"It’s easy to respond to your child's aggression with yelling or anger, but remember, your child is looking to you for cues on how to control his impulses and have good behavior."
Berita yang mengejutkan datangnya dari Bukittinggi. Seorang siswi yang dikroyok oleh teman-temannya setelah melakukan “bullying” atau mengolok.
Videonya segera beredar di seluruh antero Indonesia. Apakah manfaat untuk mengedarkan video kekerasan? Justru akan membangkitkan tiruan bagi anak-anak yang menonton.
Semangat untuk memerangi kekerasan anak di sekolah, baik itu kekerasan berbentuk phisik, psikis maupun sexual harus segera diakhiri. Jika tidak, maka gunung es ini akan segera mencair dan membentuk korban-korban baru yang bergelimpangan.
Apa bentuk kekerasan Phisik?
- Memukul
- Menendang
- Merajam
- Mencubit
Apa bentuk kekerasan psikis?
- Mengejek, mengolok-olok
- Merendahkan teman/orang lain
- Mengisolasi
Apa bentuk kekerasan sexual?
- Mengajak berbuat “sex”
- Merayu untuk selanjutnya ke perbuatan “sex”
- Berbagai macam kelainan bentuk sex
Siapa saja yang terlibat dalam melindungi anak dari kekerasan?
- Keluarga
- Sekolah/Pendidik/Guru
- Lingkungan
Dalam lingkup yang paling kecil yaitu Keluarga adalah pelindung anak dari kekerasan. Alasannya adalah sejak awal anak dididik di keluarga. Oleh karena itu, sebagai orangtua penting sekali mengawal pendidikan anak tanpa adanya kekerasan. Dimulai dengan hubungan ayah, ibu yang harmonis. Jika dalam keluarga terdapat KDRT, anak akan mengalami trauma yang membawanya ke dalam “persepsi kekerasan”.
Dengan keharmonisan keluarga, maka ibu yang memiliki peran penting dan besar dalam mendidik anak sejak kecil sebaiknya tak memperkenalkan media atau game yang banyak menawarkan kekerasan.
Bagaimana pengaruh game terhadap kekerasan anak?
Studi yang telah dilakukan oleh Assosiasi Psikolog Amerika membuktikan bahwa lirik yang keras dan hasil menonton game yang ternyata membawa dampak agresifitas pikiran dan perasaan anak.Serangkaian test diberikan kepada beberapa anak untuk mendengar dan melihat lirik dan video game. Hasil temuannya adalah sebagai berikut:
- Video kekerasan membawa anak lebih agresif dalam kelakukan maupun perkataan.
- Lagu-lagu kekerasan menimbulkan perasaan permusuhan walaupun tanpa ancaman.
- Lagu-lagu humor kekerasan menimbulkan pikiran permusuhan.
Pada awalnya, anak yang berusia 18 bulan hingga 2 tahun, sulit untuk mengkomunikasikan kebutuhannya kepada orangtua atau kepada orang terdekatnya atau bahkan kepada temannya. Kelakuan yang negatif adalah salah satu cara yang dipilihnya untuk mengungkapkan kebutuhannya. Untuk anak yang usianya lebih tua, 3-6 tahun, kelakuan yang negatif dan agresifitasnya adalah cara untuk mengkomunikasikan ketika mereka menghadapi situasi yang sulit.
Penyebab dari kelakuan agresif itu kemungkinan adalah berikut ini:
- Mempertahankan diri sendiri
- Stres
- Kurangnya pekerjaan rutin
- Frustrasi atau kemarahan
- Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik
- Stimulasi yang sangat berlebihan
- Kelelahan
- Kurang pengawasan
- Meniru agresifitas dari temannya
Suatu hal yang perlu dimulai adalah awasi anak anda untuk melihat ciri dari salah situasi yang menyebabkan dia berlaku agresif. Pelajari sebanyak mungkin faktor-faktor tentang tindakan agresif.
Berikut ini adalah ringkasan bagaimana anda sebagai orangtua dapat membantu anak dalam agresi/serangan dan agar mereka menyadarinya untuk tenang atau mencari cara alternatif untuk menyelesaikannya. Jika mereka tidak menyelesaikannya dengan baik, maka berikan perintah agar menstop agresinya. Setiap perbuatan ada konsekuensi, baik perbuatan baik maupun buruk.Bantulah anak untuk menentukan pilihan yang terbaik baginya, juga ketika mereka bersama temannya. Apabila anda telah menjelaskan secara mendetail alasan mengapa anak anda bertindak agresif, saatnya anda untuk intervensi.
Saatnya turun tangan dan Stop
Saat dia berbuat agresif, segara anda turun tangan dan mengeluarkannya dari situasi . Jangan terlalu memberikan perhatian kepadanya. Hal ini dimaksudkan agar dia mengerti bahwa anda tidak memberikan fokus kepada kelakuannya yang jelek. Perhatian yang terlalu banyak akan membuat masalah berubah menjadi “pembicaraan”. Anak anda mungkin tak menyukai penjelasan yang panjang lebar mengenai kelakuannya yang jelek. Statement sederhana yang perlu ditekankan untuk kelakuan yang jelek adalah “Jangan memukul”, dengan demikian pandangan anda kepada korban jauh lebih baik. Jangan sekali-kali berteriak kepada anak anda untuk memberikan perhatian kepada korban. Paksakan anak untuk minta maaf kepada korban. Jika anak anda anda belum dapat juga tenang, pindahkan dari tempat kejadian. Bawa ke tempat yang lain. Setelah dia selesaikan dirinya sendiri untuk tenang, dan siap untuk bicara, barulah berbicara. Hal ini salah cara bagi anak anda untuk mengetahui bahwa dia harus tenang dahulu, setelah itu tanggung jawabnya untuk dia berbicara dan berlaku sepantasnya .
Turunkan nada suara Anda – Jangan naikkan:
Sebagai orangtua, kami butuh memperlihatkan “self-control” dan menggunakan kata bijak jika kita ingin anak kita berbuat yang sama. Sangat mudah untuk berteriak atau marah, tapi ingatlah bahwa anak anda melihat anda sebagai teladan bagaimana mengontrol dorongan hati atau kekesalan dan mampu melakukan dengan baik. Kemungkinan sangat memalukan memiliki anak yang mempunyai perbuatan tidak baik, tetapi inglah bahwa anak-anak ini masih dalam “taraf navigasi” menuju ke lingkaran sosial. Beberapa anak mengalami kesulitan untuk tidak berbuat “over-react” atau menujukan kepribadiannya.
Tehnik yang sangat berhasil bagi beberapa anak adalah dengan merubah volume dan nada suara anda. Anda dapat berhasil membantu anak anda tenang dengan menurunkan nada suara ketika menghadapi korban anak anda juga. Jika anda anda tidak dapat juga tenang, sebelum membantu temannya, katakan dengan tenang: “Saya ingin kamu (anak anda) tenang sekarang ini!” Saya akan membantu Johan (temannya yang jadi korban). Setelah selesai, barulah kamu boleh berteriak!” Untuk beberapa anak hal ini dapat berhasil dan setelah mereka dapat tenang, segera anda merasa bebas dan berikan pujian kepadanya: “Terima kasih kamu telah berhasil tenang. Kita tak boleh mencubit. Cubitan akan melukainya dan membuatnya sedih.” Ulangi kata-kata “Kamu tidak boleh mencubit”. Beritahukan kepadanya konsekuensi jika ia tidak tenang, anda akan meningalkannnya. Tenang dan tinggalkan dia jika ia “tantrum”. Kebanyakan anak-anak tidak akan melanjutkan perbuatannya jika tidak ada lagi penonton atau orang yang dapat melihatnya.
Latihlah cara-cara untuk meredakan kemarahan anak anda
Bagi anak-anak berusia 3-7, bantulah anak anda untuk mengenali kemarahannya dengan mengatakan : “Saya paham kamu marah, tetapi kamu tak perlu memukul. Tidak ada lagi pukulan. Anda dapat membantunya dengan memberikan latihan saat anak anda telah tenang. Anda dapat berkata : “Saya marah. Dan saya tinggalkan ruangan ini.” Anda juga dapat mengajarkan anak anda mengurangi kemarahan dengan cara berhitung dari 1 hingga 10, sampai kemarahan anak anda mereda. Lakukan dengan bernafas dalam-dalam. Bagaimana menggunakan kata : “Saya benar-benar marah sat ini!” Semuda metode ini dapat membantuk kemarahan anak anda berfokus dan ajarkan mereka untuk menyadari mengeal emosinya. Sebelum anda memasuki situasi sosial yang sulit, pelajari konsekuensi anak anda jika dia tidak dapat mengkontril kemarahannya. Ajak anadak anda mengontrolnya. Katakan kepadanya: “Saya percaya kamu dapat mengontrol emosimu, namun jika tidak, saya akan meninggalkanmu dan akan kembali setelah kemarahanmu mereda.” Pastikan bahwa anda melakukan apa yang anda katakan (konsekuen).
Ajarlah kepada anak anda bahwa agresif itu tidak baik, salah!
Pada saat tenang, sangat penting untuk berbicara kepada anak anda tentang agresif. Dengan suara yang jelas, katakan kepadanya bahwa pemukulan, pencubitan, penendangan dan kelakuan agresif lainnya adalah salah. Untuk anak yang lebih muda (18 bulan-2 tahun), dapat dilakukan dengan sangat sederhana. Pegang tangannya dan katakan : “Tidak boleh memukul. Itu tidak baik!” Ingatlah anda dapat mengatakannya berkali-kali menggunakan kata yang sama, hingga anak anda memahaminya. Anda harus tegas dan konsisten setiap kali menghadapi anak yang agresif. Anda harus punya rencana tindakan jika konsekuensi dari agresif ini dilakukan lagi. Di rumah, dapat diterapkan“time-out” duduk di suatu kursi, jauh dari semua orang dimana anak anda merasa sendirian . Jika anda berada di luar rumah, pilih tempat yang aman, seperti “time-out di dalam tempat duduk di mobil. Cara ini menekankan bahwa anak anda keluar dari kesukaannya. Ini menekankan bahwa anda tidak mentoleransi agresif dalam segala bentuknya.
Katakan kepada anak anda “Gunakan kata-katamu”
Berkali-kali anak yang memiliki tindakan agresif sesungguhnya skill komunikasi yang diperlukan membantunya dalam situasi yang menegangkan. Untuk anak kecil, pencubitan, pukulan terhadap seseorang sangat mudah. Sering anak agresif memberikan kesan yang salah bagi anak karena merasa jauh lebih kuat dari temannya. Anda harus dapat melakukan diplomasi dalam situasi yang sulit. Bantulah anak anda dengan menjelaskan dan melatih kata-kata mereka. Anda dapat membantu mereka untuk menggantikan sikap agresif dengan berlaku yang dapat diterima oleh masyarakat.
Ajarkan anada anda untuk berkata : “Tidak!”” kepada temannya bukan sebaliknya berlaku secara agresif. Sering anak berlaku secara negatif kepada temannya dimana seharusnya dia menegaskan dirinya dengan mengatakan “Tidak” kepada temannya.
Berikan contoh-contoh kalimat ketika anak anda merasa marah dan frustrasi kepada temannya. Misalnya : “Ini milik saya”, “Saya tak menyukai hal itu!” “Stop”, “Saya sakit hati”.
Sadarilah Keterbatasan Anak Anda
Anda harus mengenal lebih jauh dari situasi yang berfluktuasi dan meletakkan anak anda dari aktivitas yang berbeda untuk menghindari konfrontasi agresif. Jika anak anda menjadi target di suatu play group, maka hindari anak anda berada di play group. Jika ada permainan, video game yang membuat dirinya frustrasi, hindari permainan dan video game itu. Jika anak anda capai, haus, atau terlalu banyak stimulasi, ajaklah aktivitas yang lebih ringan. Untuk anak yang leibh tua, berbicara secara terbuka dan bekerja sama untuk mendapatkan solusi dari problem yang akan datang.
Hargai atas usahanya.
Berikan pujian atas kerja keras dan usahanya. Sebagai contoh, ketika anda mengobservasi anak anda bekerja sama dalam bermain bersama temannya, katakan bahwa anda sangat bangga atas kerja samanya dan selalu usahakan untuk memilih kata yang baik sebagai pengganti dari kata yang kasar yang dapat membuat agresif. Selalu berusaha untuk memuji pekerjaan dan sikap dan tindakannya yang baik sebagai cara untuk memotivasi anak anda untuk lebih baik lagi di masa datang.
Jangan Lakukan hal-hal berikut ini:
Tidak pernah memukul dan memukul kembali. Hal ini cara untuk mengajarkan anak anda suatu pelajaran bagaimana menjadi korban dari agresif. Jika anda berlaku kekanak-kanakan, anda mengajarkan kepada anak anda bahwa agresif adalah jawaban untuk menyelesaikan konflik. Meskipun ini sulit, usahakan sekuat anda untuk dalam ketenangan.
Jangan biarkan anak anda melihat kekerasan dalam tontonan televisi atau video games .Seringkali TV dan video menyajikan karakter kekerasan sebagai pahlawan. Bahkan ada yang membuatnya seolah bahwa kekerasan adalah alat untuk mengakhiri problem. Pesan ini dapat dihindari dengan stop kebiasaan melihat TV atau video game yang dapat mempengaruhi anak anda. Anak anda mungkin akan terpengaruh dalam sikapnya yang agresif terhadap temannya. Dengan mengetahui temperemen anak anda dan apa yang membuatnya bertahan tidak bersikap jelek, maka anda dapat membantunya untuk bersikap sebaik mungkin.
Jangan mengambil hati atas sikap anak anda yang tidak baik. Seringkali orangtua frustrasi dan marah ketika anak mereka agresif. Beberapa kali kita merasa bahwa sikap anak yang tidak baik adalah refleksi dari skil parenting . Jika kita memiliki anak yang agresif, rubahlah fokus anda dalam membantu mereka untuk mengexpresikan dirinya dengan cara yang lebih