![]() |
| google.com |
Liburan telah usai. Begitu banyak acara liburan yang sangat fantastis, menyenangkan, sudah berlalu. Pergi ke luar kota, ke luar negeri, jalan-jalan melihat tempat-tempat yang sangat indah, hiburan seperti ice skating, merasakan sensasi es di negeri panas, pergi ke rumah nenek, berbelanja, pergi ke mall.
Selesai libur, semua alat transportasi, darat, laut, udara, penuh sesak. Para orangtua yang ikut berlibur dengan anaknya, harus berusaha agar anak dapat pulang ke rumah sebelum sekolah dimulai.
Namun, setelah satu atau dua hari di rumah, ternyata apa yang dialami selama liburan itu masih terasa enak bagi anak. Biasanya anak-anak yang bangun pukul 5 pagi untuk bisa berangkat ke sekolah pukul 6 pagi, ternyata masih tertidur menjelang pukul 7.00-8.00.
Bahkan ada yang setelah siang bangunnya, masih cenderung ingin bermalas-malasan seperti liburan. Saat liburan panjang orangtua memang memberikan toleransi kepada anak untuk bangun lebih siang dari pada waktu sekolah. Demikian juga orangtua mengizinkan anak untuk tidur lebih larut malam dibandingkan jika masuk sekolah.
Bagaimana sekarang mengatasi anak yang masih malas dan belum mengembalikan semangat libur untuk kembali kepada aktivitas awal?
Disiplin:
Orangtua harus memaksakan anak tetap pada jam normal untuk tidur. Tidak boleh larut malam, setelah belajar selesai, persiapan sekolah (buku, pakaian dan alat-alat sekolah) besok harinya, anak harus segera tidur. Diharapkan dengan cepat tidur, anak akan merasa segar besok untuk bisa belajar.
Kebiasaan bangun pagi:
Pola kebiasaan bangun pagi harus dikembalikan. Orangtua memberikan contoh untuk bangun pagi. Anak juga bangun pada jam yang telah ditetapkan. Kebiasaan ini harus dimulai sejak seminggu sebelum sekolah dimulai. Jangan terlalu mepet hanya sehari sebelum sekolah. Badan mudah beradaptasi. Hanya kemauan saja yang sulit diatasi. Oleh karena itu berikan motivasi kuat untuk bangun pagi , tidak “kaget” ketika bangun pagi untuk berangkat ke sekolah.
Persiapan perlengkapan sekolah:
Menyiapkan perlengkapan sekolah yang baru dapat memberikan semangat anak untuk pergi ke sekolah. Tidak perlu semuanya baru. Hanya perlengkapan yang memang perlu diganti karena sudah usang, sudah jebol dan tak bisa dipakai lagi. Contohnya adalah sepatu, tas. Mengenakan sepatu dan tas baru ,membuat semangat anak untuk kembali bersekolah.
AYO, KEMBALIKAN SEMANGAT UNTUK BERSEKOLAH!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar