Loading

Slide Bar

Share

Menjawab Tantangan Anak yang Ingin Serba Tahu



Masih ingatkah Anda ketika anak masih bayi, dia hanya bisa tidur, makan, menangis, dan minum susu.  Berkembang menjadi lebih besar , adalah kepandaian yang mengikutinya.  Mulai belajar melihat dunia sekililingnya, bertanya dengan bermacam-macam pertanyaan.

Pertanyaan yang kadang-kadang tidak pernah terpikirkan datang dari seorang anak. Contohnya:  mamah dari mana aku datang?    Atau yang juga sulit untuk dijawab:  Jika aku dilahirkan dari mamah, kenapa anak lelaki tidak bisa melahirkan?

Tentu sebagai orangtua yang baik dan benar, perlu jawaban yang jujur dan benar.  Pastinya harus mengingat tingkat umur atau usia anak. Jawabannya dapat dengan memberikan contoh gambar tentang reproduksi dari seorang anak. Bahasanya disesuaikan dengan umur anak, sederhana, tetapi jelas.

Ada kalanya, anak tidak puas dengan satu pertanyaan yang seringkali diulang lagi.  Ada dua hal yang perlu dicermati, apakah anak itu hanya perlu perhatian saja atau apakah anak itu memang anak yang kritis. Jika anak itu hanya perlu perhatian, tentunya kita bisa balik bertanya kepadanya:  Menurut Dita bagaimana jika anak itu dilahirkan oleh mamah.  Di sini anak ditantang untuk mengingat dan menjawab sendiri tentang apa yang sudah dipahaminya.

Jika anak itu memang kritis dan terus bertanya mulai dari apakah manusia itu harus makan?  Makannya untuk apa?  Jika tidak makan dan mati, bagaimana dengan teman-temannya?   Tentu itu butuh perjuangan untuk menjawab satu persatu dan mengingat konsep tentang kehidupan manusia.

Jujurlah pada saat kita sebagai orangtua tidak bisa menjawab pertanyaan anak.  Orangtua yang jujur akan mengatakan:” Mamah belum tahu tentang hal ini, mamah harus mencarinya di buku atau google. Nanti kalau sudah ketemu, mamah akan beritahukan lagi”.

Beberapa orangtua yang tak menyadari bahwa anak itu butuh jawaban dan membiarkan anak itu tanpa ada jawaban, akan menyulitkan anak itu sendiri.   Anak akan berusaha keras untuk mendapat cari jawaban baik dari orang lain maupun dari buku yang dibacanya . Tentu yang mengkhawatirkan jawaban dari orang lain belum tentu benar, bahkan mungkin merupakan jawaban yang salah.  Apalagi jika anak mencari jawaban sendiri tanpa bimbingan, tentunya dia akan mendapat konsep yang belum tentu benar. 
Luangkan waktu dengan anak untuk memberikan jawaban yang memuaskan dan memberikan pengetahuan baru baginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...