Loading

Slide Bar

Share

HARI PANGAN SEDUNIA: Pembangunan Pertanian dan Peternakan

Artikel Lomba Hari Pangan Sedunia 2015 diselenggarakan PERGIZI PANGAN Indonesia

Sumber : http://bkp.pertanian.go.id
Pembangunan Pertanian: 

Hari Pangan Sedunia adalah waktunya yang tepat untuk melihat kebijakan pembangunan negara di sektor pertanian.  Di Indonesia, pembangunan pertanian boleh dikatakan sangat minim. Lahan-lahan pertanian makin menghilang dan digantikan dengan lahan komersial. Mengapa kebijakan ini sangat minim. 

Diibaratkan bahwa pembangunan di sektor pertanian ini seperti kisah seorang anak yang berada di dalam rimba belantara. Di rimba ini, anak itu bertemu dengan binatang buas. Menyadari bahwa dirinya tidak berdaya menghadapi bintang itu, si anak memilih lari menjauh . Ayunan kakinya mendadak terhenti saat di melihat sungai di depannya. Karena takut tenggelam si anak memilih jalan lain, tetapi alam berkata lain. Hutan itu rupanya dikelilingi dengan sungai dan tidak ada satu pun jalan menyeberang. 

Pilihan hanya dua. Membiarkan tubuhnya dimangsa binatang atau secepatnya mencari cara menyeberangi sungai dengan berbagai resiko. Perdagangan bebas tak ubahnya hutan belantara. Agar pasar Indonesia tidak dimangsa oleh negara lain, komoditas dan produk pertanian Indonesia harus memiliki daya saing yang tinggi. 

Oleh karena itu setiap produk yang dihasilkan harus efisien dan berkualitas. Komoditas pertanian seperti produksi pangan (beras, jagung, dan kedelai), hortikultura (buah,sayur, dan tanaman hias), dan peternakan (ayam, telur,sapi) tidak semua untuk dikonsumsi secara langsung. Komoditas tersebut juga harus mampu memasok bahan baku bagi industri olahan yang produknya bisa bersaing dengan produk sama dari negara lain. 

Jika produk olahan Indonesia tidak memiliki kualitas dan murah, mustahil produk olahan itu mampu bersaing di pasar domestik maupon ekspor. Untuk mendapatkan daya saing yang baik, maka produk olahan yang dihasilkan dari sistem budidaya pertanian yang efisien. Biaya produksinya harus rendah, tetapi produktivitasnya tinggi. Agar biaya produksi renda, skala usaha harus besar dan produktivitas harus tinggi. 

Faktanya, produktivitas tanaman pertanian Indonesia pada umumnya lebih baik ketimbang negara lain. Untuk beberapa jenis komoditas memang kita kalah, misalnya kedelai dan sebagian hortikultura yang merupakan pangan dan gizi. Menambah skala dan budidaya pertanian tidak mudah. Seperti yang dialami anak kecil yang diibaratkan petani tulang punggung pangan dan gizi bangsaku terjepit memilih jalan lain. Banyak komoditas impor yang membanjiri  membuat petani pejuang pangan dan gizi bangsaku, atau petani hidup dan mati bangsaku dan petani tulang punggung pangan dan gizi bangsaku harus bertempur dari gempuran itu. Reformasi agaria menjadi jembatan tercapainya peningkatan skala usaha pertanian yang tak kunjung dilaksanakan. Petani berteriak pendapatannya turun dan hidupnya makin berat akibat skala usaha yang terus menyempit. Gejolak harga berulang kali terjadi. Kebijakan Pembangunan pertanian harus secepatnya dirubah.

Pembangunan Peternakan:

Tantangan terberat dari pembangunan peternakan di Indonesia adalah tidak adanya regenerasi peternak.  Ketika salah seorang peternak sapi di daerah Ramsdonk, Belanda memberikan keterangan kepada peternak Indonesia mengapa mereka tak tertarik agar ada generasi muda untuk menjadi peternak. Jawabannya beberapa anak muda masih menganggap peternakan adalah sektor yang belum modern. Mereka tidak mau kotor untuk menangani usaha peternakan.  Akibatnya mereka memilih pekerjaan lain.

Ketika harga komoditas peternakan seperti susu turun, hal ini mendorong anak muda tidak mau bekerja di peternakan sapi. Insentif usaha di peternakan berkurang.  Walaupun uniknya banyak anak muda yang studi peternakan meningkat.  Para peternak di Indonesia menunggu sampai di antara anak mereka untuk jadi penerus usaha peternakan. Jika ada, mereka menyekolahkan anak untuk studi peternakan.

Memang peternakan di Belanda sangat modern.  Tentu hal ini tidak mungkin segera diadopsi oleh peternak Indonesia. Selain investasinya mahal, seperti untuk robot pemerah susu sekitar Rp.1.6 miliar. Tetapi dari sisi pengelolaan ia memiliki 150 ekor sapi yang mengaku hal ini sulit diterapkan.

Yang dapat dilakukan atau diadopsi dari pelajaran peternakan di Belanda adalah soal pengamatan perilaku hewan. Peternak Belanda mengamati secara detail kondisi fisik sapi, dari mata,gerak,hingga perubahan kebiasaan sapi.

Ini dapat memberikan informasi tentang kesehatan sapi.  Peternak sering rugi karena kesehatan sapi berkurang.  Mereka terlambat mengetahuinya, dan biayanya lebih besar.

Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Pangan Sedunia:
Pergizi Pangan Indonesia

Sumber informasi:

  • Regenerasi Peternak Jadi Tantangan - Kompas
  • Minimnya Skala Usaha  - Kompas

Menjawab Tantangan Anak yang Ingin Serba Tahu



Masih ingatkah Anda ketika anak masih bayi, dia hanya bisa tidur, makan, menangis, dan minum susu.  Berkembang menjadi lebih besar , adalah kepandaian yang mengikutinya.  Mulai belajar melihat dunia sekililingnya, bertanya dengan bermacam-macam pertanyaan.

Pertanyaan yang kadang-kadang tidak pernah terpikirkan datang dari seorang anak. Contohnya:  mamah dari mana aku datang?    Atau yang juga sulit untuk dijawab:  Jika aku dilahirkan dari mamah, kenapa anak lelaki tidak bisa melahirkan?

Tentu sebagai orangtua yang baik dan benar, perlu jawaban yang jujur dan benar.  Pastinya harus mengingat tingkat umur atau usia anak. Jawabannya dapat dengan memberikan contoh gambar tentang reproduksi dari seorang anak. Bahasanya disesuaikan dengan umur anak, sederhana, tetapi jelas.

Ada kalanya, anak tidak puas dengan satu pertanyaan yang seringkali diulang lagi.  Ada dua hal yang perlu dicermati, apakah anak itu hanya perlu perhatian saja atau apakah anak itu memang anak yang kritis. Jika anak itu hanya perlu perhatian, tentunya kita bisa balik bertanya kepadanya:  Menurut Dita bagaimana jika anak itu dilahirkan oleh mamah.  Di sini anak ditantang untuk mengingat dan menjawab sendiri tentang apa yang sudah dipahaminya.

Jika anak itu memang kritis dan terus bertanya mulai dari apakah manusia itu harus makan?  Makannya untuk apa?  Jika tidak makan dan mati, bagaimana dengan teman-temannya?   Tentu itu butuh perjuangan untuk menjawab satu persatu dan mengingat konsep tentang kehidupan manusia.

Jujurlah pada saat kita sebagai orangtua tidak bisa menjawab pertanyaan anak.  Orangtua yang jujur akan mengatakan:” Mamah belum tahu tentang hal ini, mamah harus mencarinya di buku atau google. Nanti kalau sudah ketemu, mamah akan beritahukan lagi”.

Beberapa orangtua yang tak menyadari bahwa anak itu butuh jawaban dan membiarkan anak itu tanpa ada jawaban, akan menyulitkan anak itu sendiri.   Anak akan berusaha keras untuk mendapat cari jawaban baik dari orang lain maupun dari buku yang dibacanya . Tentu yang mengkhawatirkan jawaban dari orang lain belum tentu benar, bahkan mungkin merupakan jawaban yang salah.  Apalagi jika anak mencari jawaban sendiri tanpa bimbingan, tentunya dia akan mendapat konsep yang belum tentu benar. 
Luangkan waktu dengan anak untuk memberikan jawaban yang memuaskan dan memberikan pengetahuan baru baginya.