Loading

Slide Bar

Share

DISIPLIN TANPA TERIAKAN ATAU PUKULAN



Apa sebenarnya arti disiplin? Disiplin berarti konsisten untuk melakukan sesuatu tepat pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini telah digunakan dalam penelitian untuk mengurangi adu kekuatan antara orang tua dan anak.

Ada 9 hal untuk dapat mendisiplinkan anak:
l. Bangun pada malam hari
2. Bermain dengan makanan
3. Merengek
4. Membantah
5. Mengatai
6. Menggangu
7. Perlaku agresif
9. Merusak barang milik orang lain atau mengambil barang

Dari 9 hal diatas , saya tertarik kepada hal merengek, perilaku agresif, membantah.
Jika semua kebutuhan anak telah terpenuh. Sebenarnya tidak ada alasan anak anak untuk merengek sesuatu. Jadi walaupun sulit jalan keluar nya adalah dengan mengabaikan rengekan anak anda karena itu berarti anda membantu menghentikan rengeken.
  1. Pujilah perbuatan baik anak dan usaha-usaha agar dia tidak merengek
  2. Penuhi semua kebutuhan seperti makanan, mandi, pakaian, cuckup tidur, pelukan sehingga tidak ada alsan untuk satu rengekan krn kurangnya kebutuhan.
  1. Jelaskan arti rengekan
  2. Jelaskan cara bagaimana menginginkan sesuatu tanpa rengekan . Contoh ibu tidak akan berikan jus jika kamu tidak meminta dengan manis.
  3. Jika belum dapat bicara, jelaskan dengan gerakan
  4. Sediakan tempat untuk merengek/menangis
  5. Jangan pedulikan rengekan
  6. Tunjukkan/jelaskan saat tidak merengek
  1. Jangan mengalah pada anak yang merengek
  2. Anda tidak boleh merengek
  3. Jangan marah kepada anak anda karena dia masih marah kepada anda
  4. Jangan mencoba menghukum anak anda karena ia menangis/mengerek
Tunjukkan dan katakan dengan singkat apa yang boleh dilakukan terhadap orang lain dan barang mainnya (tidak boleh memukul, menggigit), serta apa yang boleh dilakukan.
Lakukan peraturan dengan tegas dan konsisten. Jika perilaku agresif merupakan ciri tetap permainan pergaulan sehari dan mengganggu, mintalah pertolongan ahili untuk menyelidiki apa yang dibalik kemarahan dan frustrasi anak.

  1. Awasi permainan dengan ketat. Awasi dan perhatikan agar perilaku agresif teman tidak menimbulkan cidera.
  2. Jangan ajarkan/memberi contoh perilaku agresif.
  3. Tunjukan akibat dari mengigit dan nakal ketika anda melihat orang lain berbuat serupaB
Memecahkan masalah: Yang harus Dilakukan
  1. Katakan kepada anak anda apa yang dilakukan selain memukul
  2. Puji anak jika ia bersahabat
  3. Gunakan teguran
  4. Lupakan peristiwa jika sudah berlalu
Yang tidak Boleh dilakukan
  1. Jangan bersikat agresif untuk menghentikan agresif
  2. Jangan marah ketika anak anda marah
Ketika anak yang manis berubah menjadi pembantah yang kasar, anda perlu mendengarkan dan membatasi kesempatan anak anda untuk mendengarkan kata kata yang tidak menyenangkan.

  1. Berbicara kepada anak anda dengan cara seperti yang anda inginkan dari anak anda bila ia bicara kepada anda.
  2. Jelaskan apakah bantahan itu secara rational.
  3. Amati perkataan teman anda, media masa, perkataan anda sendiri (cermin dari anak anda)
  1. Suruh anak anda mengucakan kata kata bantahan secara berulang ulang hingga lelah.
  2. Jangan pedulikan bantahan anak anda
  3. Pujilah perkataan yang baik
  1. Jangan membantah kembali anak anda jika ia membantah anda
  2. Jangan ajarkan anak anda untuk membantah
  3. Jangan beri hukuman berat untuk sebuah bantahan

KETELADANAN ORANGTUA KURANG: "ORANGTUA BANTU STOP KEKERASAN ANAK"


"It’s easy to respond to your child's aggression with yelling or anger, but remember, your child is looking to you for cues on how to control his impulses and have good behavior."


Berita yang mengejutkan datangnya dari  Bukittinggi. Seorang siswi yang dikroyok oleh teman-temannya setelah melakukan “bullying” atau mengolok.

Videonya segera beredar di seluruh antero Indonesia.  Apakah manfaat untuk mengedarkan video kekerasan?  Justru akan membangkitkan tiruan bagi anak-anak yang menonton.
Semangat untuk memerangi kekerasan anak di sekolah, baik itu kekerasan berbentuk phisik, psikis maupun sexual  harus segera diakhiri.  Jika tidak, maka gunung es ini akan segera mencair dan membentuk korban-korban baru yang bergelimpangan.

Apa bentuk kekerasan Phisik?
  • Memukul
  • Menendang
  • Merajam
  • Mencubit


Apa bentuk kekerasan psikis?
  • Mengejek, mengolok-olok
  • Merendahkan teman/orang lain
  • Mengisolasi

Apa bentuk kekerasan sexual?
  • Mengajak berbuat “sex”
  • Merayu untuk selanjutnya ke perbuatan “sex”
  • Berbagai macam kelainan bentuk sex 

Siapa saja yang terlibat dalam melindungi anak dari kekerasan?
  • Keluarga
  • Sekolah/Pendidik/Guru
  • Lingkungan

Dalam lingkup yang paling kecil yaitu Keluarga adalah pelindung anak dari kekerasan.  Alasannya adalah sejak awal anak dididik di keluarga.  Oleh karena itu, sebagai orangtua penting sekali mengawal pendidikan anak tanpa adanya kekerasan. Dimulai dengan hubungan ayah, ibu yang harmonis.  Jika dalam keluarga terdapat KDRT, anak akan mengalami trauma yang membawanya ke dalam “persepsi kekerasan”.
Dengan keharmonisan keluarga, maka ibu yang memiliki peran penting dan besar dalam mendidik anak sejak kecil sebaiknya tak memperkenalkan  media atau game yang banyak menawarkan kekerasan.

Bagaimana pengaruh game terhadap kekerasan anak?


Studi  yang telah dilakukan oleh Assosiasi  Psikolog Amerika membuktikan bahwa  lirik yang keras dan hasil menonton game yang  ternyata membawa dampak agresifitas pikiran dan perasaan anak.Serangkaian test diberikan kepada beberapa anak untuk mendengar dan melihat lirik dan video game.  Hasil temuannya adalah sebagai berikut:

  • Video kekerasan membawa anak lebih agresif dalam kelakukan maupun perkataan.
  • Lagu-lagu kekerasan menimbulkan perasaan permusuhan walaupun tanpa ancaman.
  • Lagu-lagu humor kekerasan menimbulkan pikiran permusuhan.

Pada awalnya, anak yang berusia 18 bulan hingga 2 tahun, sulit untuk mengkomunikasikan kebutuhannya kepada orangtua atau kepada orang terdekatnya atau bahkan kepada temannya. Kelakuan yang negatif adalah salah satu cara yang dipilihnya untuk mengungkapkan kebutuhannya.  Untuk anak yang usianya lebih tua, 3-6 tahun,  kelakuan yang negatif dan agresifitasnya adalah cara untuk mengkomunikasikan ketika mereka menghadapi situasi yang sulit.

Penyebab dari kelakuan agresif itu kemungkinan adalah berikut ini:
  • Mempertahankan diri sendiri
  • Stres
  • Kurangnya pekerjaan rutin 
  • Frustrasi atau kemarahan
  • Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik
  • Stimulasi yang sangat berlebihan
  • Kelelahan
  • Kurang pengawasan
  • Meniru agresifitas dari temannya
Suatu hal yang perlu dimulai adalah awasi anak anda untuk melihat ciri dari salah situasi yang menyebabkan dia berlaku agresif.  Pelajari sebanyak mungkin faktor-faktor tentang tindakan agresif.

Berikut ini adalah ringkasan bagaimana anda sebagai orangtua dapat membantu anak  dalam agresi/serangan dan agar mereka menyadarinya  untuk tenang atau mencari cara alternatif untuk menyelesaikannya.  Jika mereka tidak menyelesaikannya dengan baik, maka berikan perintah agar menstop agresinya.  Setiap perbuatan ada konsekuensi, baik perbuatan baik maupun buruk.Bantulah anak untuk menentukan pilihan yang terbaik baginya, juga ketika mereka bersama temannya.   Apabila anda telah menjelaskan secara mendetail alasan mengapa anak anda bertindak agresif, saatnya anda untuk intervensi.

Saatnya turun tangan dan Stop
Saat dia berbuat agresif, segara anda turun tangan  dan mengeluarkannya dari situasi .  Jangan terlalu memberikan perhatian kepadanya.  Hal ini dimaksudkan agar dia mengerti bahwa anda  tidak memberikan fokus kepada kelakuannya yang jelek.  Perhatian yang terlalu banyak akan membuat masalah berubah menjadi “pembicaraan”. Anak anda mungkin tak menyukai penjelasan yang panjang lebar mengenai  kelakuannya yang jelek.  Statement sederhana yang perlu ditekankan untuk kelakuan yang jelek adalah “Jangan memukul”, dengan demikian pandangan anda kepada korban jauh lebih baik.  Jangan sekali-kali berteriak kepada anak anda untuk memberikan perhatian kepada korban. Paksakan anak untuk minta maaf kepada korban. Jika anak anda anda belum dapat juga tenang, pindahkan dari tempat kejadian.  Bawa ke tempat yang lain. Setelah dia selesaikan dirinya sendiri untuk tenang, dan siap untuk bicara, barulah berbicara. Hal ini salah cara bagi anak anda untuk mengetahui bahwa dia harus tenang dahulu, setelah itu tanggung jawabnya untuk dia berbicara dan berlaku sepantasnya .

Turunkan nada suara Anda – Jangan naikkan:
Sebagai orangtua, kami butuh memperlihatkan  “self-control” dan menggunakan kata bijak jika kita ingin anak kita berbuat yang sama.   Sangat mudah untuk berteriak atau marah, tapi ingatlah bahwa anak anda melihat anda sebagai teladan bagaimana mengontrol dorongan hati atau kekesalan dan mampu melakukan dengan baik.  Kemungkinan sangat memalukan memiliki anak yang mempunyai perbuatan tidak baik, tetapi inglah bahwa anak-anak ini masih dalam “taraf navigasi” menuju ke lingkaran sosial.  Beberapa anak mengalami kesulitan untuk tidak berbuat “over-react” atau menujukan kepribadiannya.

Tehnik yang sangat berhasil bagi beberapa anak adalah dengan merubah volume dan nada suara anda.  Anda dapat berhasil membantu anak anda tenang dengan menurunkan nada suara ketika menghadapi korban anak anda juga.  Jika anda anda tidak dapat juga tenang, sebelum membantu temannya, katakan dengan tenang:  “Saya ingin kamu (anak anda) tenang sekarang ini!” Saya akan membantu Johan (temannya yang jadi korban).  Setelah selesai, barulah kamu boleh berteriak!”   Untuk beberapa anak hal ini dapat berhasil dan setelah mereka dapat tenang, segera anda merasa bebas dan berikan pujian kepadanya:  “Terima kasih kamu telah berhasil tenang.  Kita tak boleh mencubit.  Cubitan akan melukainya dan membuatnya sedih.”  Ulangi kata-kata “Kamu tidak boleh mencubit”.  Beritahukan kepadanya konsekuensi jika ia tidak tenang, anda akan meningalkannnya.  Tenang dan tinggalkan dia jika ia “tantrum”.  Kebanyakan anak-anak tidak akan melanjutkan perbuatannya jika tidak ada  lagi penonton atau orang yang dapat melihatnya.

Latihlah cara-cara untuk meredakan kemarahan anak anda
Bagi anak-anak berusia 3-7, bantulah anak anda untuk mengenali kemarahannya dengan mengatakan :  “Saya paham kamu marah, tetapi  kamu tak perlu memukul.  Tidak ada lagi pukulan.  Anda dapat membantunya  dengan memberikan latihan saat anak anda telah tenang.  Anda dapat berkata :  “Saya marah. Dan  saya tinggalkan ruangan ini.”  Anda juga dapat mengajarkan anak anda  mengurangi kemarahan dengan cara berhitung dari 1 hingga 10, sampai kemarahan anak anda mereda.  Lakukan dengan bernafas dalam-dalam. Bagaimana menggunakan kata :  “Saya benar-benar marah sat ini!”  Semuda metode ini dapat membantuk  kemarahan anak anda berfokus dan ajarkan mereka untuk menyadari mengeal emosinya.    Sebelum anda memasuki situasi sosial yang sulit, pelajari konsekuensi anak anda jika dia tidak dapat mengkontril kemarahannya.  Ajak anadak anda  mengontrolnya.  Katakan kepadanya:  “Saya percaya kamu dapat mengontrol emosimu, namun jika tidak, saya akan meninggalkanmu dan akan kembali setelah kemarahanmu mereda.”   Pastikan bahwa anda melakukan apa yang anda katakan (konsekuen).
Ajarlah kepada anak anda bahwa agresif itu tidak baik, salah!

Pada saat tenang, sangat penting untuk berbicara kepada anak anda tentang agresif.  Dengan suara yang jelas, katakan kepadanya bahwa pemukulan, pencubitan, penendangan dan kelakuan agresif lainnya adalah salah.  Untuk  anak yang lebih muda (18 bulan-2 tahun), dapat dilakukan dengan sangat sederhana. Pegang tangannya dan katakan : “Tidak boleh memukul.  Itu  tidak baik!”  Ingatlah anda dapat mengatakannya berkali-kali menggunakan kata yang sama, hingga anak anda memahaminya.  Anda harus tegas dan konsisten setiap kali menghadapi anak yang agresif.  Anda harus punya rencana tindakan jika konsekuensi dari  agresif ini dilakukan lagi.  Di rumah, dapat diterapkan“time-out” duduk di suatu kursi, jauh dari semua orang dimana anak anda merasa sendirian .  Jika anda berada di luar rumah, pilih tempat yang aman, seperti “time-out di dalam tempat duduk di mobil.  Cara ini menekankan bahwa anak anda keluar dari kesukaannya.  Ini menekankan bahwa anda tidak mentoleransi  agresif  dalam segala bentuknya.
Katakan kepada anak anda “Gunakan kata-katamu”

Berkali-kali anak yang  memiliki tindakan agresif sesungguhnya skill komunikasi yang diperlukan membantunya dalam situasi yang menegangkan.  Untuk anak kecil, pencubitan, pukulan terhadap seseorang sangat mudah.  Sering anak agresif memberikan kesan yang salah bagi anak karena merasa jauh lebih kuat dari temannya.  Anda harus dapat melakukan diplomasi dalam situasi yang sulit.  Bantulah anak anda dengan menjelaskan dan melatih kata-kata mereka. Anda dapat membantu mereka untuk menggantikan sikap agresif dengan berlaku yang dapat diterima oleh masyarakat.
Ajarkan anada anda untuk berkata :  “Tidak!”” kepada temannya bukan sebaliknya berlaku secara agresif.  Sering anak berlaku secara negatif kepada temannya dimana seharusnya dia menegaskan dirinya dengan mengatakan “Tidak” kepada temannya.
Berikan contoh-contoh kalimat ketika anak anda merasa marah dan frustrasi kepada temannya.  Misalnya :  “Ini milik saya”,  “Saya tak menyukai hal itu!”  “Stop”,  “Saya sakit hati”.

Sadarilah  Keterbatasan Anak Anda
Anda harus mengenal lebih jauh dari situasi yang berfluktuasi dan meletakkan anak anda dari aktivitas yang berbeda untuk menghindari konfrontasi agresif.   Jika anak anda menjadi target di suatu  play group, maka hindari anak anda berada di play group.  Jika ada permainan, video game yang membuat dirinya frustrasi, hindari permainan dan video game itu.  Jika anak anda capai, haus, atau terlalu banyak stimulasi, ajaklah aktivitas yang lebih ringan.  Untuk anak yang leibh tua, berbicara secara terbuka dan bekerja sama untuk mendapatkan solusi  dari problem yang akan datang.

Hargai atas usahanya.
Berikan pujian atas kerja keras dan usahanya. Sebagai contoh, ketika anda mengobservasi  anak anda bekerja sama dalam bermain bersama temannya, katakan bahwa anda sangat bangga atas kerja samanya dan selalu usahakan untuk memilih kata yang baik sebagai pengganti dari kata yang kasar yang dapat membuat agresif.  Selalu berusaha untuk memuji pekerjaan dan sikap dan tindakannya yang baik sebagai cara untuk memotivasi anak anda untuk lebih baik lagi di masa datang.

Jangan Lakukan hal-hal berikut ini:
Tidak pernah memukul dan memukul kembali.  Hal ini cara untuk mengajarkan anak anda suatu pelajaran bagaimana menjadi korban dari agresif.  Jika anda berlaku kekanak-kanakan, anda mengajarkan kepada anak anda bahwa agresif  adalah jawaban untuk menyelesaikan konflik.  Meskipun ini sulit, usahakan sekuat anda untuk dalam ketenangan.

Jangan biarkan anak anda melihat kekerasan dalam tontonan televisi atau video games .Seringkali TV dan video menyajikan karakter kekerasan sebagai pahlawan.  Bahkan ada yang membuatnya seolah bahwa kekerasan adalah alat untuk mengakhiri problem.  Pesan ini dapat dihindari dengan stop kebiasaan melihat TV atau video game yang dapat mempengaruhi anak anda.   Anak anda mungkin akan terpengaruh dalam sikapnya yang agresif terhadap temannya. Dengan mengetahui temperemen anak anda dan apa yang membuatnya bertahan tidak bersikap jelek, maka anda dapat membantunya untuk bersikap sebaik mungkin.
Jangan mengambil hati atas sikap anak anda yang tidak baik. Seringkali orangtua frustrasi dan marah ketika anak mereka agresif.  Beberapa kali kita merasa bahwa sikap anak yang tidak baik adalah refleksi dari skil parenting .  Jika kita memiliki anak yang agresif, rubahlah fokus anda dalam membantu mereka untuk mengexpresikan dirinya dengan cara yang lebih

Memelihara Binatang Bersama Si Kecil


Si  Linda kecil sekali dengan binatang anjing.  Dia berbahagia kala bertemu dengan anjing.  Antusiasme si kecil yang amat besar terhadap binatang bisa menjadi penanda untuk memberikan seekor binatang peliharaan. Tak hanya menjadi teman, tetapi juga membantu si kecil tumbuh dan berkembang.

Fisik:
Perkembangan fisik dan kemampuan motorik si kecil ikut terasah seiring perjalanan hari-harinya bersama binatang peliharaan. Gerak binatang yang aktif mendorong si kecil untuk beraktivitas. Mulai dari sekadar mengajak jalan-jalan setiap pagi atau sore, bermain tangkap bola, dan bercengkerama . Binatang dapat menjadi teman atau sahabat si kecil untuk beraktivitas bersama.

Sosial:
Beragam studi, mengungkapkan kemampuan binatang peliharaan dalam membantu mengembangkan hubungan interpersonal dan lingkungan sekitar. Hubungan yang tercipta antara anak dan binatang peliharaan dapat bersifat saling melindungi, menjadi teman dalam segala situasi dan tanpa syarat. Oleh karena itu binatang peliharaan juga kerap digunakan sebagai pola terapi pada individu untuk membantu mengembalikan rasa percaya terhadap diri sendiri dan orang lain, merasa nyaman dan aman, serta bagai anak-anak berkebutuhan khusus.

Emosional
Dalam situs web American Academi of Child and Adolescent Pschiatry disebutkan bahwa hubungan baik dengan binatang peliharaan dapat membantu mengembangkan kemampuan komunikasi nonverbal, berempati, dan bersimpati. Si kecil bisa diajak aktif memelihara dan merawat binatang peliharaan dan juga memberi kasih sayang dan perhatian. Memberi makan, memandikan, atau membawanya ke dokter misalnya bisa diajarkan sesuai tahapan usianya. Lewat berbagai tugas merawat binatang itu anak pun belajar bertanggung jawab, yang penting dalam proses pembelajarannya. Beragam riset juga menunjukkan dari berkomunikasi dan menjalin hubungan erat bersama binatang, membantu anak memahami pola hubungan dengan lingkungan sekitarnya.

Hal lain adalah melalui dunia binatang, semakin memeriahkan suasana di rumah. Melalui dunia binatang, si kecil juga belajar memahami evolusi kehidupan setiap mahluk hidup. Lahir,berkembang, dan kembali ke Pencipta.Pengalaman-pengalaman berhadapan dengan berbagai tahapan tersebut dapat menjadi fondasi pembentukan karakter mental sang buah hati.


MANDIRI, MENEMPA ANAK BERMENTAL UNGGUL

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you.-  Kahlil Gibran



Terngiang dan terdengar  terus menerus apa yang dikatakan oleh Kahlil Gibran.  Rasanya sangat tidak mungkin, tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh seorang ibu.  Berpijak pada puisi Kahlil Gibran yang terkenal itu, memandirikan anak dalam kehidupannya adalah bagian hidup dari seorang ibu yang harus ditempuh.

Sulit bagiku ketika keputusan harus diambil.  Saat-saat harus menghadapi perpisahan untuk melepaskan anak perempuan semata wayang itu  luar biasa penuh dengan pergumulan batin.  Anak ini tidak pernah ke luar dari pangkuanku, jangkauanku, pandanganku.  Namun, jika kubiarkan dia terus kudekap, apa yang akan terjadi. Kedewasaan untuk mandiri harus dimulai.  Jika tidak, kemungkinan anak ini akan menjadi manja, tidak mandiri. Tujuan utamanya adalah menjadi individu bermental  baja dan unggul di kemudian hari menghadapi berbagai tantangan dunia yang semakin tajam.

Medio June tahun 2012, adalah paling berat, setelah mengantarkan anak saya ke Melbourne. Saya hanya punya waktu seminggu untuk mengajarnya  lifeskill.

Dia tak pernah memasak .  Bahkan yang paling sederhana pun, masak nasi.  Mengajarinya masak nasi dengan rice cooker . Sederhana buat saya, tapi bukan sederhana baginya. Dia bertanya:  “Berapa airnya, bagaimana mengetahui  nasi sudah matang?”.    Apalagi belajar memasak. Baginya suatu pengalaman besar dan tidak menyenangkan.  

Dia terpaksa belajar memasak dari internet dan segala macam media.  Bumbu-bumbu pun ikut dipelajarinya.    Guru yang paling besar adalah pengalaman.  Dia pernah salah memanaskan makanan dengan microwave memakai mangkuk  yang bukan untuk micro-wave. Hasilnya  makanan  tidak bisa dimakan karena semuanya meleleh...

Dia tak pernah pergi ke tempat asing dan baru sendirian, selalu ada supir. Sekarang, belajar berjalan dengan kaki sendiri, belajar “map”, belajar orientasi jalan, belajar  cari tram atau train sesuai rutenya. Hari pertama ke kuliah harus tersesat, naik taxi untuk datang ke kampus, padahal tempatnya tidak jauh dari tempat apartemennya.

Dia tak pernah mengatur keuangannya sendiri. Segala sesuatu yang diperlukan disediakan. Sekarang budget disiapkan, tapi pengaturan keuangan harus dilakukan sendiri. Setiap pengeluaran harus dicatat dan diingat, apakah sesuai dengan anggaran.

Dia tak pernah mengurus  administrasi tentang  kontrak apartemen, kontrak  internet, kontrak  gas. Sekarang harus dilakukan tanpa ada yang membantunya.  Berpikir dan mengambil keputusan sendiri.

Dia tak pernah mengurus keperluan dirinya seperti  laundry karena di rumah pembantu melakukannya.  Sekarang harus dilakukan sendiri  dengan  bantuan mesin cuci.

Dia tak pernah mengalami kesulitan untuk mengurus kerusakan “frame dari  ranjangnya”.  Tapi harus dilakukannya karena ranjangnya roboh, terpaksa tidur di atas karpet yang dingin dan keras. Di negara kangguru , semua orang harus pandai untuk memperbaiki  segala sesuatu sendiri  atau disebut “handyman”.  Kecuali bagi yang kaya, bisa menyewa atau memanggil  “handyman”. Tiga minggu harus menunggu keputusan untuk mengganti frame dan ranjang.

Dia tak pernah mengalami bekerja sama dengan teman-teman yang mempunyai karakter dan perilaku enggan untuk menyelesaikan projek bersama.   Sekarang dia harus beradaptasi belajar kreatif, kritis dan mengambil keputusan untuk bisa mengatasi kesulitan bersosialisasi dengan orang asing .

Dia tak pernah mengalami kesulitan resiko yang harus diambil jika harus menanda-tangani  kontrak “internship” yang sangat melemahkan dirinya sebagai seorang mahasiswi.   Sekarang, dia harus berkonsultasi  dengan berbagai macam orang termasuk dosennya untuk menentukan pilihan pengambil keputusan.

Perubahan mentalitas dari  penumpang menjadi mentalitas pengemudi.  Mentalitas penumpang yang biasanya cenderung pasif, enggan mengambil  resiko.  Sebaliknya mentalitas penuh inisiatif, kreatif, kritis dan berani mengambil keputusan.

Perjalanan kemandirian bukan mudah bagi anak maupun saya sendiri. Anak harus menghadapi tantangan itu sendirian . Sementara saya sebagai orangtua pun penuh dengan kekhawatiran, kecemasan,  kasihan, ketakutan  pada saat anak sedang menghadapi kesulitannya.  Hanya dukungan mental dan doa saja yang dapat diberikan.

Mendidik anak menjadi mandiri adalah keputusan yang tak bisa diganggu gugat.   Bermental unggul dan baja adalah tujuannya, semoga engkau dapat mengerti dan memahami bahwa  dalam kesulitan saat ini, ada kemenangan di kemudian hari.



Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Every Mom Has A Story#Stopmomwar



KETIDAK HADIRAN


Dilematisnya sebagai ibu yang bekerja meninggalkan anakku kepada seorang  tante yang menjaganya.    Saat  itu anakku berumur 8 tahun, kelas III SD, rasanya pagi itu semuanya sudah beres.  Malam harinya sebelumnya , aku telah  menyiapkan segala peralatan sekolah anak,  pagi harinya mengecek kembali semua yang harus dibawanya, tak lupa menyiapkan sarapan.

Di sekolah anakku dilarang membawa handphone sama sekali.  Bahkan di rumah pun tak ada handphone karena pada saat itu handphone belum populer.  Yang ada hanya telpon rumah saja.
Saya bekerja dengan tenang dari pagi hingga sore . Apalagi saat siang menjelang sore hari, ada meeting yang tak bisa ditinggalkan.   Walaupun suara handphone telah di “silent” terdengar getarannya.  Sempat saya mengintip sebentar.   Dari rumah.   Wah, tak mungkin rasanya menjawab karena meeting itu tak boleh terganggu oleh persoalan pribadi.

Pulang dari kantor, saya dengan rasa cape masuk ke rumah.  Melihat muka anak saya yang sangat cemberut, asam, saya segera  curiga apa yang terjadi dengan dirinya.
Terjadilah komunikasi yang membuatku sangat  “surprise” mendengarnya.

 “Nak, apa yang terjadi  dengan dirimu hari ini?” tanya saya.
“Mamah, apakah tadi tidak mendengar suara telponku?” setengah berbisik suaranya kepadaku.
“Dengar. Tapi mamah tidak bisa menjawab karena mamah ada di ruang meeting. Tak boleh ke luar sama sekali!”, kataku.
“Tapi kenapa tidak telpon ke rumah setelah itu?” tanyanya lebih lanjut.
“Maaf lupa”, jawabku singkat.
“Coba ceritakan apa yang ingin diceritakan kepada mamah”, kataku.
“Tidak, percuma.   Ketika aku sedang  butuh mamah, selalu mamah bilang sibuk, meeting lah, lupalah.  Sekarang tidak butuh lagi.  Mamah egois!” katanya menangis.

Begitu mendengar kalimat itu,serasa mendengar halilintar yang menggelegar.  Saya terpekur, terkejut dan kaget sekali.   Kehadiranku ketika dibutuhkan sungguh suatu hal yang sangat penting baginya.   Aku merasakan kegetiran, ketidaknyaman serta  kegelisahan dimukanya.  

Sadar bahwa arti “kehadiranku” pada waktu dan momen yang tepat sangat penting baginya telah kulewatkan . Hanya kekecewaan yang ada saat bertemu dengannya.   Aku tak mendapatkan kesempatan kedua kalinya.  

Akhirnya, saya mulai instropeksi, aku berjanji kepada diriku dan kepadanya “mamah akan selalu hadir di setiap saat engkau butuh”.   Komitmenku ini kupegang dan kubuktikan .   Dengan adanya komitmen itu dia merasakan kenyaman kembali. Hidupnya bersinar kembali dan ada rasa dukungan yang memang nyata kuberikan kepadanya setiap waktu diperlukannya.

Aku belajar ada lima macam “ketidakhadiran” ayah atau ibu atau kedua orangtua. Yang pertama orangtua yang lebih sering “meremehkan” atau tidak setuju terhadap pilihan anaknya daripada memberi kesempatan anaknya untuk mandiri dan bertanggung jawab.  Yang kedua anak merasa hanya boleh mengikuti jalan yang sudah ditentukan orangtuanya sehingga mereka merasa tak dianggap.
Yang ketiga orangtua yang sibuk mengumbar suasana hatinya, entah itu sering marah-marah atau terus bersedih dan bersikap negatif terhadap berbagai hal, juga akan membuat anak-anaknya memilih untuk mengubur dalam-dalam perasaan mereka; mereka merasa tidak didengarkan orangtuanya.
Yang keempat, jenis ketidakhadiran adalah orangtua yang mengalami kecanduan. Bukan hanya kecanduan obat, tetapi bentuk lain seperti menonton sinetron,  supersibuk bekerja. Yang kelima adalah  ketidak-adiran terbanyak adalah lewat gaya parenting yang serba membolehkan atau yang tidak konsisten dan tidak membiarkan anak menanggung konsekuensi atas perbuatannya sendiri.

Melalui “kehadiranku”,  anak akan merasa bertanggung jawab, dan percaya diri.  Oleh karena itu, berikan  hadiah terbaik lewat kehadiran  kita sebagai orangtua, lewat cinta tak bersyarat dan kelekatan emosional.








Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Every Mom Has A Story #Stopmomwar