Loading

Slide Bar

Share

Bimbel Beban Orangtua dan Anak



jameseducenter.com


Bagi anak-anak kelas XII, bulan Maret, April, Mei adalah bulan yang sangat membuat stres. Pertama menghadapi ujian sekolah & Nasional. Ditambah dengan akan masuk ke perguruan tinggi setelah kelulusan SMA. Biasanya Bimbel itu diadakan dan diambil sebelum ujian sekolah dan Nasional. Semakin pusinglah anak-anak Kelas XII. Memikirkan bahan dan materi ujian ditambah dengan bimbel yang harus diambil untuk persiapan ke perguruan tinggi. 

Apa sebabnya Bimbel perlu diambil oleh anak?

 Di negara lain selain di Indonesia, tak ada tambahan pelajaran di luar jam sekolah (Amerika Serikat , Australia). Lalu, kenapa anak harus ambil bimbel di luar materi sekolah yang telah diajarkan oleh guru-guru. 

Ternyata setelah diusut banyak anak yang mengambil bimbel karena merasa tidak yakin dengan materi yang diajarkan oleh sekolah/guru di sekolah. Benang kusut dalam pendidikan. Pola pembelajaran di kelas berorientasi tektual karena guru terpaku pada buku ajar. Sementara bimbingan belajar lebih kreatif mengasah kecakapan siswa untuk menjawab soal-soal selesi masuk perguruan tinggi. 

Salah seorang dari Dewan Pendidikan DKI menjelaskan bahwa guru sangat terpaku pada materi di dalam buku pelajaran. Apabila sudah selesai satu bab, mereka harus melanjutkan bab yang lain, ini berdasarkan target waktu yang ditentukan di dalam buku teks. Ini pula menjadi penyebab siswa selain belajar bimbel ada yang ambil extra les materi pelajaran karena merasa belum paham, sudah disodori lagi berbagai soal untuk pekerjaan rumah. Mereka kebingungan untuk mengerjakan dan mencari pertolongan dengan lewat les . 

Sementara bimbel adalah sebuah lembaga penyedia jasa les memiliki tujuan yang jelas. Membantu siswa agar lulus ujian masuk perguuran tertentu di perguruan tinggi (PT) favorit. Dari tujuan tersebut jelas standar kemampuan yang harus dipenuhi oleh siswa sehingga guru les bisa menyesuaikan materi ajar dan latihan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran pun fokus yang menyenangkan dan tidak memberatkan siswa. 

nehnya dalam setiap pembelajaran, tidak ada skema pencapaian yang ingin ditargetkan. Semestinya setiap tingkat pencapaian siswa memiliki indikator.Misalnya tujuan pencapaian siswa kelas VIIII dalam pelajaran bahasa indonesia sudah bisa membaca dengan luas, lancar mengenal bentuk-bentuk kata, dan menyampaikan informasi secara tetap. 

Beban orang tua Orangtua yang mempunyai anak di tingkat XII, harus kuat secara mental dan finansial. Mental harus kuat karena anak-anaknya harus extra berjuang belajarnya, siang dan malam pada saat menjelang ujian maupun ujian ke perguruan tinggi. Finansial kuat karena harus punya dana cukup untuk masuk bimbel. Anak saya tidak pernah ikut bimbel. Namun, keponakan saya yang ingin masuk perguruan tinggi negeri yang dituju, harus mengeluarkan dana sekitar Rp.5-6 juta per paket untuk bimbel. Belum biaya bahan-bahan yang harus dibeli lagi dan transportasi untuk ikut bimbel. 

Beban guru Sekolah yang dalam proses pembelajaran menggunakan sistem kredit semester (SKS) ,guru terbebani padatnya materi pelajaran yang harus diajarkan. Hal ini membuat guru kesulitan untuk menyampaikan materi secara mendalam. Bimbel menjadi alternatif tempat belajar setelah ujian nasional. Sekolah tidak menyediakan program belajar khusus bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan lanjutan. Sekolah hanya bertanggung jawab pengarahan dan sosialisasi seputar perguruan tinggi. Materi sekolah dan ujian nasional sangat berbeda dengan ujian tulis masuk perguruan tinggi, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) atau ujian mandiri. Setiap siswa harus mendalami setiap mata pelajaran karena tingkat kesulitan soal akan berbeda. Rata-rata ujian tulis masuk perguruan tinggi lebih menekan pada kemampuan analisis teori.

 Problematiknya ada disini, sekolah tidak bisa akomodasi semua kebutuhan siswa untuk ikut ujian perguruan tinggi. Peraturan ujian dan mata pelajaran les juga berbeda-beda.

Bagaimana cara merespons anak yang tidak sopan/hormati orangtua?


Sebagai seorang ibu Anda tentunya pernah mengajak anak ke tempat bermain, apakah itu mall yang memiliki tempat bermain “children play-ground” atau “Kid Centre Games”.

Ketika saat bermain telah berakhir. Anda merasa bahwa sekarang saatnya untuk pulang. Anda memberikan waktu 5 menit sebagai peringatan untuk pulang. Harapan Anda nanti setelah 5 menit semuanya akan berjalan dengan baik. Namun, tiba-tiba, hal itu tidak terjadi. Anak Anda merespon dengan tidak hormat.

 "Tidak! Aku tidak ingin pulang! Ibu selalu melarang Aku bermain sesuatu yang menyenangkan! " 

 Hal ini menimbulkan kemarahan yang meningkat dalam diri Anda dalam sekejab. Anda berteriak kembali, "Beraninya kau berbicara seperti itu padaku!" Anak Anda melanjutkan menyahut,” Ibu bahkan tidak mengajak makan enak siang hari ini! Ibu adalah ibu paling kejam yang pernah saya alami!!! " 

Sekarang, kemarahan Anda meledak. "Sekarang, kamu tidak boleh menonton Tv dan play station selama seminggu! " Komunikasi kasar berlanjut. Anda menyeret Anak anda ke mobil, sedikit memukul karena dia melawan dan menjerit kata-kata kasar. Kamu tidak boleh bermain play station lagi. Tidak menghormati bukan perbuatan yang  baik. 

Komunikasi yang tidak sopan adalah masalah bagi banyak anak-anak. 

Kita perlu memastikan untuk mengajar anak-anak bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik dan rasa hormat, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan terbuka dan sopan. Sayangnya, kita sebagai ibu sering tidak bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menghormati orang lain dalam kondisi yang mengesalkan hati kita. Anak yang mendapat “dampratan” yang kasar dari Anda, otak mereka segera tertutup. Yang terjadi kemudian mereka hanya mempertahankan diri dengan apa yang disebut cara “Flight or fight” (terbang atau berantam). Sebaliknya Anda yang juga merasakan kekesalan karena dipicu oleh perilaku anak yang tidak sopan, maka mode otak Anda juga sama sepert anak. Tidak dapat berpikir secara rasional, berteriak, marah dan menghukum mereka.

 Bagaimana caranya untuk berhubungan dengan Anak yang tidak hormat kepada Anda. Saat perasaan Anda tertekan, ingin menghukum atau berteriak kepada anak Anda ,saat itu, saya mengharapkan Anda untuk mencoba salah satu atau lebih dari 7 tanggapan ini: 

Tetap tenang: Apakah hal ini tampak mustahil? Diakui hal ini sangat tidak mudah untuk tetap tenang ketika kita menghadapi anak-anak yang menjadi kasar. Mengcounter mereka rasa tidak hormat mereka dengan sesuatu yang kasar merupakan pesan yang salah. Cara yang terbaik bagi kita saat itu adalah dengan mengambil napas dalam-dalam, menghitung sampai 20 atau mengulangi mantra dan katakan: "Ini bukan hal yang darurat." 

 Identifikasi Perilaku: Lihatlah sesuatu dari perspektif anak Anda. Apakah mereka tertangkap basah? Apakah perkataan Anda membuat mereka merasa tidak nyaman? Apakah mereka merasa tidak berdaya? Tanggapan mereka adalah refleksi dari apa yang mereka rasakan di dalam hatinya. Sayangnya, anak-anak itu belum mampu mengungkapkan dengan kata-kata yang palign tepat untuk merespon Anda.

 Berempati: Bantulah anak Anda memahami perasaan mereka sendiri dengan menawarkan respon empati, "Tampaknya hal ini tidak adil bahwa kita sudah harus sudah pergi sementara kamu masih menikmati!" Atau "Aku tahu itu pasti hal ini sangat sulit bagimu meninggalkan tempat ini karena ini sangat menyenangkan bagimu, tapi pasti ada lain waktu untuk mencobanya.!" Memang anda pasti tidak menyetujui perasaan yang demikian, tetapi hal ini semata-mata demi menjaga agar pengalaman mereka yang berharga itu tak terhalang karena keinginan Anda semata-mata. 

Periksa Waktu: Ada beberapa anak yang dipengaruhi kondisi fisiknya seperti darah rendah gula, rasa lapar atau haus. Ada anak lain yang sangat sensitif terhadap rangsangan lingkungan atau tidak cukup tidur. Apakah kondisi Anak Anda sudah cukup makan? Apakah mereka haus. Berikan kepada mereka gunakan seteguk air? Atau kondisi yang tidak kondusif. Berikan istirahat dari lingkungan yang tidak nyaman? Menawarkan makanan kesukaannya. Aku akan memiliki cracker, apakah kamu junga ingin" 

 Perlahan-lahan: Sangat tidak mudah untuk memjauhi sebuah kemarahan atau ledakan emosi dari seorang anak yang sedang frustasi dan beremosi. Tanggapan bukan dengan kritikan atau keluhan yang keluar dari Anda. Tetapi ajalah anak Anda tenang, lalu Anda mendengarkannya. Seolah Anda merasa banyak informasi yang anak Anda ingin keluarkan. Katakan, jangan berbicara terlalu cepat. Ayo tenang, kita bisa secara baik-baik, dan Ibu akan mengerti jika kami bicara terbuka dan tenang. 

"Let it Go: Kadang-kadang hal yang terbaik bagi Anda adalah tidak memberikan respon, terutama jika Anda tahu bahwa Anak Anda lapar atau lelah dan pembicarannya adalah “otak survival mode "-. Jika Anda tidak dapat menjaga diri Anda sehingga Anda menanggapi dengan cara sarkastik, marah atau tidak sopan. Cara terbaiknya adalah dengan mengabaikan. Setelah semua orang tenang, Anda dapat berbicara dengan anak Anda tentang apa yang terjadi dan bagaimana melakukannya secara berbeda waktu berikutnya. 

Connected: Sering kali apa yang diperlukan saat anak Anda berbuat yang tidak sopan, Anda hanya perlu memeluknya. Pelukan mengakhiri dan membuka luka hati anak Anda. Anak Anda itu perlu suatu rasa aman karena dia sebenarnnya tidak ingin memberontak. 

Berikan pelajaran di hari berikutnya: Seiring dengan apa yang dilakukan secara demonstratif dengan langkah-langkah di atas. Diperlukan pelajaran bagi anak dengan cara berbicara dari hati ke hati. Contoh: “Kamu terlihat sedih karena harus meninggalkan tempat bermain. Apakah kamu dapat cerita kepada Mama mengapa engkau sedih?” “Saya mendengar engkau ingin makan snack? Apakah itu keinginanmu? Ceritakan kepada anak Anda tentang perasaan orangtua mendengar kata-kata Anak yang tidak sopan. Hanya perasaan saja yang diungkapkan bukan kelakuan anak yang salah. Jika kita sebagai orangtua sudah terlanjur marah atau memaki Anak, tak perlu malu untuk minta maaf kepada orangtua. Dengan cara demikian ada keterbukaan apa yang diinginkan dan apa yang dirasakan oleh dua belah pihak. Dengan kondisi yang lembah lembut, tenang, maka proses ketrampilan dapat tercapai, dan akhirnya relasi pun akan makin dekat dan terbuka.

10 Petunjuk Anda telah Melakukan Pekerjaan Anda Sebagai Ibu yang Baik

www.todaysthebestday.com


A Good Mom: Mengenal dan memahami siapa anaknya. Bukan hanya sekedar apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan oleh anaknya. Tetapi dia pemegang peran sebagai “bagaimana anak ini di masa depannya”. Gordon B. Hinckley : Seorang ibu adalah model dari anaknya. Seorang ibu memiliki pengaruh hidup anaknya di masa depan. Pengaruh itu menjadi suatu  “compulsory" .

 A good Mom: Seorang yang memiliki prioritas tinggi bagi kehidupan keluarga . Saat seorang ibu terpaksa pergi tanpa mandi dulu karena kesibukan mengatur keluarga. Saat seorang ibu tertidur di sebuah kursi dengan bayi digendongannya karena kecapeannya mengurusnya semalam suntuk. Saat seorang ibu lebih memilih untuk tinggal di rumah mengurus keluarga di hari Jumat menjelang malam Sabtu, ketimbang ikut dengan teman-temannya ke Klub Kafe. Seorang ibu yang menengok jam telah menunjukkan pukul 22.00, dan melihat semua anaknya telah beres tertidur dengan nyenyak dan nyaman. 

A good mom had bad days: Seorang ibu yang pada hari itu merasa kapan hari itu akan berakhir. Seorang ibu yang hanya ingin tinggal di kamar mandi tanpa ingin merasakan kepanikannya mendengar teriakan anak-anaknya yang tidak menurut.

 A good mom had good days: Seorang ibu tidak selalu mengalami hari yang tidak nyaman atau mengesalkan. Tetapi ada kalanya seorang ibu mengalami hal-hal yang luar biasa lancar seperti yang diinginkannya. Anaknya bangun pagi dan langsung mengenakan pakaiannya sendiri, makan pagi dengan bahagian, lalu pergi ke sekolah. Berlari dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Semuanya berjalan tanpa halangan apa pun. 

A good mom memahami “kesederhanaan”, Seorang ibu tak perlu mengerjakan semuanya. Dia mengetahui kapan mengatakan “tidak “ kepada anaknya . Mengetahui kapan persisnya harus pergi dan kapan harus di rumah. Paling penting adalah menghabiskan waktu untuk bermain bersama anaknya-anaknya, main “puzzle”, main bersama.

 A good mom adalah seorang ibu yang tidak selalu harus penuh energi, tetapi dapat menikmati istirahat yang tenang dan tidur malam meskipun masih waktunya jam 7.00 malam. Doa , harapan dan kekhawatiran

A good mom adalah mudah untuk istirahat, menjadi ibu yang sesungguhnya. Kekhawatiran menjadi seorang ibu menunjukkan bahwa Anda sudah menjadi seorang ibu yang baik. 

A good mom adalah ibu yang memberikan dorongan dan suppor. Mendampingi anak-anak ketika saat yang sulit dalam ujian atau ulangan atau sedang menghadapi kesedihan karena kehilangan teman, mendapatkan angka yang jelek. Memberikan pelukan yang erat kepada anaknya ketika menangis. Ikut hadir dalam performance atau penampilan dari talentanya. Membacakan cerita saat tidur. Mengantarkan anak ke sekolah. Anak anda mengetahui bahwa anda mencintainya.

A good mom adalah seorang ibu yang mengetahui bagaimana menertawakan hal-hal yang terjadi. Setiap momen yang mengesalkan dan tidak sesuai dengan keinginan, lebih baik tertawa daripada mengomel. Menjalani kehidupan dalam keseharian jika dilakukan dengan tertawa lebih terasa enteng dibandingkan dengan mengomel.

 A good mom adalah adalah seorang ibu yang tidak sempurna. Dia dapat berbuat kesalahan, mengatakan kepada dirinya sendiri: “mengapa aku sebodoh ini?”, frustrasi, bingung, kesal . Seorang ibu yang baik akan belajar dari kesalahannya , untuk bertindak lebih baik dari apa yang terjadi sebelumnya.