Masih ingatkah Anda ketika anak masih bayi, dia hanya bisa
tidur, makan, menangis, dan minum susu.
Berkembang menjadi lebih besar , adalah kepandaian yang
mengikutinya. Mulai belajar melihat
dunia sekililingnya, bertanya dengan bermacam-macam pertanyaan.
Pertanyaan yang kadang-kadang tidak pernah terpikirkan
datang dari seorang anak. Contohnya:
mamah dari mana aku datang?
Atau yang juga sulit untuk dijawab:
Jika aku dilahirkan dari mamah, kenapa anak lelaki tidak bisa
melahirkan?
Tentu sebagai orangtua yang baik dan benar, perlu jawaban
yang jujur dan benar. Pastinya harus
mengingat tingkat umur atau usia anak. Jawabannya dapat dengan memberikan
contoh gambar tentang reproduksi dari seorang anak. Bahasanya disesuaikan
dengan umur anak, sederhana, tetapi jelas.
Ada kalanya, anak tidak puas dengan satu pertanyaan yang
seringkali diulang lagi. Ada dua hal
yang perlu dicermati, apakah anak itu hanya perlu perhatian saja atau apakah
anak itu memang anak yang kritis. Jika anak itu hanya perlu perhatian, tentunya
kita bisa balik bertanya kepadanya:
Menurut Dita bagaimana jika anak itu dilahirkan oleh mamah. Di sini anak ditantang untuk mengingat dan
menjawab sendiri tentang apa yang sudah dipahaminya.
Jika anak itu memang kritis dan terus bertanya mulai dari
apakah manusia itu harus makan? Makannya
untuk apa? Jika tidak makan dan mati,
bagaimana dengan teman-temannya? Tentu
itu butuh perjuangan untuk menjawab satu persatu dan mengingat konsep tentang
kehidupan manusia.
Jujurlah pada saat kita sebagai orangtua tidak bisa menjawab
pertanyaan anak. Orangtua yang jujur
akan mengatakan:” Mamah belum tahu tentang hal ini, mamah harus mencarinya di
buku atau google. Nanti kalau sudah ketemu, mamah akan beritahukan lagi”.
Beberapa orangtua yang tak menyadari bahwa anak itu butuh
jawaban dan membiarkan anak itu tanpa ada jawaban, akan menyulitkan anak itu
sendiri. Anak akan berusaha keras untuk
mendapat cari jawaban baik dari orang lain maupun dari buku yang dibacanya .
Tentu yang mengkhawatirkan jawaban dari orang lain belum tentu benar, bahkan
mungkin merupakan jawaban yang salah.
Apalagi jika anak mencari jawaban sendiri tanpa bimbingan, tentunya dia
akan mendapat konsep yang belum tentu benar.
Luangkan waktu dengan anak untuk memberikan jawaban yang
memuaskan dan memberikan pengetahuan baru baginya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar