Loading

Slide Bar

Share

BEDA RESOLUSI ANTARA ANAK DAN ORANGTUA

Di awal tahun setiap orang berlomba-lomba membuat komitmen baru atau dikenal sebagai resolusi.  Resolusi bukan dimiliki oleh orangtua saja atau dewasa muda, tetapi juga penting bagi sebuah keluarga. Dimulai dari ayah, ibu hingga buah hati mereka.

Secara historis membuat resolisi itu sebenarnya sudah ada sejak masa lampau.  Dalam sejarah hal itu telah terjadi sejak bangsa Romawi menjadi pelopor.

Nenek moyangnya membuat resolusi tahun baru dengan saling memaafkan dan bertukar kado untuk memperoleh keberuntungan di masa depan. Tradisi ini sekaligus menjadi penghormatan kepada Janus, Dewa Romawi bermuka dua, did epan dan belakang. Dengan memiliki dua wajah itu, Janus memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu dan masa depan.

Sekarang tradisi membuat resolusi ini telah menjadi tradisi universal. Semua demi meraih masa depan , asa dan kehidupan yang lebih baik.

Untuk menularkan tradisi ini kepada putra-putri anda, sebuah American Academy Petriatics merekomendasikan unutk membedakan pembuatan resolusi awal tahun sesuai usia anak.

  • Usia anak pra-sekolah:   resolusinya dibuat sederhana. Contohnya :  sudah dapat menyikat gigi, mencuci tangan, dan membereskan mainan sendiri , bersikap baik terhadap hewan peliharaan.
  • Usia balita :   belajar mendengarkan nasehat orangtua, melatih ketrampilan, belajar tanpa harus didampingi oleh orangtua, membereskan alat-alat sekolah sendiri.
  • Usia lima hingga 12 tahun:   memahami apa arti resolusi, aktif dalam membantu orangtua membersihkan rumah, pekerjaan rumah tangga, ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial dalam lingkungan, membantu teman yang membutuhkan pertolongan
Tentu saja orangtua tidak boleh banyak berharap bahwa resolusi yang dibuat oleh anak itu harus dicapai.  Harapan yang tidak muluk adalah cukup satu dari sekian banyak resolusi itu menjadi pilihan dan tercapai.

AAP bahkan menyarankan bahwa resolusi anak dalam usia 12 tahun dapat rajin mengonsumsi sayur dan buah, belajar lebih tekun, bersikap baik kepada semua teman, hormat kepada guru dan orang yang lebih tua.

Untuk remaja, ditekankan agark mereka lebih fokus mengambil tanggung jawab terhadap setiap tindakannya. Merawat tubuh, mengatasi stres dengan cara sehat, menolak obat-obatan terlarang dan alkohol, peduli kepada yang membutuhkan.

Tugas orangtua adalah jadi role model, bersikap positif dan menjadi panutan baik untuk perkembangan masa depan dari anak-anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...