Dalam
setiap kehidupan manusia, selalu ada tujuan atau goal yang ingin
dicapai. Untuk mengarahkan apa yang dicapai, pasti ada goal atau tujuan
hidup yang perlu diatur.
Goal
atau tujuan hidup bukan ditujukan hanya untuk orang dewasa saja.
Tetapi setiap anak perlu punya goal atau tujuan hidup agar sejak kecil
mereka diajarkan untuk selalu menapak langkah hidupnya sesuai dengan
tujuan hidupnya.
Mengatur
goal/tujuan hidup merupakan ketrampilan (lifeskill) yang sangat penting
dan makin dini diajarkan makin baik anak dapat mengembangkan dirinya.
Anak belajar untuk menetapkan sendiri apa goal/ tujuan hidupnya.
Mengambil tanggung jawab mereka sendiri. Mereka juga belajar mengambil
tindakan atau langkah jika mereka gagal atau berhasil. Pengaturan
goal/tujuan hidup juga membangun rasa percaya diri saat anak berhasil
mencapai goal/tujuan hidup. Mereka belajar dengan percaya diri apa yang
jadi goal/tujuan hidup dan meraihnay untuk masa depannya.
1.
Bekerja-sama dengan anak untuk menentukan goaltujuan hidupnya.
Cobalah untuk tidak mendikte apa goal/tujuan hidupnya yang harus
ditentukannya. Untuk anak yang masih belum mampu menentukan, coba bantu
dengan memberikan gambaran apa yang jadi goal /tujuan hidupnya dan
bertanggung jawab dengan apa yang sudah ditentukan. Untuk anak yang
sudah lebih besar, mereka dapat menentukan sendiri tanpa campur tangan
orangtua.
2.
Mulailah dengan goal/tujuan hidup yang kecil. Memulai sesuatu yang
kecil agar mudah untuk mencapai goal/tujuan hidup. Memastikan bahwa anak
mengalami beberapa keberhasilan awal dalam proses penetapan tujuan.
Begitu mereka mengalami keberhasilan yang sesungguhnya, tentu mereka
akan memiliki kepercayaan diri dan bahkan berani menentukan goal/tujuan
hidupyang lebih menantang di masa mendatang.
3.
Pastikan goal/tujuan hidup sesuai dengan usia. Untuk anak TK sampai
kelas tiga SD dapat menentukan goal/tujuan hidup dengan berbagi dengan
teman-teman, membaca buku secara mandiri, dll . Untuk anak kelas empat
SD, anak-anak dapat menetapkan goal/tujuan yang lebih kompleks seperti
berlatih sepakbola dalam tim, atau membentuk tim untuk menggalang dana.
4.
Tujuan hidup harus realistis dan dapat dicapai. Anak-anak perlu
menetapkan goal/tujuan bahwa mereka memiliki keterampilan untuk
mencapai. Sebagai contoh, sangat tidak realistis bagi anak yang berusia
lima tahun memiliki goal/tujuan hidup dengan membaca buku Harry Potter
secara independen karena mereka belum mampu mengembangkan keterampilan
yang diperlukan untuk melakukannya. Goal/Tujuan yang lebih besar akan
dicapai jika anak itu berusia lebih besar.
5.
Buatlah goal/tujuan yang spesifik. Terlalu banyak goal/tujuan membuat
anak kebingunhan. Buat tujuan hidup dengan sangat jelas. Jangan
mengatakan 'saya akan melakukan yang lebih baik di sekolah' atau saya
akan berbuat yang baik buat negara.
6.
Memutuskan bagaimana cara memonitor kemajuan anak. Anak akan
bersemangat jika mereka melihat ada kemajuan atas apa yang mereka
tentukan. Cara melacak kemajuan mereka dengan menggunakan grafik stiker,
grafik, tanda yang jelas di kertas kerja.
Buatlah papan visi dengan anak-anak
[caption caption="http://www.kiddiematters.com/teaching-children-how-to-set-goals-and-use-a-vision-board/"]
[/caption]
[/caption]
Sebuah
papan visi merupakan alat visual yang menggambarkan apa yang ingin anak
kita capai. Papan visi juga untuk pengingat dari apa yang akan kita
tuju. Sebuah papan visi adalah alat yang sangat hebat untuk mengajar
anak-anak cara mencapai tujuan/goal. Anak-anak dapat menggunakan papan
visi agar mereka tetap termotivasi dan fokus karena mereka sedang dalam
perjalanan menuju tujuan/goal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar