekali-kali berteriak kepada anak anda untuk memberikan perhatian kepada korban. Paksakan anak untuk minta maaf kepada korban. Jika anak anda anda belum dapat juga tenang, pindahkan dari tempat kejadian.  Bawa ke tempat yang lain. Setelah dia selesaikan dirinya sendiri untuk tenang, dan siap untuk bicara, barulah berbicara. Hal ini salah cara bagi anak anda untuk mengetahui bahwa dia harus tenang dahulu, setelah itu tanggung jawabnya untuk dia berbicara dan berlaku sepantasnya .

Turunkan nada suara Anda – Jangan naikkan:
Sebagai orangtua, kami butuh memperlihatkan  “self-control” dan menggunakan kata bijak jika kita ingin anak kita berbuat yang sama.   Sangat mudah untuk berteriak atau marah, tapi ingatlah bahwa anak anda melihat anda sebagai teladan bagaimana mengontrol dorongan hati atau kekesalan dan mampu melakukan dengan baik.  Kemungkinan sangat memalukan memiliki anak yang mempunyai perbuatan tidak baik, tetapi inglah bahwa anak-anak ini masih dalam “taraf navigasi” menuju ke lingkaran sosial.  Beberapa anak mengalami kesulitan untuk tidak berbuat “over-react” atau menujukan kepribadiannya.

Tehnik yang sangat berhasil bagi beberapa anak adalah dengan merubah volume dan nada suara anda.  Anda dapat berhasil membantu anak anda tenang dengan menurunkan nada suara ketika menghadapi korban anak anda juga.  Jika anda anda tidak dapat juga tenang, sebelum membantu temannya, katakan dengan tenang:  “Saya ingin kamu (anak anda) tenang sekarang ini!” Saya akan membantu Johan (temannya yang jadi korban).  Setelah selesai, barulah kamu boleh berteriak!”   Untuk beberapa anak hal ini dapat berhasil dan setelah mereka dapat tenang, segera anda merasa bebas dan berikan pujian kepadanya:  “Terima kasih kamu telah berhasil tenang.  Kita tak boleh mencubit.  Cubitan akan melukainya dan membuatnya sedih.”  Ulangi kata-kata “Kamu tidak boleh mencubit”.  Beritahukan kepadanya konsekuensi jika ia tidak tenang, anda akan meningalkannnya.  Tenang dan tinggalkan dia jika ia “tantrum”.  Kebanyakan anak-anak tidak akan melanjutkan perbuatannya jika tidak ada  lagi penonton atau orang yang dapat melihatnya.

Latihlah cara-cara untuk meredakan kemarahan anak anda
Bagi anak-anak berusia 3-7, bantulah anak anda untuk mengenali kemarahannya dengan mengatakan :  “Saya paham kamu marah, tetapi  kamu tak perlu memukul.  Tidak ada lagi pukulan.  Anda dapat membantunya  dengan memberikan latihan saat anak anda telah tenang.  Anda dapat berkata :  “Saya marah. Dan  saya tinggalkan ruangan ini.”  Anda juga dapat mengajarkan anak anda  mengurangi kemarahan dengan cara berhitung dari 1 hingga 10, sampai kemarahan anak anda mereda.  Lakukan dengan bernafas dalam-dalam. Bagaimana menggunakan kata :  “Saya benar-benar marah sat ini!”  Semuda metode ini dapat membantuk  kemarahan anak anda berfokus dan ajarkan mereka untuk menyadari mengeal emosinya.    Sebelum anda memasuki situasi sosial yang sulit, pelajari konsekuensi anak anda jika dia tidak dapat mengkontril kemarahannya.  Ajak anadak anda  mengontrolnya.  Katakan kepadanya:  “Saya percaya kamu dapat mengontrol emosimu, namun jika tidak, saya akan meninggalkanmu dan akan kembali setelah kemarahanmu mereda.”   Pastikan bahwa anda melakukan apa yang anda katakan (konsekuen).
Ajarlah kepada anak anda bahwa agresif itu tidak baik, salah!

Pada saat tenang, sangat penting untuk berbicara kepada anak anda tentang agresif.  Dengan suara yang jelas, katakan kepadanya bahwa pemukulan, pencubitan, penendangan dan kelakuan agresif lainnya adalah salah.  Untuk  anak yang lebih muda (18 bulan-2 tahun), dapat dilakukan dengan sangat sederhana. Pegang tangannya dan katakan : “Tidak boleh memukul.  Itu  tidak baik!”  Ingatlah anda dapat mengatakannya berkali-kali menggunakan kata yang sama, hingga anak anda memahaminya.  Anda harus tegas dan konsisten setiap kali menghadapi anak yang agresif.  Anda harus punya rencana tindakan jika konsekuensi dari  agresif ini dilakukan lagi.  Di rumah, dapat diterapkan“time-out” duduk di suatu kursi, jauh dari semua orang dimana anak anda merasa sendirian .  Jika anda berada di luar rumah, pilih tempat yang aman, seperti “time-out di dalam tempat duduk di mobil.  Cara ini menekankan bahwa anak anda keluar dari kesukaannya.  Ini menekankan bahwa anda tidak mentoleransi  agresif  dalam segala bentuknya.
Katakan kepada anak anda “Gunakan kata-katamu”

Berkali-kali anak yang  memiliki tindakan agresif sesungguhnya skill komunikasi yang diperlukan membantunya dalam situasi yang menegangkan.  Untuk anak kecil, pencubitan, pukulan terhadap seseorang sangat mudah.  Sering anak agresif memberikan kesan yang salah bagi anak karena merasa jauh lebih kuat dari temannya.  Anda harus dapat melakukan diplomasi dalam situasi yang sulit.  Bantulah anak anda dengan menjelaskan dan melatih kata-kata mereka. Anda dapat membantu mereka untuk menggantikan sikap agresif dengan berlaku yang dapat diterima oleh masyarakat.
Ajarkan anada anda untuk berkata :  “Tidak!”” kepada temannya bukan sebaliknya berlaku secara agresif.  Sering anak berlaku secara negatif kepada temannya dimana seharusnya dia menegaskan dirinya dengan mengatakan “Tidak” kepada temannya.
Berikan contoh-contoh kalimat ketika anak anda merasa marah dan frustrasi kepada temannya.  Misalnya :  “Ini milik saya”,  “Saya tak menyukai hal itu!”  “Stop”,  “Saya sakit hati”.

Sadarilah  Keterbatasan Anak Anda
Anda harus mengenal lebih jauh dari situasi yang berfluktuasi dan meletakkan anak anda dari aktivitas yang berbeda untuk menghindari konfrontasi agresif.   Jika anak anda menjadi target di suatu  play group, maka hindari anak anda berada di play group.  Jika ada permainan, video game yang membuat dirinya frustrasi, hindari permainan dan video game itu.  Jika anak anda capai, haus, atau terlalu banyak stimulasi, ajaklah aktivitas yang lebih ringan.  Untuk anak yang leibh tua, berbicara secara terbuka dan bekerja sama untuk mendapatkan solusi  dari problem yang akan datang.

Hargai atas usahanya.
Berikan pujian atas kerja keras dan usahanya. Sebagai contoh, ketika anda mengobservasi  anak anda bekerja sama dalam bermain bersama temannya, katakan bahwa anda sangat bangga atas kerja samanya dan selalu usahakan untuk memilih kata yang baik sebagai pengganti dari kata yang kasar yang dapat membuat agresif.  Selalu berusaha untuk memuji pekerjaan dan sikap dan tindakannya yang baik sebagai cara untuk memotivasi anak anda untuk lebih baik lagi di masa datang.

Jangan Lakukan hal-hal berikut ini:
Tidak pernah memukul dan memukul kembali.  Hal ini cara untuk mengajarkan anak anda suatu pelajaran bagaimana menjadi korban dari agresif.  Jika anda berlaku kekanak-kanakan, anda mengajarkan kepada anak anda bahwa agresif  adalah jawaban untuk menyelesaikan konflik.  Meskipun ini sulit, usahakan sekuat anda untuk dalam ketenangan.

Jangan biarkan anak anda melihat kekerasan dalam tontonan televisi atau video games .Seringkali TV dan video menyajikan karakter kekerasan sebagai pahlawan.  Bahkan ada yang membuatnya seolah bahwa kekerasan adalah alat untuk mengakhiri problem.  Pesan ini dapat dihindari dengan stop kebiasaan melihat TV atau video game yang dapat mempengaruhi anak anda.   Anak anda mungkin akan terpengaruh dalam sikapnya yang agresif terhadap temannya. Dengan mengetahui temperemen anak anda dan apa yang membuatnya bertahan tidak bersikap jelek, maka anda dapat membantunya untuk bersikap sebaik mungkin.
Jangan mengambil hati atas sikap anak anda yang tidak baik. Seringkali orangtua frustrasi dan marah ketika anak mereka agresif.  Beberapa kali kita merasa bahwa sikap anak yang tidak baik adalah refleksi dari skil parenting .  Jika kita memiliki anak yang agresif, rubahlah fokus anda dalam membantu mereka untuk mengexpresikan dirinya dengan cara yang lebih