Sebagai seorang ibu Anda tentunya pernah mengajak anak ke tempat bermain, apakah itu mall yang memiliki tempat bermain “children play-ground” atau “Kid Centre Games”.
Ketika saat bermain telah berakhir. Anda merasa bahwa sekarang saatnya untuk pulang. Anda memberikan waktu 5 menit sebagai peringatan untuk pulang. Harapan Anda nanti setelah 5 menit semuanya akan berjalan dengan baik.
Namun, tiba-tiba, hal itu tidak terjadi. Anak Anda merespon dengan tidak hormat.
"Tidak! Aku tidak ingin pulang! Ibu selalu melarang Aku bermain sesuatu yang menyenangkan! "
Hal ini menimbulkan kemarahan yang meningkat dalam diri Anda dalam sekejab.
Anda berteriak kembali, "Beraninya kau berbicara seperti itu padaku!"
Anak Anda melanjutkan menyahut,” Ibu bahkan tidak mengajak makan enak siang hari ini! Ibu adalah ibu paling kejam yang pernah saya alami!!! "
Sekarang, kemarahan Anda meledak. "Sekarang, kamu tidak boleh menonton Tv dan play station selama seminggu! "
Komunikasi kasar berlanjut. Anda menyeret Anak anda ke mobil, sedikit memukul karena dia melawan dan menjerit kata-kata kasar. Kamu tidak boleh bermain play station lagi.
Tidak menghormati bukan perbuatan yang baik.
Komunikasi yang tidak sopan adalah masalah bagi banyak anak-anak.
Kita perlu memastikan untuk mengajar anak-anak bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik dan rasa hormat, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan terbuka dan sopan.
Sayangnya, kita sebagai ibu sering tidak bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menghormati orang lain dalam kondisi yang mengesalkan hati kita.
Anak yang mendapat “dampratan” yang kasar dari Anda, otak mereka segera tertutup. Yang terjadi kemudian mereka hanya mempertahankan diri dengan apa yang disebut cara “Flight or fight” (terbang atau berantam).
Sebaliknya Anda yang juga merasakan kekesalan karena dipicu oleh perilaku anak yang tidak sopan, maka mode otak Anda juga sama sepert anak. Tidak dapat berpikir secara rasional, berteriak, marah dan menghukum mereka.
Bagaimana caranya untuk berhubungan dengan Anak yang tidak hormat kepada Anda.
Saat perasaan Anda tertekan, ingin menghukum atau berteriak kepada anak Anda ,saat itu, saya mengharapkan Anda untuk mencoba salah satu atau lebih dari 7 tanggapan ini:
Tetap tenang:
Apakah hal ini tampak mustahil? Diakui hal ini sangat tidak mudah untuk tetap tenang ketika kita menghadapi anak-anak yang menjadi kasar. Mengcounter mereka rasa tidak hormat mereka dengan sesuatu yang kasar merupakan pesan yang salah. Cara yang terbaik bagi kita saat itu adalah dengan mengambil napas dalam-dalam, menghitung sampai 20 atau mengulangi mantra dan katakan: "Ini bukan hal yang darurat."
Identifikasi Perilaku:
Lihatlah sesuatu dari perspektif anak Anda. Apakah mereka tertangkap basah? Apakah perkataan Anda membuat mereka merasa tidak nyaman? Apakah mereka merasa tidak berdaya? Tanggapan mereka adalah refleksi dari apa yang mereka rasakan di dalam hatinya. Sayangnya, anak-anak itu belum mampu mengungkapkan dengan kata-kata yang palign tepat untuk merespon Anda.
Berempati:
Bantulah anak Anda memahami perasaan mereka sendiri dengan menawarkan respon empati, "Tampaknya hal ini tidak adil bahwa kita sudah harus sudah pergi sementara kamu masih menikmati!" Atau "Aku tahu itu pasti hal ini sangat sulit bagimu meninggalkan tempat ini karena ini sangat menyenangkan bagimu, tapi pasti ada lain waktu untuk mencobanya.!"
Memang anda pasti tidak menyetujui perasaan yang demikian, tetapi hal ini semata-mata demi menjaga agar pengalaman mereka yang berharga itu tak terhalang karena keinginan Anda semata-mata.
Periksa Waktu:
Ada beberapa anak yang dipengaruhi kondisi fisiknya seperti darah rendah gula, rasa lapar atau haus. Ada anak lain yang sangat sensitif terhadap rangsangan lingkungan atau tidak cukup tidur. Apakah kondisi Anak Anda sudah cukup makan? Apakah mereka haus. Berikan kepada mereka gunakan seteguk air? Atau kondisi yang tidak kondusif. Berikan istirahat dari lingkungan yang tidak nyaman? Menawarkan makanan kesukaannya. Aku akan memiliki cracker, apakah kamu junga ingin"
Perlahan-lahan:
Sangat tidak mudah untuk memjauhi sebuah kemarahan atau ledakan emosi dari seorang anak yang sedang frustasi dan beremosi. Tanggapan bukan dengan kritikan atau keluhan yang keluar dari Anda. Tetapi ajalah anak Anda tenang, lalu Anda mendengarkannya. Seolah Anda merasa banyak informasi yang anak Anda ingin keluarkan. Katakan, jangan berbicara terlalu cepat. Ayo tenang, kita bisa secara baik-baik, dan Ibu akan mengerti jika kami bicara terbuka dan tenang.
"Let it Go:
Kadang-kadang hal yang terbaik bagi Anda adalah tidak memberikan respon, terutama jika Anda tahu bahwa Anak Anda lapar atau lelah dan pembicarannya adalah “otak survival mode "-.
Jika Anda tidak dapat menjaga diri Anda sehingga Anda menanggapi dengan cara sarkastik, marah atau tidak sopan. Cara terbaiknya adalah dengan mengabaikan. Setelah semua orang tenang, Anda dapat berbicara dengan anak Anda tentang apa yang terjadi dan bagaimana melakukannya secara berbeda waktu berikutnya.
Connected:
Sering kali apa yang diperlukan saat anak Anda berbuat yang tidak sopan, Anda hanya perlu memeluknya. Pelukan mengakhiri dan membuka luka hati anak Anda. Anak Anda itu perlu suatu rasa aman karena dia sebenarnnya tidak ingin memberontak.
Berikan pelajaran di hari berikutnya:
Seiring dengan apa yang dilakukan secara demonstratif dengan langkah-langkah di atas. Diperlukan pelajaran bagi anak dengan cara berbicara dari hati ke hati. Contoh: “Kamu terlihat sedih karena harus meninggalkan tempat bermain. Apakah kamu dapat cerita kepada Mama mengapa engkau sedih?”
“Saya mendengar engkau ingin makan snack? Apakah itu keinginanmu?
Ceritakan kepada anak Anda tentang perasaan orangtua mendengar kata-kata Anak yang tidak sopan. Hanya perasaan saja yang diungkapkan bukan kelakuan anak yang salah.
Jika kita sebagai orangtua sudah terlanjur marah atau memaki Anak, tak perlu malu untuk minta maaf kepada orangtua.
Dengan cara demikian ada keterbukaan apa yang diinginkan dan apa yang dirasakan oleh dua belah pihak.
Dengan kondisi yang lembah lembut, tenang, maka proses ketrampilan dapat tercapai, dan akhirnya relasi pun akan makin dekat dan terbuka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar