Melihat pemandangan seorang perawat atau orangtua membawa anaknya jalan ke luar rumah hanya untuk makan. Rupanya anak ini memiliki kebiasaan untuk ke luar rumah jika makan. Apakah kebiasaan ini memang dari kebiasaan anak atau orangtuanya?
Selain kebiasaan untuk ke luar rumah, rupanya ada kendala yang cukup serius tentang makanan yang disukai anak. Anak seringkali tidak mau makan hanya merasa tidak suka dengan makanan yang disajikan.
Nah, tip kali ini datang dari ahli nutrisi, Annabel Karmel, yang juga telah menerbitkan beberapa buku tentang anak dan makanan. Berikut sarannya tentang cara yang bisa dilakukan untuk mendorong anak makan sayuran:
1. Daripada membeli makanan cepat saji, cobalah membuat makanan cepat saji versi sehat sendiri. Gunakan kualitas bahan makanan yang baik, segar, dan alami. Misalnya, nugget ayam dicampur bayam, bakso ikan tuna dicampur wortel, dsb.
2. Ceritakan pada anak fakta-fakta menarik dan manfaat dari sayur dan buah yang Anda sajikan. Jangan sekadar memaksanya mengonsumsinya, tapi ceritakan bahwa wortel yang segar dan berwarna orange akan membuat matanya cemerlang dan terhindar memakai kacamata sampai tua. Anak pasti lebih tertarik untuk mencobanya.
3. Ketertarikan anak pada makanan bukan hanya dari rasanya yang lezat, tapi juga penampilannya yang menarik. Buatlah versi mini dari makanan biasa – bisa juga bentuk lucu yang disukainya - agar anak lebih berselera.
4. Anak-anak suka membuat makanannya sendiri. Jadi, cobalah bereksperimen membuat resep makanan bersamanya.
5. Sekali-kali, libatkan anak saat Anda memasak. Minta bantuannya untuk melakukan hal-hal mudah seperti mengocok telur atau memeras jeruk. Anak-anak akan lebih terstimulisasi untuk makan ketika ikut andil dalam proses pembuatannya
Sumber: Parenting Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar