Loading

Slide Bar

Share

Menghadapai sulitnya “anak remaja” yang bergejolak



Sering saya mendengar orangtua mengeluh:  “Dulu anak saya sangat manis ketika masih kecil, sekarang senang melawan, memberontak dan tak mau menurut”
Dunia remaja penuh dengan dinamika dan gejolak.  Para remja ingin menunjukan identitas diri, ingin diakui oleh orangtua maupun teman-temannya, ingin menonjol di antara teman-temannya.  Ingin les gitar, ingin les piano, ingin les komputer, ketika diberikan, stop setengah jalan.. Tidak dilanjutkan kembali.   Sebagai orangtua tentunya tak memahami apa sebenarnya keinginan dan kebutuhan anak ?

Definisi Penerimaan Sosial Bagi Remaja
Dunia remaja dituntut untuk menguasai berbagai macam ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya.  Ketrampilan sosial dan penyesuaian sosial ini sangat penting bagi anak masa remaja.  Anak remaja memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dan dia dipengaruhi oleh teman dan lingkungan sosial dimana dia bergaul.   Inilah yang disebut psikososial.  Agar dia diterima, tentu dia harus belajar ketrampilan sosial.  Masa adaptasi inilah yang paling sulit dialaminya.

Definisi pacaran
Remaja mulai dengan hubungan intim dan kental dengan teman wanita bila anak itu pria , atau teman laki bila anak itu wanita.  Pengetahuan tentang kapan anak dapat berpacaran. Sebaiknya pada usia 20 tahun . Definisi pacaran adalah mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang ke perkawinan.  Sebaiknya anak remaja harus mengetahui persiapan mental, phisik, tanggung jawab sebuah perkawinan jika dia sudah mulai pacaran.

Perkembangan Psikologi Remaja
Masa transisi dari anak-anak menjadi remaja, adalah periode yang sering disebut “badai dan topan”, dimana ketegangan emosi yang meninggi karena perubahan phisik dan kelenjar. Emosinya sering meledak-ledak sulit dikendalikan, cepat depresi (putus asa, sedih), melawan, memberontak.  Emosi ini disebabkan konflik peran yang sedang dialami remaja.  Perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan emosi remaja

Menangani Remaja

  • Memahami emosi dan perkembangan psikologis remaja

  • Memberikan waktu untuk tenang jika ada masalah

  • Memberikan dan menuangkan dalam komunikasi  “Kamu sedih kamu tidak dapat mendapatkan apa yang kamu inginkan, meraih angka baik walaupun kamu sudah belajar”

  •  Memahami kekecewaannya:  “Mamah dan papah memahami betapa kecewanya kamu, usahamu sudah maksimal tetapi tidak dapat angka seperti yang engkau harapkan”

  • Memberikan harapan atau solusi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan remaja: “Jika ada hal yang bisa mamah/papah bantu untuk lebih memaximalkan atau memperbaiki angkamu, dengan senang hati mamah/papah bersedia bantu” 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...