Jika kita tak sabar seperti perempuan paruh baya itu , maka kita khawatir jika buku yang dipilih nantinya akan kurang tepat.
Ketua Indonesia Bercerita Bukik Setiawan mengatakan, sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih buku cerita anak:
- Sesuaikan dengan kemampuan si kecil. Anak-anak usia 2-4 tahun, cenderung lebih nyaman menikmati cerita yang lebih banyak memperlihatkan gambar (visual) ketimbang teks seta plot cerita yang maju dan simple (tanpa kilas balik). Semakin meningkatnya kemampuan sang anak,semakin kompleks pula cerita yang dicerna.
- Pilihkan cerita yang bervariasi. Semakin beragam, semakin besar kesempatan anak untuk explorasi minat.
- Pilihkan cerita yang digemari. Jika buah hati tidak menyukai komik, lebih baik belikan cerita yang ada teks.
- Pilihlah cerita dengan alur cerita yang konsisten. Hindari cerita yang menghadirkan peristiwa hanya untuk mempermudah cerita.
- Pilihlah cerita deskriptif dan tidak mengandung unsur judgemental. Jugdemental itu biasanya memutuskan hal yang dirasakan tokoh tanpa memberikan kesempatan pembaca untuk mengartikan sesuatu yang dirasakan oleh tokoh.
- Pilihlah cerita yang mengandung value yang sesuai.
Semoga ibu-ibu dapat turut serta dalam menunjang proses tumbuh kembang dan daya imajinasi anak menujuh arah yang lebih baik dengan pilihan buku cerita yang tepat.


Jadi jangan ceritain 'si kancil anak nakal' yang harus 'dihukum', ya? ^^ hihihi
BalasHapus