Loading

Slide Bar

Share

Bimbel Beban Orangtua dan Anak



jameseducenter.com


Bagi anak-anak kelas XII, bulan Maret, April, Mei adalah bulan yang sangat membuat stres. Pertama menghadapi ujian sekolah & Nasional. Ditambah dengan akan masuk ke perguruan tinggi setelah kelulusan SMA. Biasanya Bimbel itu diadakan dan diambil sebelum ujian sekolah dan Nasional. Semakin pusinglah anak-anak Kelas XII. Memikirkan bahan dan materi ujian ditambah dengan bimbel yang harus diambil untuk persiapan ke perguruan tinggi. 

Apa sebabnya Bimbel perlu diambil oleh anak?

 Di negara lain selain di Indonesia, tak ada tambahan pelajaran di luar jam sekolah (Amerika Serikat , Australia). Lalu, kenapa anak harus ambil bimbel di luar materi sekolah yang telah diajarkan oleh guru-guru. 

Ternyata setelah diusut banyak anak yang mengambil bimbel karena merasa tidak yakin dengan materi yang diajarkan oleh sekolah/guru di sekolah. Benang kusut dalam pendidikan. Pola pembelajaran di kelas berorientasi tektual karena guru terpaku pada buku ajar. Sementara bimbingan belajar lebih kreatif mengasah kecakapan siswa untuk menjawab soal-soal selesi masuk perguruan tinggi. 

Salah seorang dari Dewan Pendidikan DKI menjelaskan bahwa guru sangat terpaku pada materi di dalam buku pelajaran. Apabila sudah selesai satu bab, mereka harus melanjutkan bab yang lain, ini berdasarkan target waktu yang ditentukan di dalam buku teks. Ini pula menjadi penyebab siswa selain belajar bimbel ada yang ambil extra les materi pelajaran karena merasa belum paham, sudah disodori lagi berbagai soal untuk pekerjaan rumah. Mereka kebingungan untuk mengerjakan dan mencari pertolongan dengan lewat les . 

Sementara bimbel adalah sebuah lembaga penyedia jasa les memiliki tujuan yang jelas. Membantu siswa agar lulus ujian masuk perguuran tertentu di perguruan tinggi (PT) favorit. Dari tujuan tersebut jelas standar kemampuan yang harus dipenuhi oleh siswa sehingga guru les bisa menyesuaikan materi ajar dan latihan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran pun fokus yang menyenangkan dan tidak memberatkan siswa. 

nehnya dalam setiap pembelajaran, tidak ada skema pencapaian yang ingin ditargetkan. Semestinya setiap tingkat pencapaian siswa memiliki indikator.Misalnya tujuan pencapaian siswa kelas VIIII dalam pelajaran bahasa indonesia sudah bisa membaca dengan luas, lancar mengenal bentuk-bentuk kata, dan menyampaikan informasi secara tetap. 

Beban orang tua Orangtua yang mempunyai anak di tingkat XII, harus kuat secara mental dan finansial. Mental harus kuat karena anak-anaknya harus extra berjuang belajarnya, siang dan malam pada saat menjelang ujian maupun ujian ke perguruan tinggi. Finansial kuat karena harus punya dana cukup untuk masuk bimbel. Anak saya tidak pernah ikut bimbel. Namun, keponakan saya yang ingin masuk perguruan tinggi negeri yang dituju, harus mengeluarkan dana sekitar Rp.5-6 juta per paket untuk bimbel. Belum biaya bahan-bahan yang harus dibeli lagi dan transportasi untuk ikut bimbel. 

Beban guru Sekolah yang dalam proses pembelajaran menggunakan sistem kredit semester (SKS) ,guru terbebani padatnya materi pelajaran yang harus diajarkan. Hal ini membuat guru kesulitan untuk menyampaikan materi secara mendalam. Bimbel menjadi alternatif tempat belajar setelah ujian nasional. Sekolah tidak menyediakan program belajar khusus bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan lanjutan. Sekolah hanya bertanggung jawab pengarahan dan sosialisasi seputar perguruan tinggi. Materi sekolah dan ujian nasional sangat berbeda dengan ujian tulis masuk perguruan tinggi, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) atau ujian mandiri. Setiap siswa harus mendalami setiap mata pelajaran karena tingkat kesulitan soal akan berbeda. Rata-rata ujian tulis masuk perguruan tinggi lebih menekan pada kemampuan analisis teori.

 Problematiknya ada disini, sekolah tidak bisa akomodasi semua kebutuhan siswa untuk ikut ujian perguruan tinggi. Peraturan ujian dan mata pelajaran les juga berbeda-beda.

Bagaimana cara merespons anak yang tidak sopan/hormati orangtua?


Sebagai seorang ibu Anda tentunya pernah mengajak anak ke tempat bermain, apakah itu mall yang memiliki tempat bermain “children play-ground” atau “Kid Centre Games”.

Ketika saat bermain telah berakhir. Anda merasa bahwa sekarang saatnya untuk pulang. Anda memberikan waktu 5 menit sebagai peringatan untuk pulang. Harapan Anda nanti setelah 5 menit semuanya akan berjalan dengan baik. Namun, tiba-tiba, hal itu tidak terjadi. Anak Anda merespon dengan tidak hormat.

 "Tidak! Aku tidak ingin pulang! Ibu selalu melarang Aku bermain sesuatu yang menyenangkan! " 

 Hal ini menimbulkan kemarahan yang meningkat dalam diri Anda dalam sekejab. Anda berteriak kembali, "Beraninya kau berbicara seperti itu padaku!" Anak Anda melanjutkan menyahut,” Ibu bahkan tidak mengajak makan enak siang hari ini! Ibu adalah ibu paling kejam yang pernah saya alami!!! " 

Sekarang, kemarahan Anda meledak. "Sekarang, kamu tidak boleh menonton Tv dan play station selama seminggu! " Komunikasi kasar berlanjut. Anda menyeret Anak anda ke mobil, sedikit memukul karena dia melawan dan menjerit kata-kata kasar. Kamu tidak boleh bermain play station lagi. Tidak menghormati bukan perbuatan yang  baik. 

Komunikasi yang tidak sopan adalah masalah bagi banyak anak-anak. 

Kita perlu memastikan untuk mengajar anak-anak bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik dan rasa hormat, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan terbuka dan sopan. Sayangnya, kita sebagai ibu sering tidak bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk menghormati orang lain dalam kondisi yang mengesalkan hati kita. Anak yang mendapat “dampratan” yang kasar dari Anda, otak mereka segera tertutup. Yang terjadi kemudian mereka hanya mempertahankan diri dengan apa yang disebut cara “Flight or fight” (terbang atau berantam). Sebaliknya Anda yang juga merasakan kekesalan karena dipicu oleh perilaku anak yang tidak sopan, maka mode otak Anda juga sama sepert anak. Tidak dapat berpikir secara rasional, berteriak, marah dan menghukum mereka.

 Bagaimana caranya untuk berhubungan dengan Anak yang tidak hormat kepada Anda. Saat perasaan Anda tertekan, ingin menghukum atau berteriak kepada anak Anda ,saat itu, saya mengharapkan Anda untuk mencoba salah satu atau lebih dari 7 tanggapan ini: 

Tetap tenang: Apakah hal ini tampak mustahil? Diakui hal ini sangat tidak mudah untuk tetap tenang ketika kita menghadapi anak-anak yang menjadi kasar. Mengcounter mereka rasa tidak hormat mereka dengan sesuatu yang kasar merupakan pesan yang salah. Cara yang terbaik bagi kita saat itu adalah dengan mengambil napas dalam-dalam, menghitung sampai 20 atau mengulangi mantra dan katakan: "Ini bukan hal yang darurat." 

 Identifikasi Perilaku: Lihatlah sesuatu dari perspektif anak Anda. Apakah mereka tertangkap basah? Apakah perkataan Anda membuat mereka merasa tidak nyaman? Apakah mereka merasa tidak berdaya? Tanggapan mereka adalah refleksi dari apa yang mereka rasakan di dalam hatinya. Sayangnya, anak-anak itu belum mampu mengungkapkan dengan kata-kata yang palign tepat untuk merespon Anda.

 Berempati: Bantulah anak Anda memahami perasaan mereka sendiri dengan menawarkan respon empati, "Tampaknya hal ini tidak adil bahwa kita sudah harus sudah pergi sementara kamu masih menikmati!" Atau "Aku tahu itu pasti hal ini sangat sulit bagimu meninggalkan tempat ini karena ini sangat menyenangkan bagimu, tapi pasti ada lain waktu untuk mencobanya.!" Memang anda pasti tidak menyetujui perasaan yang demikian, tetapi hal ini semata-mata demi menjaga agar pengalaman mereka yang berharga itu tak terhalang karena keinginan Anda semata-mata. 

Periksa Waktu: Ada beberapa anak yang dipengaruhi kondisi fisiknya seperti darah rendah gula, rasa lapar atau haus. Ada anak lain yang sangat sensitif terhadap rangsangan lingkungan atau tidak cukup tidur. Apakah kondisi Anak Anda sudah cukup makan? Apakah mereka haus. Berikan kepada mereka gunakan seteguk air? Atau kondisi yang tidak kondusif. Berikan istirahat dari lingkungan yang tidak nyaman? Menawarkan makanan kesukaannya. Aku akan memiliki cracker, apakah kamu junga ingin" 

 Perlahan-lahan: Sangat tidak mudah untuk memjauhi sebuah kemarahan atau ledakan emosi dari seorang anak yang sedang frustasi dan beremosi. Tanggapan bukan dengan kritikan atau keluhan yang keluar dari Anda. Tetapi ajalah anak Anda tenang, lalu Anda mendengarkannya. Seolah Anda merasa banyak informasi yang anak Anda ingin keluarkan. Katakan, jangan berbicara terlalu cepat. Ayo tenang, kita bisa secara baik-baik, dan Ibu akan mengerti jika kami bicara terbuka dan tenang. 

"Let it Go: Kadang-kadang hal yang terbaik bagi Anda adalah tidak memberikan respon, terutama jika Anda tahu bahwa Anak Anda lapar atau lelah dan pembicarannya adalah “otak survival mode "-. Jika Anda tidak dapat menjaga diri Anda sehingga Anda menanggapi dengan cara sarkastik, marah atau tidak sopan. Cara terbaiknya adalah dengan mengabaikan. Setelah semua orang tenang, Anda dapat berbicara dengan anak Anda tentang apa yang terjadi dan bagaimana melakukannya secara berbeda waktu berikutnya. 

Connected: Sering kali apa yang diperlukan saat anak Anda berbuat yang tidak sopan, Anda hanya perlu memeluknya. Pelukan mengakhiri dan membuka luka hati anak Anda. Anak Anda itu perlu suatu rasa aman karena dia sebenarnnya tidak ingin memberontak. 

Berikan pelajaran di hari berikutnya: Seiring dengan apa yang dilakukan secara demonstratif dengan langkah-langkah di atas. Diperlukan pelajaran bagi anak dengan cara berbicara dari hati ke hati. Contoh: “Kamu terlihat sedih karena harus meninggalkan tempat bermain. Apakah kamu dapat cerita kepada Mama mengapa engkau sedih?” “Saya mendengar engkau ingin makan snack? Apakah itu keinginanmu? Ceritakan kepada anak Anda tentang perasaan orangtua mendengar kata-kata Anak yang tidak sopan. Hanya perasaan saja yang diungkapkan bukan kelakuan anak yang salah. Jika kita sebagai orangtua sudah terlanjur marah atau memaki Anak, tak perlu malu untuk minta maaf kepada orangtua. Dengan cara demikian ada keterbukaan apa yang diinginkan dan apa yang dirasakan oleh dua belah pihak. Dengan kondisi yang lembah lembut, tenang, maka proses ketrampilan dapat tercapai, dan akhirnya relasi pun akan makin dekat dan terbuka.

10 Petunjuk Anda telah Melakukan Pekerjaan Anda Sebagai Ibu yang Baik

www.todaysthebestday.com


A Good Mom: Mengenal dan memahami siapa anaknya. Bukan hanya sekedar apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan oleh anaknya. Tetapi dia pemegang peran sebagai “bagaimana anak ini di masa depannya”. Gordon B. Hinckley : Seorang ibu adalah model dari anaknya. Seorang ibu memiliki pengaruh hidup anaknya di masa depan. Pengaruh itu menjadi suatu  “compulsory" .

 A good Mom: Seorang yang memiliki prioritas tinggi bagi kehidupan keluarga . Saat seorang ibu terpaksa pergi tanpa mandi dulu karena kesibukan mengatur keluarga. Saat seorang ibu tertidur di sebuah kursi dengan bayi digendongannya karena kecapeannya mengurusnya semalam suntuk. Saat seorang ibu lebih memilih untuk tinggal di rumah mengurus keluarga di hari Jumat menjelang malam Sabtu, ketimbang ikut dengan teman-temannya ke Klub Kafe. Seorang ibu yang menengok jam telah menunjukkan pukul 22.00, dan melihat semua anaknya telah beres tertidur dengan nyenyak dan nyaman. 

A good mom had bad days: Seorang ibu yang pada hari itu merasa kapan hari itu akan berakhir. Seorang ibu yang hanya ingin tinggal di kamar mandi tanpa ingin merasakan kepanikannya mendengar teriakan anak-anaknya yang tidak menurut.

 A good mom had good days: Seorang ibu tidak selalu mengalami hari yang tidak nyaman atau mengesalkan. Tetapi ada kalanya seorang ibu mengalami hal-hal yang luar biasa lancar seperti yang diinginkannya. Anaknya bangun pagi dan langsung mengenakan pakaiannya sendiri, makan pagi dengan bahagian, lalu pergi ke sekolah. Berlari dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Semuanya berjalan tanpa halangan apa pun. 

A good mom memahami “kesederhanaan”, Seorang ibu tak perlu mengerjakan semuanya. Dia mengetahui kapan mengatakan “tidak “ kepada anaknya . Mengetahui kapan persisnya harus pergi dan kapan harus di rumah. Paling penting adalah menghabiskan waktu untuk bermain bersama anaknya-anaknya, main “puzzle”, main bersama.

 A good mom adalah seorang ibu yang tidak selalu harus penuh energi, tetapi dapat menikmati istirahat yang tenang dan tidur malam meskipun masih waktunya jam 7.00 malam. Doa , harapan dan kekhawatiran

A good mom adalah mudah untuk istirahat, menjadi ibu yang sesungguhnya. Kekhawatiran menjadi seorang ibu menunjukkan bahwa Anda sudah menjadi seorang ibu yang baik. 

A good mom adalah ibu yang memberikan dorongan dan suppor. Mendampingi anak-anak ketika saat yang sulit dalam ujian atau ulangan atau sedang menghadapi kesedihan karena kehilangan teman, mendapatkan angka yang jelek. Memberikan pelukan yang erat kepada anaknya ketika menangis. Ikut hadir dalam performance atau penampilan dari talentanya. Membacakan cerita saat tidur. Mengantarkan anak ke sekolah. Anak anda mengetahui bahwa anda mencintainya.

A good mom adalah seorang ibu yang mengetahui bagaimana menertawakan hal-hal yang terjadi. Setiap momen yang mengesalkan dan tidak sesuai dengan keinginan, lebih baik tertawa daripada mengomel. Menjalani kehidupan dalam keseharian jika dilakukan dengan tertawa lebih terasa enteng dibandingkan dengan mengomel.

 A good mom adalah adalah seorang ibu yang tidak sempurna. Dia dapat berbuat kesalahan, mengatakan kepada dirinya sendiri: “mengapa aku sebodoh ini?”, frustrasi, bingung, kesal . Seorang ibu yang baik akan belajar dari kesalahannya , untuk bertindak lebih baik dari apa yang terjadi sebelumnya. 

Cara Sederhana untuk Mengucapkan Terima Kasih Kepada Ibu/Bundamu


Hidup bersama dengan ibu sebagai orang tua dari kecil hingga dewasa, kadang-kadang kita lupa untuk menyatakan rasa cinta kepada orangtua. Kata-kata yang sangat sederhana dan penuh makna dilandasi cinta menjadikan ucapan syukur atau penghargaan anak terhadap ibunya.

 Berikut ini adalah kata-kata sederhana yang dapat Anda ucapkan kepada ibumu sebelum terlambat. "Meskipun aku sekarang sudah dewasa dan tidak memerlukan dirimu seperti ketika aku kecil, Ibu adalah satu-satunya orang yang merawat saat aku sakit dan engkau mendampingi sampai aku merasa semuanya akan lebih baik lagi”.

 "Aku telah memecahkan lampu ketika aku berumur 5 tahun. Ibu mengetahui hal itu, tetapi engkau tetap mencintaiku dan aku berterima kasih atas cintamu."

 "Sekarang aku telah menjadi seorang ibu juga. Aku akhirnya memahami betapa engkau sangat mencintai diriku, terima kasih. " "Terima kasih untuk masih tetap mencium keningku meskipun aku merasa malu dan hal ini sudah tidak tepat lagi bagiku." 

"Aku senang engkau memperkenalkan kepada diriku diet tanpa Handphone meskipun aku tak bisa melewatinya tanpa hal itu." 

"Engkau benar bahwa rokku terlalu pendek!!!!"

 "Kau mengatakan belasan kali betapa bangganya dirimu tentang aku -. Tapi aku tidak pernah berpikir betapa bangganya diriku atas cinta dan kasihmu yang telah kau berikan ."

 "Aku tidak mengetahui bagaimana engkau dapat melakukannya, Ibu seorang yang sangat hebat, engkau mengirimkan teks cinta terhadap seorang anak persis apa yang sedang kubutuhkan."

 "Engkau mengajarku berulang kali bagaimana mencuri piring dengan benar, sampai aku berhasil melakukannya dengan baik.” 

"Aku sangat menghargai Ibu tidak mengusir diriku saat aku terlambat pulang. Aku tak pernah minta maaf kepadamu." 

"Ketika aku terlihat lelah, dan Ibu mengatakan bahwa sepatuku jauh lebih menarik dari diriku (karena kebandelanku).” 

 "Aku hanya pernah mengatakan sekali saja bahwa resepmu lebih baik dari kepunyaanku.” 

 "Terima kasih untuk menyarankan agar aku tetap mencintaimu seperti seorang anak kecil.”

 "Suamiku jatuh cinta kepadaku mencicipi masakanku. Aku belajar bagaimana memasak darimu." 

 "Terima kasih engkau sudah mengundang teman-teman lamamu. Meskipin pada awalnya, aku tidak senang dengan hal itu. Tapi aku memahami saat engkau sudah tidak ada lagi, ternyata teman-teman lamamu itu menjadi kenangan bagiku.

 "Aku berkata mencintaimu, tapi tindakanku mengatakan sebaliknya." 

 "Ibu adalah Pemenang terhebat yang aku miliki.” “Aku sangat mencintai dirimu.”

Kenali Sebelum Kembangkan Bakat Anak

Bakat anak memang paling baik ditemukan sejak masih kecil. Bila dikenali dari awal, pengembangan bakat terpendam anak bisa lebih maksimal. Kemampuan belajar di sekolah bisa dikenali guru dari prestasi akademis anak. namun, untuk kemampun non-akademis, orangtua perlu lebih peka. Bakat anak bisa tidak terlihat, tetapi juga bisa mulai menonjol ketika anak memasuki usia sekolah dasar dan sekolah menengah.

Talenta atau bakat bisa terlihat dari kemampuan anak yang menonjol. Misalnya, anak mempunyai suara yang merdu saat bernyanyi. Namun, kemampuan ini bisa ja menurun jika anak memasuki dunia pubertas. Demikian pula dengan kemampuan melukis yang cukup menonjol pada usia sekolah dasar. Minat terhadap dunia lukis dapat menurun ketika anak memasuki usia yang semakin dewasa.

google.com


Jadi, selain mengenali kemampuan alami anak, orangtua perlu memperhatikan minat anak pada suatu bidang. Tidak masalah jika seorang anak"ngotot" belajar tari balet, padahal postur tubuhnya terlalu berisi. Dengan kerja keras dan ketekunan, anak yang cenderung gemuk pun bisa menurunkan berat badan dan menjadi penari balet profesional pada kemudian hari.

Bakat seorang anak juga terlihat dari kebiasaan atu hobinya yang dilakukan berulang-ulang. Misalnya,seorang anak gemar bermain piano. Anak juga tidak segan mempelajari lagu-lagu baru atau menggubah lagu sederhana melalui piano.

Anda juga bisa menanyakan kepada anak secara langsung tentang hal-hal yang disukainya.Jika anak suka bermain basket, bulu tangkis, atau futsal, dukunglah aktvitasnya. Prestasi dalam bidang olahraga tidak harus ditunjukkan melalui deretan piala. Pujian yang terlontar dari guru, teman-teman di sekolah, dan orangtua murid lainnya bisa menandakan kemampuan anak yang cukup baik.

Inisiatif anak untuk menjajal program atau aktivitas tertentu juga perlu disambut dengan baik. Anak yang berinisiatif bisa berarti dia mempunyai minat tinggi terhadap bidang tersebut. Misalnya, modelling. hindari memandang remeh minat anak karena Anda tidak akan pernah tahu bakat anak sebelum anak mencobanya.

Mendukung bakat anak bukan berarti mengontrolnya. Biarkan anak berkembang dan nyaman dengan aktivitas yang ditekuninya. Namun, ingatkan anak pada kewajiban dan tugas-tugasnya sekolah.Jangan lupa, berikan waktu pada anak untuk bermain bersama teman-temannya.

Orangtua Frustrasi, Anak Berbohong

www.pinterest.com

Orang tua cukup frustrasi jika menemukan anak mereka ternyata berbohong. Orangtua khawatir karena jika anak-anak tidak mengatakan kebenaran, atau kejujuran tentang apa yang mereka lakukan, pikirkan dan rasakan, terutama saat kita sendiri sudah berbuat jujur kepada mereka. Orangtua seringkali juga tidak suka melihat anak-anak melakukan perbuatan buruk dengan tidak mengatakan kejujuran.
Anak-anak berbohong untuk alasan yang berbeda pada usia yang berbeda. Memahami mengapa anak Anda mungkin berbohong bisa sangat membantu untuk mereka untuk membedakan apakah mereka berbohong atau tidak.. Memang hal ini tidak sesederhana minta kepada  anak untuk berbuat jujur atau "mengatakan kebenaran".

Untuk Semua Usia:
  • Menetapkan contoh yang baik.
  • Konsisten dengan harapan Anda.
  • Membangun konsekuensi sesuai usia, dengan mempertimbangkan penyebab kebohongan anak Anda dan tahap  perkembangan usia anak Anda.
Balita
Anak-anak berusia dini 2-3 tahun mulai dengan cara melakukan "kebohongan".Sangat penting untuk diingat, meskipun, bahwa pada usia ini, anak Anda tidak berbohong rasional dan tidak memiliki niat untuk menipu. Anak-anak ini tak paham bahwa apa yang dikatakannya itu sebenarnya menipu. Pada usia ini, anak-anak baru mengenali pola-pola tertentu - sebab dan akibat. Anak-anak berbuat "kebohongan" untuk menghindari efek negatif. Mereka tidak sepenuhnya menyadari bahwa mereka menyangkal realitas; apa yang mereka katakan sebenarnya ingin mengatakan supaya Anda tidak marah.

Bagaimana Anda dapat membantu?
Menegur atau menghukum anak Anda untuk "diam di suatu tempat" pada usia ini tidak efektif - mereka benar-benar tidak mengerti atau paham tentang pelanggaran. Anda dapat membantu mereka dari "kebohongan" dengan cara mengulangi tentang kebenaran kepada mereka . Usia meeka belum paham tentang apa itu kebenaran dan apa itu kebohongan. Yang paling penting adalah tunjukkan kepada untuk berbuat kebenaran. Setelah usia mereka lebih dewasa, mereka baru memahami tentang apa itu kebenaran dan apa itu kebohongan. Jadi saat usia mereka itu belum paham tentang kebenaran, mereka itu sebenarnya hanya takut jika mereka bercerita tentang kebenaran, Anda akan marah.

Anak-anak muda (3-5)
Dunia Anak-anak usia ini memiliki imajinasi yang sangat aktif . Dunia dimana mereka menghabiskan waktunya.. Jika anak Anda usia ini, mereka mungkin menghabiskan banyak waktu mereka dalam bermain imajinatif, atau bahkan mengembangkan teman imajiner. Konsep pemahaman tentang realita/fakta dan fantasi, belum dapat ditemukan atau masih kabur. Ketika anak menceritakan tentang sesuatu hal yang dilakukannya berkali-kali, ini menunjukkan kepada Anda sebuah indikasi betapa kuat imajinasi mereka.
Anak-anak juga kadang-kadang berbohong untuk mengeksplorasi reaksi orang. Mereka menjadi lebih sadar tentang perbedaan antara dirinya dan orang lain dan mulai menyadari bahwa apa yang mereka katakan dan lakukan dapat membuat perbedaan bagaimana orang lain bereaksi. Mungkin mereka dapat mengubah ceritanya untuk melihat bagaimana hal itu mempengaruhi Anda.

Bagaimana Anda dapat membantu?
Pertama-tama, ingat bahwa ini adalah fase normal perkembangan anak usia. Anak Anda harus pergi melalui periode eksplorasi untuk memperkuat pemahaman mereka tentang perbedaan antara realitas dan imajinasi, dan untuk memahami dampak kata-kata mereka pada orang lain.
Itu TIDAK berarti bahwa Anda harus mendorong mereka berbohong, tetapi tidak berarti Anda dapat membantu mereka dengan:

Bicarakan tentang perbedaan antara realitas dan imajinasi dan tunjukkan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Bicarakan dengan anak Anda, secara mendasar, apa itu kebenaran, mengapa jujur itu sangat penting . Bagaimana kebohongan itu dapat menyakiti diri kita sendiri dan orang lain.

Anak-anak (6 dan atas)
Pada usia ini, anak Anda telah mampu memahami perbedaan antara mengatakan yang sebenarnya dan berbohong. Mereka memahami apa realitas. Mereka sengaja berbohong untuk memanipulasi bagaimana orang lain pikirkan atau rasakan. Hal ini biasanya dilakukan anak-anak dalam usia sekitar enam atau tujuh.
Beberapa alasan umum anak berbohong:
Untuk menghindari konsekuensi negatif. Jika anak Anda takut hukuman, mereka mungkin ingin menghindari hukuman yang nantinya akan dilakukan oleh orangtua.

Bagaimana Anda dapat membantu?
Fokuskan dan pastikan bahwa anak Anda mengalami sendiri manfaat mengatakan apa yang sebenarnya. Pergumulan anak untuk berterus-terang atau mengatakan yang sebenarnya, kadang-kadang akan membuatnya dihukum karena perbuatannya yang tak baik atau tak sesuai dengan yang seharusnya.
Mengatakan yang sebenarnya tidak menyelesaikan semuanya bagi anak Anda. Dia akan memiliki konsekuensi logis untuk menghadapi beberapa hal seperti berikut ini:
1) Mengatakan sebenarnya adalahlangkah pertama untuk memecahkan kesulitan mereka apapun keburukan yang telah mereka lakukan; 2) Anda sebagai orangtua bangga kepada anak yang telah mengatakan yang sebenarnya dan 3) setelah mendengar, Anda dapat membantu mereka memberikan solusinya.

MELINDUNGI ORANG LAIN
Jika anak Anda berbohong untuk melindungi orang lain yang "dalam kesulitan"
Bagaimana Anda dapat membantu?

Beritahukanlah kepada anak Anda bahwa niat mereka untuk berbohong itu baik, tetapi kebohongan itu justru merupakan kesetiaan palsu kepada teman. Beritahukan cara membantu teman dengan benar tanpa berbohong. Fokus untuk membantu anak Anda memahami arti sebenarnya dari persahabatan dan loyalitas sehingga mereka mencari cara untuk mendukung orang lain tanpa berbohong.

UNTUK BERSAING.
"Ayahku lebih kuat dari ayahmu." Biasanya anak ini ingin membanggakan diri keluarganya. Anak-anak ingin mengjadi superior dan tidak ingin merasa rendah diri, bahkan kesan lebih dari yang lain.

Bagaimana Anda dapat membantu?
Bantulah anak Anda menemukan nilai diri mereka sendiri dan tumbuh dalam kepercayaan diri yang sehat. Bantulah untuk mencintai orang lain dengan bakat dan kekuatannya sendiri, tidak perlu membual dengan menujukkan kekuataan di luar dirinya.Mereka mengenal dirinya sendiri dibandingkan orang lain mengenal dirinya.

Usia ini adalah usia krtis. Pada usia ini, anak Anda dalam perkembangan mental, fisik dan emosional. Krisis identitas menjadi hal yang mungkin terjadi.
Mereka berbohong tanpa mengatakan secara rinci apa yang dilakukannya untuk menghindari rasa malu. Mereka berbohong untuk menghindari Anda sebagai orangtua menemukan sesuatu yang mereka katakan atau lakukan karena mereka sangat tidak setuju dengan Anda tentang sesuatu masalah.
Inilah yang dinamakan fase perkembangan yang terfokus kekpada identitas nilai. Mereka telah menentukan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mereka setuju atau tidak setuju.. Mereka tidak ingin melakukan sesuatu karena "Ayah atau Ibu berkata begitu", tetapi karena mereka percaya percaya dengan nilai yang ada. Selama ini, remaja kadang-kadang menyimpang dari nilai-nilai keluarga mereka karena mereka ingin mengeksplorasi sendiri tanpa ingin membahas atau mengatakan kepada orang tua mereka bahkan mereka berbohong apa yang telah dilakukannya.

Bagaimana Anda dapat membantu?
Atasi masalah yang sebenarnya. Buat kesepakatan bersama apa yang Anda pahami sebagai  kebenaran dan apa contohnya. Jika anak Anda tetap tidak setuju dengan nilai-nilai keluarga yang ditetapkan, berikan kesempatan kepadanya untuk memberikan masukan. Diskusikan dan berikan pemahaman untuk  menyelesaikan.
Kita sebagai orangtua tidak boleh menyerah dengan “kebohongan” remaja. Pemahaman kita harus meliputi : 1) Jelaskan alasan yang melandasi harapan Anda tentang suatu nilai; 2) Minta kepada anak Anda untuk mengimplementasikan yang hal-hal yang penting selama ia masih dalam tanggung jawab kita ; 3) Bersedia menerima masukan anak Anda, mendiskusikan dan mengkompromikan untuk hal yang terbaik bagi keluarga Anda.

6 Tips untuk Menetapkan Goal /Tujuan Hidup untuk Anak

Dalam setiap kehidupan manusia, selalu ada tujuan atau goal yang ingin dicapai.  Untuk mengarahkan apa yang dicapai, pasti ada goal atau tujuan hidup yang perlu diatur.
Goal atau tujuan hidup bukan ditujukan hanya untuk orang dewasa saja.  Tetapi setiap anak perlu punya goal atau tujuan hidup agar sejak kecil mereka diajarkan untuk selalu menapak langkah hidupnya sesuai dengan tujuan hidupnya.

Mengatur goal/tujuan hidup merupakan ketrampilan (lifeskill) yang sangat penting dan makin dini diajarkan makin baik anak dapat mengembangkan dirinya.   Anak belajar untuk menetapkan sendiri apa goal/ tujuan hidupnya.  Mengambil tanggung jawab mereka sendiri. Mereka juga belajar mengambil tindakan atau langkah jika mereka gagal atau berhasil.  Pengaturan goal/tujuan hidup juga membangun rasa percaya diri saat anak berhasil mencapai goal/tujuan hidup.  Mereka belajar dengan percaya diri apa yang jadi goal/tujuan hidup dan meraihnay untuk masa depannya.

1. Bekerja-sama  dengan anak untuk menentukan  goaltujuan hidupnya. Cobalah untuk tidak mendikte apa goal/tujuan hidupnya yang harus ditentukannya. Untuk anak yang masih belum mampu menentukan, coba bantu dengan memberikan gambaran apa yang jadi goal /tujuan hidupnya dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah ditentukan. Untuk anak yang sudah lebih besar,  mereka dapat menentukan sendiri tanpa campur tangan orangtua.

2. Mulailah dengan  goal/tujuan hidup yang kecil.  Memulai sesuatu yang kecil agar mudah untuk mencapai goal/tujuan hidup. Memastikan bahwa anak mengalami beberapa keberhasilan awal dalam proses penetapan tujuan. Begitu mereka mengalami keberhasilan yang sesungguhnya, tentu mereka akan memiliki kepercayaan diri dan bahkan berani menentukan goal/tujuan hidupyang lebih menantang di masa mendatang.

3. Pastikan goal/tujuan hidup sesuai dengan usia.  Untuk anak  TK sampai  kelas tiga SD dapat menentukan goal/tujuan hidup dengan berbagi dengan teman-teman, membaca buku secara mandiri, dll .  Untuk anak  kelas empat SD, anak-anak dapat menetapkan goal/tujuan yang lebih kompleks seperti berlatih sepakbola dalam tim, atau membentuk tim untuk menggalang dana.

4. Tujuan hidup harus realistis dan dapat dicapai. Anak-anak perlu menetapkan goal/tujuan bahwa mereka memiliki keterampilan untuk mencapai. Sebagai contoh, sangat tidak realistis bagi anak yang berusia lima tahun memiliki goal/tujuan hidup dengan membaca buku Harry Potter  secara independen karena mereka belum mampu mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk melakukannya. Goal/Tujuan yang lebih besar akan dicapai jika anak itu berusia lebih besar.

5. Buatlah goal/tujuan yang spesifik.  Terlalu banyak goal/tujuan membuat anak kebingunhan.  Buat tujuan hidup dengan sangat jelas.   Jangan mengatakan 'saya akan melakukan yang lebih baik di sekolah' atau saya akan berbuat yang baik buat negara.

6.  Memutuskan bagaimana cara memonitor kemajuan anak.  Anak akan bersemangat jika mereka melihat ada kemajuan atas apa yang mereka tentukan. Cara melacak kemajuan mereka dengan menggunakan grafik stiker, grafik, tanda yang jelas di kertas kerja.
Buatlah papan visi dengan anak-anak
[caption caption="http://www.kiddiematters.com/teaching-children-how-to-set-goals-and-use-a-vision-board/"][/caption]
Sebuah papan visi merupakan alat visual yang menggambarkan apa yang ingin anak kita capai.  Papan visi juga untuk pengingat dari apa yang akan kita tuju. Sebuah papan visi adalah alat yang sangat hebat untuk mengajar anak-anak cara mencapai tujuan/goal. Anak-anak dapat menggunakan papan visi agar mereka tetap termotivasi dan fokus karena mereka sedang dalam perjalanan menuju tujuan/goal.