Loading

Slide Bar

Share

Adversity Quetiont

Kajian Parenting oleh Ibu Elly Risman (Senior Psikolog dan Konsultan UI) 

Di Indonesia, kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti, izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci. Ya jadi ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi. Anda bukan anggota tim SAR. Anak anda tidak dalam keadaan bahaya. 

Berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tidak ada. Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya. Anak mengeluh sedikit karena itu puzzle tidak bisa nyambung menjadi satu, ""Sini...Ayah bantu." Botol minum ditutup rapatnya sedikit susah, ""Sini...Mama saja." Sepatu bertali lama diikat,sekolah hampir telat..""biar ayah aja deh yang kerjain."" Kecipratan minyak sedikit ""Sudah sini, kentangnya Mama yang goreingin." 

Kapan anaknya bisa..? Jangankan di luar negeri.. Di Indonesia pembantu sudah makin langka. Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana...Apa yang terjadi ketika bencana benar-benar tiba? Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri. Kemampuan menangani stress..Menyelesaikan masalah, dan mencari solusi ini ketrampilan/skill, untuk bisa trampil.. Ya harus dilatih. Kalau tanpa latihan.. Lalu diharapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri..? 

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan. Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai-badai pernikahan dan kehidupannya kelak. Tampaknya sepele sekarang..Sering berpikir  apalah salahnya sih kita bantu anak? Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya. Dia akan menjadi ringkih dan mudah layu. 

Susah sedikit..bantuan diminta. Berantem sedikit ngeluhnya luar biasa. masalah sedikit...bisa jdi gila. Kalau anda menghabiskan banyak waktu. Perhatian dan uang untuk IQ nya. Habiskan hal yang sama untuk AQ nya. 

AQ ? 
Apa itu ADVERSITY QUETIONT ?

ADVERSITY QUETIONT menurut Paul G. Slotz dalam bukunya yang berjudul sama.. Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. Bukannya kecerdasan ini yang lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi sehari-hari? Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya. Merasa bisa menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar-benar tidak bisa lagi. Setelah dicoba berkali-kali, berulang-ulang, tidak menyerah dalam waktu yang lama. 

So izinkan anak anda melewati kesusahan... Tidak masalah anak mengalami sedikit luka, sedikit nangis, sedikit kecewa, sedikit telat, dan sedikit kehujanan. Aqui kesulitan yang sedang dia hadapi. Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan. 

Ajari menangani frustrasi. Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel, apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok pagi? Bisa-bisa anak anda ikut mati. Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih. Apalagi dengan menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua. Tetapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan masalah yang selalu ada. Mereka harus bisa bertahan. Melewati hujan, badai, dan kesulitan, yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan. "Permata hanyalah orang bisa melewati tekanan dengan sangat baik".


Ujian Nasional, Ujian Penghabisan yang Tidak Perlu

Membaca pemikiran J. Drost pada tema diatas dengan suatu permintaan yang sangat besar yaitu Ujian Nasional tak perlu diadakan lagi merupakan suatu permintaan yang sangat penuh pertimbangan total dari seorang tokoh pendidik yang melihat pendidikan secara utuh.

 Siapa J. Drost: 


Drost lulus dari Inteitut Teknologi Bandung tahun 1957 sebagai saraja fisika. Beliau menerima pentabisan imamat sebagai pastor pada tahun 1960 di Jogjakarta. Dros pernah ditugaskan sebagai Kepala SMA Kanisiun di Jakarta 1976-1987. Selanjutnay sebagai Kepala SMA Ganozar Jakarta. Sebelumnya juga pernah menduduki jabatan lebih tinggi sebagai Rektor IKIP Sanata Dharma pada 1964-1967 di Jogyakarta. 

Alasan harus meninggalan Ujian akhir: Sorotan yang tajam untuk menganalisa ujian akhir di setiap jenjang mulai dari SD ,SMP dan SMA. Ternyata hasilnya hanya merupakan test hasil hafalan. Anak didik dipaksa menghafal dan yang pintar menghafal akan mendapatkan nilai yang baik. Usulnya agar ujian ini digantikan dengan test untuk meninggalkan jenajng sekolah. Materi ujiannya berupa tes psikologis untuk memberikan gambaran yang tepat untuk kemampuan belajar jenjang sekolah berikutnya. Sekarang Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) yang dimaksudkan Pemerintah untuk pencapaian standar pendidikan. Tetapi oleh Drost hal itu lebih baik ditinggalkan saja, untuk mencapai lebih dari standar justru dengan pemakaian tes untuk meninggalkan sekolah, hasilnya anak akan mencapai sebuah kematangan emosional dan intelktual ketika ingin mulai ke jenjang pendidkan berikutnya. 

Kurikulum di univesitas pun tak luput dari perhatiannya. Meskipun sebagaian dianggap cuup baik, teapi tetap tak cocok bagi mahasiswa. Mahasiswa tak memiliki kemampuan belajar yang baik di universtias, tetapi memaksakan diri sehingga lulusan yang tak bermutu pun sulit menapatkan keberhasilan. 

Kunci keberhasilan: Potensi belajar dengan kematangan emosional dan intelektual menjadi kunci keberhasilan anak didik di setiap jenjang. Ini yang tidak pernah disadari oleh orangtua maupun pendidik. Drost mengatakan lulusan univesitas tidak bermutu karena pada saat masuk univierstas tak punya kematangan emosional maupun intelektual pada saat belajar di SMA. Akhirnya ketika lulus pun anak itu menjadi lulusan yang tak bermutu. 

Tujuan pendidikan:


Tujuan pendidikan yang diharapkan oleh orangtua sangat salah, mereka hanya mementingkan nilai atau anak pandai dalam meraih nilai pelajaran. Seharunya orangtua membantu anaknya menjadi orang dewasa yang mandiri dalam kehidupan bermasyarakat.Orang dwasa mandiri sebagai orang yang mengetahui dirinya, baik keunggulan maupun kelemahannya., yang mampu bertanggung jawa serta penuh perhatian kepada sesamanya. Pemikiran ini tak pernah usang, karena prestasi semua yang dituangkan setelah hasil ujian nasional itu tak bernilai sama sekali dibandingkan dengan anak yang punya kematangan emosional.

Memilih Jurusan Kuliah

Ketika saya membaca di koran Kompas edisi 10 Mei 2016, ada 14 lembar halaman yang tertera nama dan nomer dari para calon mahasiswa dan mahasiswi SNMPTN 2016 se Jabotabek, Bandung, Denpasar, Makasar, Mataram. Yang terpikir oleh saya, wah pastinya harian kompas tanggal 10 Mei ini akan laris manis terjual. Mereka pasti akan berebut. Walaupun mereka dapat mengecek dari internet, tapi jika di harian Kompas lebih memastikan bahwa nomernya dan namanya tertulis dan tertera di pengumuman ini. Memilih jurusan sangat penting diketahui sebelum menentukan langkah berikutnya.

Lalu apa yang terjadi, setelah lulus dari SNMPTN 2016? Pastinya mereka sangat bangga, gembira, senang dan sgera mendaftar ulang dengan membayar uang pendaftaran dan mengirimkan persyaratan kepada masing-masing fakultas di Universitas yang terpilih. Bangga karena masuk di perguruan PTN itu bertarung dengan beratus ribu lawan yang demikian banyaknya. Dari jumlah ratusan ribu, hanya sekian ribu yang diterima

Namun, apakah para calon mahasiswa/i yang akan masuk ke perguruan tinggi ini memang benar sudah menyiapkan diri secara mental dan secara psikologis bahwa apa yang dipilihnya itu memang benar-benar sesuai dengan karakter dan passionnya. Jangan-jangan pemilihan jurusan ini hanya karena pilihan orangtua, pilihan teman, atau pilihan dari bisnis tren yang sedang menjamur. 

Ketika sudah masuk kuliah, barulah terasa berat bercampur aduk dengan cape karena apa yang diperkirakan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Kuliah di Indonesia tak semudah telapak tangan , jika tidak cocok dengan mata kuliah suatu bidang katakan bisnis terus ingin pindah ke psikologi, bisa transfer. Tidak ada transfer di Indonesia. Yang ada adalah mengulang lagi dari 0. Oleh karena itu supaya tak terjebak dengan memilih jurusan yang salah tak sesuai dengan karakter, kita baiknya teliti kembali apakah jurusan yang dipilih sudah sesuai. 

Berikut ini adalah guideline untuk pilihan 8 jurusan kuliah yang bisa dipilih sesuai dengan jurusan: 

Jurusan Pendidikan: 


Jurusan ini cocok bagi mereka yang berkarakter peduli dan suka membantu. Karakter lainnya yaitu ceria,ramah,dan suka mengetahui hal-hal yang baru.Jika semasa sekolah kamu suka bantu teman ketika mengerjakan soal sulit atau sedang mendekorasi papan buletin sekolah, silahkan pilih jurusan ini. 

Jurusan teknik:


Karakter yang cocok dengan jurusan teknik cukup menarik. Mereka yang cocok kuliah di jurusan ini rata-rata memilih karakter kreatif dan analitis.Selain itu, mereka senang melihat bagaimana cara kerja sesuatu hal untuk kemudian dibongkar dan mampu dibangun kembali.

Jurusan bisnis: 


Jurusan bisnis semakin diminati banyak orang.Namun, tak semua orang yang memiliki karakter yang pas untuk kuliah di jurusan ini. Mereka yang cocok kuliah di jurusan bisnis memiliki kecenderungan karakter cerdas secara sosial. Mereka bukan tipikal orang yang duduk menunggu peluang datang.Mereka lebih senang keluar "menjemput bola",membuat koneksi,dan berani mengambil risiko.

 Jurusan ilmu politik:


 Karakater yang cocok dengan jurusan ini tak dimiliki semua orang .Salah satunya yaitu mengetahui banyak peristiwa penting yang sedang terjadi sejak usia muda.Selain itu mereka cenderung gemar melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi.Mereka juga gemar berdiskusi dan berdebat tentang isu-isi kebijakan selama berjam-jam. 

Jurusan kedokteran:


Banyak orang tua berharap anaknya untuk kuliah di jurusan kedokteran.Mereka yang kuliah di jurusan kedokteran cenderung memiliki karakater terencana. Artinya, mereka biasa menetapkan tujuan jangka panjang, dan bekerja keras untuk mencapainya. Mereka juga menikmati ilmu pengetahuan sekaligus tertarik dengan hubungan kemanusiaan. 

Jurusan Sejarah: 


Suka cerita tentang dunia dan belajar budaya yang berbeda? Bisa jadi kamu cocok kuliah di jurusan sejarah.Karakter orang yang kuliah di jurusan ini cenderung suka mendalami sesuatu hal.Mereka juga memiliki imajinasi aktif yang memungkinanmelihat dunia di masa lalu. 

Jurusan bahasa asing:

 

 Indonesia sudah memasuki era Masyarakat EKonomi Asean (MEA). Ke depannya, arus barang,jasa, dan tenaga kerja sama antarnegara Asean akan semakin gencar. Hal ini menuntut kemampuan bahasa asing yang kompeten.Jika kamu tertarik kuliah di jurusan ini,kamu pasti suka bertualang dan gemar belajar dengan orang-orang baru.

 

 Jurusan psikologi:


Kamu merasakan tak hal yang lebih menarik dibandingkan alam pikiran manusia? Bisa jadi itu penanda karater kamu cocok untuk kuliah di jurusan psikologi.Selain itu, orang yang cocok kuliah di jurusan ini cenderung suka menganalisis diri sendiri hingga orang di sekitar. Karakter lain yang biasa menyertai yaitu sensitif dan mudah berempati dengan orang lain. 

Sumber : Kompas MuDaKuliah

Tips Pengendalian Emosi Menghadapi Anak


www.inatanaya.com
Ketika si Kecil memecahkan vas bunga kesayangan Anda, kira-kira apa ya reaksi spontan yang muncul? Mungkin, anak sangat terkejut hingga menangis, mungkin juga gemetar ketakutan, atau malah pura-pura cuek seolah tidak terjadi apa-apa. 

Sementara bundanya mungkin spontan berteriak karena kaget dan kesal, mungkin juga mengomel sambil membersihkan keping-keping kaca yang berantakan, sembari menyuruh anak pergi dari TKP dengan dalih khawatir luka kena pecahan kaca. 

Banyak orangtua mengeluhkan perilaku anak-anak yang kurang sesuai dengan harapan,sehingga menjadi pemicu kemarahan terhadap anak.

 Padahal luapan emosi orangtua dalam bentuk amarah, seringkali justru memperburuk keadaan, karena anak akan merekam dan menirukan reaksi orangtuanya saat mengalami hal yang sama di lain waktu.Jadi kemampuan pengendalian emosi saat menghadapi perilaku anak yang dianggap salah sangat penting bari orangtua. 

Berikut adalah tips yang mudah dilakukan sehari-hari: 


Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah DIAM: 

Biasanya kata yang keluar dari seseorang yagn sedang emosi marah sangat tidak terkontrol.Kalaupun sudah terbiasa mengucapkan kalimat-kalimat kebaikan seperti , "Ya Tuhan...!" atau "Masya Allah!" intonasi yang muncul tetap beraura negatif.Karenanya memilih diam akan leibh efektif untuk mengendalikan rasa marah. 

Segeralah menarik nafas panjang,tahan panjang, tahan antara 5-10 detik


,keluarkan lewat mulut, ulangi setidaknya 3-5 kali. Ketika marah, biasanya terjadi tekanan sehingga darah terpacu mengalir ke atas, pada saat kita menarik napas, oksigen akan ikut dalam aliran darah menuju ruang otak.Keadaan ini akan membuat lebih rileks. 

Munculkan dalam ingatan:

 Kejadian paling menyenangkan yang pernah dialami bersama anak, kenangan manis terbuat akan bisa membuat Anda mampu memberi senyuman tanda damai.Untuk Memudahkan Anda mengingat kejadian menyenangkan bersama anak,sebaiknya di waktu luang sempatkan untuk menuliskan aktivitas-aktivitas seru berdua. 

 Berpikir positif terhadap perilaku anak yang sempat memancing kemarahan Anda.


 Misalkan mungkin dia bermaksud membersihkan meja lalu tak sengaja menyenggol vas hingga jatuh dan pecah, atau jika anak mendapat nilai pelajaran yang rendah, berpikirlah bahwa mungkin ia sedang tak enak badan saat mengerjakan ulangan.

 Komunikasikan dengan anak tentang perilakunya yang memancing kemarahan Anda pada waktu yang berbeda.

 Artinya jika tidak langsung pada saat terjadi, tapi berikan jeda.Menjelang tidur biasanya adalah waktu paling efektif. Hal ini merupakan langkah penyelesaian secara damai, anak tetap mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan alasan sekaligus menceritakan kronologi dari perbuatannya sedangkan orangtua bisa menyampaikan penjelasan untuk mengoreksi kesalahan dan menyepakati bersama tentang apa yang harus dilakukan agar tak terulang kesalahan yang sama.

 Orangtua adalah figur terdekat bagi anak, karena jika orangtua mampu mengendalikan emosinya dihadapan anak, maka sebenarnya, anakpun akan belajar mengendalikan emosi dirinya saat merasa marah atau jengkel pada perilaku orang-orang sekitarnya melalui cara yang dicontohkan orangtuanya.


 Sumber: www.pondokparentingharum.com dan Tabloid Nova

10 Lifeskill yang Terbaik Bagi Anak Untuk Dipelajari

10 Best Lifeskill for your child to be learned.   Important things that parents has to educate to your kids
pinterest.com

1. MEMASAK 


Sebagai orangtua, Anda dapat minta kepada anak anda untuk membantu di dapur sejak anak-anak masih kecil. Hal ini menjadi suatu kebiasaan yang baik karena anak lebih mengenal tentang makanan yang sehat dan etiket makan . 

2. KETRAMPILAN UNTUK KETAHANAN MENTAL YANG SANGAT KUAT 


Anda bisa mengajak anak Anda ke kam yang sangat liar/keras. Kam tersebut akan mengajarkan ketrampilan anak anda seperti bagaimana membangun suatu kamp, memasak di tempat kamp , berpindah dengan selamat pada semak belukar yang liar/ keras. Ketrampilan itu akan membantu anak menjadi percaya diri dan mandiri.

 3. KETRAMPILAN BERKEBUN


 Pertimbangkan untuk menggunakan taman di belakang untuk suatu tujuan. Anda anda dapat belajar skil dasar bagaimana cuaca mempengaruhi tanaman juga bagaimana TUKANG KEBUN dapat mengatasi masalah tanaman 

 4. BERENANG 

 

Anak anda perlu belajar bagaimana berenang meskipun dia tidak tinggal dekat dengan tempat berenang. Skill ini bukan hanya untuk menyelamatkan dirinya tetapi juga bagi mereka yang belum dapat berenang.. 

5. KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA(First Aid) 


Anak anda sering terluka pada saat bermain maka mereka harus belajar bagaimana menyelematkan diri sendiri dan orang lain pada saat terjadi kecelakaan dan kondisi emergensi.

 6. KETRAMPILAN MANAJEMEN KEUANGAN 

 

Ajarkan kepada anak Anda nilai uang dan bagaimana uang itu ditabung untuk digunakan di masa yang akan datang 

7. MENCUCI 

 

Ajarkan kepada anak Anda untuk mencuci pakainannya. Ini sangat bermanfaat ketika mereka belajar di perguruan tinggi. Mereka sudah terbiasa dengan cara mencuci

 8. MEMPERBAIKI ALAT RUMAH TANGGA 

 

Anak selalu ingin mengetahui apa yang ada dalam TV, kulkas, mesin cuci , gadget. Berikan motivasi untuk belajar sesuatu dari instingnya.

 9. KETRAMPILAN PERTAHANAN DIRI


Anda tidak dapat selalu melindungi anak anda dari waktu ke waktu atau dari peristiwa yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu anda dapat memberikan kursus Pertahanan Diri . Pelajaran ini tidak hanya melindungi anak dari suatu bahaya dalam pertahanan diri, tapi juga dapat membantunya perkembangan fokus pemikirannya. 

 10. MANAJEMEN WAKTU


Ajarkan mereka untuk berpakaian tanpa bantuan Anda sebelum sekolah dan setelah pulang sekolah. Ajarkan Anak anda bagaimana menggunakan waktu secara efektif untuk belajar,makan, istirahat, bermain, tidur dan mengerjakan PR.

Generation Gap Problem Perlu Dikenali dan Dipahami


www.inatanaya.com

Setiap keluarga pasti punya Generation Gap Problem.  Namun, adakah keluarga yang menganggap enteng, ada pula yang anggap tidak perlu dipusingkan.  Tetapi ada pula yang sangat pusing dengan Generation Gap Problem karena menganggu relasi antara orangtua dan anak.


Beberapa minggu terakhir ini ada beberapa teman saya maupun teman suami yang saling curhat tentang sulitnya memahami kelakuan yang berdasarkan nilai yang dianut oleh anak itu. “Anak sekarang itu tak pernah memahami orangtuanya, dulu kita dididik jika menginginkan barang atau beli sesuatu yang diinginkan, tak berani minta. Jika minta sesuatu,selalu berusaha untuk menyenangkan orangtua dulu jika belum bisa berbuat sesuatu. Tapi anak sekarang itu , jika ingin sesuatu harus mendapatkan. Jika tidak, dianggapnya, ibu atau ayahnya tak mendukung jika nanti dia dikucilkan oleh komunitas itu karena dia tak punya barang itu” Bahkan dicontohkan oleh teman kami, ketika dia ingin punya mainan, tapi tak berani minta karena tahu persis orangtuanya tak mampu untuk membelikannya. Lalu dia pun berusaha jualan layangan. Hasil keuntungan dari layangan itu dibuat untuk membeli mainan yang diinginkannya.

 Penyebab adanya generation Gap:


 Perbedaan sudut pandang, persepsi yang latar belakang kehidupannya berbeda.. Adanya hal historis yang mempengaruhi cara berfikir setiap generasi. Pemahaman tentang Gap antar generasi ini jika dipahami secara utuh, dapat membantu kita untuk mencari cara pendekatan yang tepat, memahami pemikiran rekan bicara kita, terlebih jika rekan bicara kita berbeda generasi dengan kita sehingga perdebatan yang tidak penting tidak perlu bisa terjadi. Generasi muda menganut “touch screen”, langsung beli dan praktekan ,baru pelajari caranya. Generasi tua menganut “theory button”, harus dipelajari dulu satu persatu, baru dibeli.

 Akibat generation Gap: 

 

Gap generation timbul karena ada perspektif yang berbeda antara suatu generasi dan generasi yang berikutnya. Akibatnya jika gap generation ini dianggap atau tidak diberikan solusi yang baik, selalu akan timbul friksi yang terus menerus. Setiap generasi mengalami nilai kepribadian dan nilai sosial yang terus berubah. Nilai itu akan mengikuti perkembangan zaman. Meskipun ada nilai sosial yang bersifat tradisonal tapi tidak semua anak yang dapat menerapkannya karena ada hal-hal yang menurut generasi muda saat ini nilai tradisional itu sudah tidak sesuai dengan apa yang terjadi di saat ini. Tetapi beberapa orang beranggapan bahwa generation gap itu tidak perlu dipersoalkan karena meskipun berbeda pendapat , ada jembatan yang dapat dipakai untuk melaluinya. 

Proses Menjembatani Generation Gap: 


Nach, kami para orangtua,terutama teman-teman kami sendiri pernah saling curhat di suatu pertemuan khusus. Kami menganggap bahwa kami sekarang tidak bisa memahami kemauan dan keinginan anak kami sendiri. Pemahaman dan ketidak mengertian itu karena kami sebagai orangtua yang dibesarkan oleh orangtua kami sebelumnya memiliki dasar nilai yang berasal dari orangtua kami. Dasar nilai yang kami anut itu mungkin sudah dianggap kuno oleh anak kami. Misalnya pada waktu kami kecil, jika ingin mendapatkan sesuatu barang yang kami ingini, kami harus berusaha untuk menabung atau mencari akal bagaiman mendapatkan uang untuk membeli barang karena tidak mungkin bagi kami untuk selalu minta uang . Kami selalu sadar bahwa orangtua kami itu bukan dari keluarga yagn berada yang mampu memberikan apa saja yang kami inginkan. 

 Kesadaran itu membawa kami untuk tidak menuntut kepada orangtua untuk selalu memberikan apa yang kami inginkan. Atau kami tidak akan mudah terpengaruh dengan teman-teman kami di luar yang memiliki suatu barang yang sedang trend dan harganya tidak terjangkau oleh keluarga kami. Lalu, apa yang kami pahami tentang generasi anak kami. Anak kami selalu banyak menuntut untuk dibelikan suatu barang jika ia menginkan barang itu. Meskipun sudah dijelaskan dengan sangat gamblang bahwa kami sebagai orangtua tidak selalu harus memenuhi keinginannya, tapi tuntutan itu terus didengungkan sampai anak itu memiliki barang yang diinginkan. 

 Seringkali anak juga tidak berusaha sendiri untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Misalnya dengan menabung atau mencari uang dengan cara berjualan sesuai dengan kemampuannya. Apa yang ingin dijelaskan di sini adalah anak zaman sekarang sikapnya lebih santai dan merasa bahwa orangtua bisa membelikan apa yang diinginkan tanpa mereka berusaha untuk mencapainya sendiri. Apakah alasan yang diberikan itu memang sesuai dengan realitanya, ataukah kasus dari beberapa keluarga itu sudah dapat dijadikan kasus secara umum. 

 Memang perlu dikaji lebih banyak tentang nilai dasar yang dianut oleh anak-anak zaman sekarang. Lalu bagaimana solusi menghadapi generation gap yang telah timbul dari teman-teman kami ini. Kami memang tidak dapat banyak menerima masukan bagaimana merubah situasi atau menanamkan nilai kami kepada anak karena memang nilai yang lama dari kami itu pasti tidak dapat diterima oleh generasi zaman ini. Solusinya kami sebagai orangtua harus menerima dan merubah diri kami. Kami harus menghadapi perubahan nilai ini dengan adaptasi nilai dan mencoba memahami dan jika memang kami tak mampu untuk memenuhi keinganan anak kami akan coba berterus terang kepada mereka dan meminta mereka mengerti .

 Tidak ada jalan lain karena nilai luar memang jauh lebih kuat dari nilai yang kami tanamkan kepada anak. Apalagi anak yang sudah dewasa, kami tak mungkin merubah pemikiran dan kebiasaannya.

Bimbel Beban Orangtua dan Anak



jameseducenter.com


Bagi anak-anak kelas XII, bulan Maret, April, Mei adalah bulan yang sangat membuat stres. Pertama menghadapi ujian sekolah & Nasional. Ditambah dengan akan masuk ke perguruan tinggi setelah kelulusan SMA. Biasanya Bimbel itu diadakan dan diambil sebelum ujian sekolah dan Nasional. Semakin pusinglah anak-anak Kelas XII. Memikirkan bahan dan materi ujian ditambah dengan bimbel yang harus diambil untuk persiapan ke perguruan tinggi. 

Apa sebabnya Bimbel perlu diambil oleh anak?

 Di negara lain selain di Indonesia, tak ada tambahan pelajaran di luar jam sekolah (Amerika Serikat , Australia). Lalu, kenapa anak harus ambil bimbel di luar materi sekolah yang telah diajarkan oleh guru-guru. 

Ternyata setelah diusut banyak anak yang mengambil bimbel karena merasa tidak yakin dengan materi yang diajarkan oleh sekolah/guru di sekolah. Benang kusut dalam pendidikan. Pola pembelajaran di kelas berorientasi tektual karena guru terpaku pada buku ajar. Sementara bimbingan belajar lebih kreatif mengasah kecakapan siswa untuk menjawab soal-soal selesi masuk perguruan tinggi. 

Salah seorang dari Dewan Pendidikan DKI menjelaskan bahwa guru sangat terpaku pada materi di dalam buku pelajaran. Apabila sudah selesai satu bab, mereka harus melanjutkan bab yang lain, ini berdasarkan target waktu yang ditentukan di dalam buku teks. Ini pula menjadi penyebab siswa selain belajar bimbel ada yang ambil extra les materi pelajaran karena merasa belum paham, sudah disodori lagi berbagai soal untuk pekerjaan rumah. Mereka kebingungan untuk mengerjakan dan mencari pertolongan dengan lewat les . 

Sementara bimbel adalah sebuah lembaga penyedia jasa les memiliki tujuan yang jelas. Membantu siswa agar lulus ujian masuk perguuran tertentu di perguruan tinggi (PT) favorit. Dari tujuan tersebut jelas standar kemampuan yang harus dipenuhi oleh siswa sehingga guru les bisa menyesuaikan materi ajar dan latihan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran pun fokus yang menyenangkan dan tidak memberatkan siswa. 

nehnya dalam setiap pembelajaran, tidak ada skema pencapaian yang ingin ditargetkan. Semestinya setiap tingkat pencapaian siswa memiliki indikator.Misalnya tujuan pencapaian siswa kelas VIIII dalam pelajaran bahasa indonesia sudah bisa membaca dengan luas, lancar mengenal bentuk-bentuk kata, dan menyampaikan informasi secara tetap. 

Beban orang tua Orangtua yang mempunyai anak di tingkat XII, harus kuat secara mental dan finansial. Mental harus kuat karena anak-anaknya harus extra berjuang belajarnya, siang dan malam pada saat menjelang ujian maupun ujian ke perguruan tinggi. Finansial kuat karena harus punya dana cukup untuk masuk bimbel. Anak saya tidak pernah ikut bimbel. Namun, keponakan saya yang ingin masuk perguruan tinggi negeri yang dituju, harus mengeluarkan dana sekitar Rp.5-6 juta per paket untuk bimbel. Belum biaya bahan-bahan yang harus dibeli lagi dan transportasi untuk ikut bimbel. 

Beban guru Sekolah yang dalam proses pembelajaran menggunakan sistem kredit semester (SKS) ,guru terbebani padatnya materi pelajaran yang harus diajarkan. Hal ini membuat guru kesulitan untuk menyampaikan materi secara mendalam. Bimbel menjadi alternatif tempat belajar setelah ujian nasional. Sekolah tidak menyediakan program belajar khusus bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan lanjutan. Sekolah hanya bertanggung jawab pengarahan dan sosialisasi seputar perguruan tinggi. Materi sekolah dan ujian nasional sangat berbeda dengan ujian tulis masuk perguruan tinggi, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) atau ujian mandiri. Setiap siswa harus mendalami setiap mata pelajaran karena tingkat kesulitan soal akan berbeda. Rata-rata ujian tulis masuk perguruan tinggi lebih menekan pada kemampuan analisis teori.

 Problematiknya ada disini, sekolah tidak bisa akomodasi semua kebutuhan siswa untuk ikut ujian perguruan tinggi. Peraturan ujian dan mata pelajaran les juga berbeda-beda.

Bagaimana cara merespons anak yang tidak sopan/hormati orangtua?


Sebagai seorang ibu Anda tentunya pernah mengajak anak ke tempat bermain, apakah itu mall yang memiliki tempat bermain “children play-ground” atau “Kid Centre Games”.

Ketika saat bermain telah berakhir. Anda merasa bahwa sekarang saatnya untuk pulang. Anda memberikan waktu 5 menit sebagai peringatan untuk pulang. Harapan Anda nanti setelah 5 menit semuanya akan berjalan dengan baik. Namun, tiba-tiba, hal itu tidak terjadi. Anak Anda merespon dengan tidak hormat.

 "Tidak! Aku tidak ingin pulang! Ibu selalu melarang Aku bermain sesuatu yang menyenangkan! " 

 Hal ini menimbulkan kemarahan yang meningkat dalam diri Anda dalam sekejab. Anda berteriak kembali, "Beraninya kau berbicara seperti itu padaku!" Anak Anda melanjutkan menyahut,” Ibu bahkan tidak mengajak makan enak siang hari ini! Ibu adalah ibu paling kejam yang pernah saya alami!!! " 

Sekarang, kemarahan Anda meledak. "Sekarang, kamu tidak boleh menonton Tv dan play station selama seminggu! " Komunikasi kasar berlanjut. Anda menyeret Anak anda ke mobil, sedikit memukul karena dia melawan dan menjerit kata-kata kasar. Kamu tidak boleh bermain play station lagi. Tidak menghormati bukan perbuatan yang  baik. 

Komunikasi yang tidak sopan adalah masalah bagi banyak anak-anak. 

Kita perlu memastikan untuk mengajar anak-anak bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik dan rasa hormat, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan terbuka dan sopan. Sayangnya, kita sebagai ibu sering tidak bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menghormati orang lain dalam kondisi yang mengesalkan hati kita. Anak yang mendapat “dampratan” yang kasar dari Anda, otak mereka segera tertutup. Yang terjadi kemudian mereka hanya mempertahankan diri dengan apa yang disebut cara “Flight or fight” (terbang atau berantam). Sebaliknya Anda yang juga merasakan kekesalan karena dipicu oleh perilaku anak yang tidak sopan, maka mode otak Anda juga sama sepert anak. Tidak dapat berpikir secara rasional, berteriak, marah dan menghukum mereka.

 Bagaimana caranya untuk berhubungan dengan Anak yang tidak hormat kepada Anda. Saat perasaan Anda tertekan, ingin menghukum atau berteriak kepada anak Anda ,saat itu, saya mengharapkan Anda untuk mencoba salah satu atau lebih dari 7 tanggapan ini: 

Tetap tenang: Apakah hal ini tampak mustahil? Diakui hal ini sangat tidak mudah untuk tetap tenang ketika kita menghadapi anak-anak yang menjadi kasar. Mengcounter mereka rasa tidak hormat mereka dengan sesuatu yang kasar merupakan pesan yang salah. Cara yang terbaik bagi kita saat itu adalah dengan mengambil napas dalam-dalam, menghitung sampai 20 atau mengulangi mantra dan katakan: "Ini bukan hal yang darurat." 

 Identifikasi Perilaku: Lihatlah sesuatu dari perspektif anak Anda. Apakah mereka tertangkap basah? Apakah perkataan Anda membuat mereka merasa tidak nyaman? Apakah mereka merasa tidak berdaya? Tanggapan mereka adalah refleksi dari apa yang mereka rasakan di dalam hatinya. Sayangnya, anak-anak itu belum mampu mengungkapkan dengan kata-kata yang palign tepat untuk merespon Anda.

 Berempati: Bantulah anak Anda memahami perasaan mereka sendiri dengan menawarkan respon empati, "Tampaknya hal ini tidak adil bahwa kita sudah harus sudah pergi sementara kamu masih menikmati!" Atau "Aku tahu itu pasti hal ini sangat sulit bagimu meninggalkan tempat ini karena ini sangat menyenangkan bagimu, tapi pasti ada lain waktu untuk mencobanya.!" Memang anda pasti tidak menyetujui perasaan yang demikian, tetapi hal ini semata-mata demi menjaga agar pengalaman mereka yang berharga itu tak terhalang karena keinginan Anda semata-mata. 

Periksa Waktu: Ada beberapa anak yang dipengaruhi kondisi fisiknya seperti darah rendah gula, rasa lapar atau haus. Ada anak lain yang sangat sensitif terhadap rangsangan lingkungan atau tidak cukup tidur. Apakah kondisi Anak Anda sudah cukup makan? Apakah mereka haus. Berikan kepada mereka gunakan seteguk air? Atau kondisi yang tidak kondusif. Berikan istirahat dari lingkungan yang tidak nyaman? Menawarkan makanan kesukaannya. Aku akan memiliki cracker, apakah kamu junga ingin" 

 Perlahan-lahan: Sangat tidak mudah untuk memjauhi sebuah kemarahan atau ledakan emosi dari seorang anak yang sedang frustasi dan beremosi. Tanggapan bukan dengan kritikan atau keluhan yang keluar dari Anda. Tetapi ajalah anak Anda tenang, lalu Anda mendengarkannya. Seolah Anda merasa banyak informasi yang anak Anda ingin keluarkan. Katakan, jangan berbicara terlalu cepat. Ayo tenang, kita bisa secara baik-baik, dan Ibu akan mengerti jika kami bicara terbuka dan tenang. 

"Let it Go: Kadang-kadang hal yang terbaik bagi Anda adalah tidak memberikan respon, terutama jika Anda tahu bahwa Anak Anda lapar atau lelah dan pembicarannya adalah “otak survival mode "-. Jika Anda tidak dapat menjaga diri Anda sehingga Anda menanggapi dengan cara sarkastik, marah atau tidak sopan. Cara terbaiknya adalah dengan mengabaikan. Setelah semua orang tenang, Anda dapat berbicara dengan anak Anda tentang apa yang terjadi dan bagaimana melakukannya secara berbeda waktu berikutnya. 

Connected: Sering kali apa yang diperlukan saat anak Anda berbuat yang tidak sopan, Anda hanya perlu memeluknya. Pelukan mengakhiri dan membuka luka hati anak Anda. Anak Anda itu perlu suatu rasa aman karena dia sebenarnnya tidak ingin memberontak. 

Berikan pelajaran di hari berikutnya: Seiring dengan apa yang dilakukan secara demonstratif dengan langkah-langkah di atas. Diperlukan pelajaran bagi anak dengan cara berbicara dari hati ke hati. Contoh: “Kamu terlihat sedih karena harus meninggalkan tempat bermain. Apakah kamu dapat cerita kepada Mama mengapa engkau sedih?” “Saya mendengar engkau ingin makan snack? Apakah itu keinginanmu? Ceritakan kepada anak Anda tentang perasaan orangtua mendengar kata-kata Anak yang tidak sopan. Hanya perasaan saja yang diungkapkan bukan kelakuan anak yang salah. Jika kita sebagai orangtua sudah terlanjur marah atau memaki Anak, tak perlu malu untuk minta maaf kepada orangtua. Dengan cara demikian ada keterbukaan apa yang diinginkan dan apa yang dirasakan oleh dua belah pihak. Dengan kondisi yang lembah lembut, tenang, maka proses ketrampilan dapat tercapai, dan akhirnya relasi pun akan makin dekat dan terbuka.

10 Petunjuk Anda telah Melakukan Pekerjaan Anda Sebagai Ibu yang Baik

www.todaysthebestday.com


A Good Mom: Mengenal dan memahami siapa anaknya. Bukan hanya sekedar apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan oleh anaknya. Tetapi dia pemegang peran sebagai “bagaimana anak ini di masa depannya”. Gordon B. Hinckley : Seorang ibu adalah model dari anaknya. Seorang ibu memiliki pengaruh hidup anaknya di masa depan. Pengaruh itu menjadi suatu  “compulsory" .

 A good Mom: Seorang yang memiliki prioritas tinggi bagi kehidupan keluarga . Saat seorang ibu terpaksa pergi tanpa mandi dulu karena kesibukan mengatur keluarga. Saat seorang ibu tertidur di sebuah kursi dengan bayi digendongannya karena kecapeannya mengurusnya semalam suntuk. Saat seorang ibu lebih memilih untuk tinggal di rumah mengurus keluarga di hari Jumat menjelang malam Sabtu, ketimbang ikut dengan teman-temannya ke Klub Kafe. Seorang ibu yang menengok jam telah menunjukkan pukul 22.00, dan melihat semua anaknya telah beres tertidur dengan nyenyak dan nyaman. 

A good mom had bad days: Seorang ibu yang pada hari itu merasa kapan hari itu akan berakhir. Seorang ibu yang hanya ingin tinggal di kamar mandi tanpa ingin merasakan kepanikannya mendengar teriakan anak-anaknya yang tidak menurut.

 A good mom had good days: Seorang ibu tidak selalu mengalami hari yang tidak nyaman atau mengesalkan. Tetapi ada kalanya seorang ibu mengalami hal-hal yang luar biasa lancar seperti yang diinginkannya. Anaknya bangun pagi dan langsung mengenakan pakaiannya sendiri, makan pagi dengan bahagian, lalu pergi ke sekolah. Berlari dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Semuanya berjalan tanpa halangan apa pun. 

A good mom memahami “kesederhanaan”, Seorang ibu tak perlu mengerjakan semuanya. Dia mengetahui kapan mengatakan “tidak “ kepada anaknya . Mengetahui kapan persisnya harus pergi dan kapan harus di rumah. Paling penting adalah menghabiskan waktu untuk bermain bersama anaknya-anaknya, main “puzzle”, main bersama.

 A good mom adalah seorang ibu yang tidak selalu harus penuh energi, tetapi dapat menikmati istirahat yang tenang dan tidur malam meskipun masih waktunya jam 7.00 malam. Doa , harapan dan kekhawatiran

A good mom adalah mudah untuk istirahat, menjadi ibu yang sesungguhnya. Kekhawatiran menjadi seorang ibu menunjukkan bahwa Anda sudah menjadi seorang ibu yang baik. 

A good mom adalah ibu yang memberikan dorongan dan suppor. Mendampingi anak-anak ketika saat yang sulit dalam ujian atau ulangan atau sedang menghadapi kesedihan karena kehilangan teman, mendapatkan angka yang jelek. Memberikan pelukan yang erat kepada anaknya ketika menangis. Ikut hadir dalam performance atau penampilan dari talentanya. Membacakan cerita saat tidur. Mengantarkan anak ke sekolah. Anak anda mengetahui bahwa anda mencintainya.

A good mom adalah seorang ibu yang mengetahui bagaimana menertawakan hal-hal yang terjadi. Setiap momen yang mengesalkan dan tidak sesuai dengan keinginan, lebih baik tertawa daripada mengomel. Menjalani kehidupan dalam keseharian jika dilakukan dengan tertawa lebih terasa enteng dibandingkan dengan mengomel.

 A good mom adalah adalah seorang ibu yang tidak sempurna. Dia dapat berbuat kesalahan, mengatakan kepada dirinya sendiri: “mengapa aku sebodoh ini?”, frustrasi, bingung, kesal . Seorang ibu yang baik akan belajar dari kesalahannya , untuk bertindak lebih baik dari apa yang terjadi sebelumnya. 

Cara Sederhana untuk Mengucapkan Terima Kasih Kepada Ibu/Bundamu


Hidup bersama dengan ibu sebagai orang tua dari kecil hingga dewasa, kadang-kadang kita lupa untuk menyatakan rasa cinta kepada orangtua. Kata-kata yang sangat sederhana dan penuh makna dilandasi cinta menjadikan ucapan syukur atau penghargaan anak terhadap ibunya.

 Berikut ini adalah kata-kata sederhana yang dapat Anda ucapkan kepada ibumu sebelum terlambat. "Meskipun aku sekarang sudah dewasa dan tidak memerlukan dirimu seperti ketika aku kecil, Ibu adalah satu-satunya orang yang merawat saat aku sakit dan engkau mendampingi sampai aku merasa semuanya akan lebih baik lagi”.

 "Aku telah memecahkan lampu ketika aku berumur 5 tahun. Ibu mengetahui hal itu, tetapi engkau tetap mencintaiku dan aku berterima kasih atas cintamu."

 "Sekarang aku telah menjadi seorang ibu juga. Aku akhirnya memahami betapa engkau sangat mencintai diriku, terima kasih. " "Terima kasih untuk masih tetap mencium keningku meskipun aku merasa malu dan hal ini sudah tidak tepat lagi bagiku." 

"Aku senang engkau memperkenalkan kepada diriku diet tanpa Handphone meskipun aku tak bisa melewatinya tanpa hal itu." 

"Engkau benar bahwa rokku terlalu pendek!!!!"

 "Kau mengatakan belasan kali betapa bangganya dirimu tentang aku -. Tapi aku tidak pernah berpikir betapa bangganya diriku atas cinta dan kasihmu yang telah kau berikan ."

 "Aku tidak mengetahui bagaimana engkau dapat melakukannya, Ibu seorang yang sangat hebat, engkau mengirimkan teks cinta terhadap seorang anak persis apa yang sedang kubutuhkan."

 "Engkau mengajarku berulang kali bagaimana mencuri piring dengan benar, sampai aku berhasil melakukannya dengan baik.” 

"Aku sangat menghargai Ibu tidak mengusir diriku saat aku terlambat pulang. Aku tak pernah minta maaf kepadamu." 

"Ketika aku terlihat lelah, dan Ibu mengatakan bahwa sepatuku jauh lebih menarik dari diriku (karena kebandelanku).” 

 "Aku hanya pernah mengatakan sekali saja bahwa resepmu lebih baik dari kepunyaanku.” 

 "Terima kasih untuk menyarankan agar aku tetap mencintaimu seperti seorang anak kecil.”

 "Suamiku jatuh cinta kepadaku mencicipi masakanku. Aku belajar bagaimana memasak darimu." 

 "Terima kasih engkau sudah mengundang teman-teman lamamu. Meskipin pada awalnya, aku tidak senang dengan hal itu. Tapi aku memahami saat engkau sudah tidak ada lagi, ternyata teman-teman lamamu itu menjadi kenangan bagiku.

 "Aku berkata mencintaimu, tapi tindakanku mengatakan sebaliknya." 

 "Ibu adalah Pemenang terhebat yang aku miliki.” “Aku sangat mencintai dirimu.”