Loading

Slide Bar

Share

6 Tips untuk Menetapkan Goal /Tujuan Hidup untuk Anak

Dalam setiap kehidupan manusia, selalu ada tujuan atau goal yang ingin dicapai.  Untuk mengarahkan apa yang dicapai, pasti ada goal atau tujuan hidup yang perlu diatur.
Goal atau tujuan hidup bukan ditujukan hanya untuk orang dewasa saja.  Tetapi setiap anak perlu punya goal atau tujuan hidup agar sejak kecil mereka diajarkan untuk selalu menapak langkah hidupnya sesuai dengan tujuan hidupnya.

Mengatur goal/tujuan hidup merupakan ketrampilan (lifeskill) yang sangat penting dan makin dini diajarkan makin baik anak dapat mengembangkan dirinya.   Anak belajar untuk menetapkan sendiri apa goal/ tujuan hidupnya.  Mengambil tanggung jawab mereka sendiri. Mereka juga belajar mengambil tindakan atau langkah jika mereka gagal atau berhasil.  Pengaturan goal/tujuan hidup juga membangun rasa percaya diri saat anak berhasil mencapai goal/tujuan hidup.  Mereka belajar dengan percaya diri apa yang jadi goal/tujuan hidup dan meraihnay untuk masa depannya.

1. Bekerja-sama  dengan anak untuk menentukan  goaltujuan hidupnya. Cobalah untuk tidak mendikte apa goal/tujuan hidupnya yang harus ditentukannya. Untuk anak yang masih belum mampu menentukan, coba bantu dengan memberikan gambaran apa yang jadi goal /tujuan hidupnya dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah ditentukan. Untuk anak yang sudah lebih besar,  mereka dapat menentukan sendiri tanpa campur tangan orangtua.

2. Mulailah dengan  goal/tujuan hidup yang kecil.  Memulai sesuatu yang kecil agar mudah untuk mencapai goal/tujuan hidup. Memastikan bahwa anak mengalami beberapa keberhasilan awal dalam proses penetapan tujuan. Begitu mereka mengalami keberhasilan yang sesungguhnya, tentu mereka akan memiliki kepercayaan diri dan bahkan berani menentukan goal/tujuan hidupyang lebih menantang di masa mendatang.

3. Pastikan goal/tujuan hidup sesuai dengan usia.  Untuk anak  TK sampai  kelas tiga SD dapat menentukan goal/tujuan hidup dengan berbagi dengan teman-teman, membaca buku secara mandiri, dll .  Untuk anak  kelas empat SD, anak-anak dapat menetapkan goal/tujuan yang lebih kompleks seperti berlatih sepakbola dalam tim, atau membentuk tim untuk menggalang dana.

4. Tujuan hidup harus realistis dan dapat dicapai. Anak-anak perlu menetapkan goal/tujuan bahwa mereka memiliki keterampilan untuk mencapai. Sebagai contoh, sangat tidak realistis bagi anak yang berusia lima tahun memiliki goal/tujuan hidup dengan membaca buku Harry Potter  secara independen karena mereka belum mampu mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk melakukannya. Goal/Tujuan yang lebih besar akan dicapai jika anak itu berusia lebih besar.

5. Buatlah goal/tujuan yang spesifik.  Terlalu banyak goal/tujuan membuat anak kebingunhan.  Buat tujuan hidup dengan sangat jelas.   Jangan mengatakan 'saya akan melakukan yang lebih baik di sekolah' atau saya akan berbuat yang baik buat negara.

6.  Memutuskan bagaimana cara memonitor kemajuan anak.  Anak akan bersemangat jika mereka melihat ada kemajuan atas apa yang mereka tentukan. Cara melacak kemajuan mereka dengan menggunakan grafik stiker, grafik, tanda yang jelas di kertas kerja.
Buatlah papan visi dengan anak-anak
[caption caption="http://www.kiddiematters.com/teaching-children-how-to-set-goals-and-use-a-vision-board/"][/caption]
Sebuah papan visi merupakan alat visual yang menggambarkan apa yang ingin anak kita capai.  Papan visi juga untuk pengingat dari apa yang akan kita tuju. Sebuah papan visi adalah alat yang sangat hebat untuk mengajar anak-anak cara mencapai tujuan/goal. Anak-anak dapat menggunakan papan visi agar mereka tetap termotivasi dan fokus karena mereka sedang dalam perjalanan menuju tujuan/goal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...