Loading

Slide Bar

Share

BERPIKIR KRITIS DAN EFEKTIF

Kemampuan belajar setiap anak berbeda dan membutuhkan cara tersendiri untuk menghadapinya. Hal inilah yang menjadi perhatian sebuah perusahaan jasa pendidikan.

Menggunakan metode yang disesuaikan dengan kemampuan tiap anak sehingga anak memiliki,cara berpikir kritis, cara belajar efektif dan mencintai proses belajar. Belajar matematika,bahasa inggris,bahasa asing dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Proses belajar juga dilengkapi dengan alat bantu yang membantu proses pemahaman belajar.

Selain alat bantu, guru-guru yang mengajar dan suasana kelas menjadi syarat mutlak agar anak senang belajar. Guru yang memahami kesulitan anak satu persatu, tidak dengan mudah menghakimi atau menggenralisasi setiap anak adalah sama. Suasana kelas yang tidak formil tetapi tetap disiplin, menjadikan anak suka berada di dalam kelas.


"WAITING IS PAINFUL"



Sebuah kalimat singkat tertera di bagian atas skype . Begitu singkat tapi sangat menggugah "Waiting is painful"

Bukan kebetulan, tapi akan tampak jelas kalimat itu ketika aku membuka skype untuk memulai pembicaraan.   Apa yang membuatnya menulis seperti itu?

Anakku memang seorang futuristik yang membutuhkan kepastian dalam segala hal. Kegelisahannya timbul ketika dia selesai diwawancara untuk "internship" di sebuah perusahaan oleh general manager.   Hari berganti hari, tidak ada jawaban, entah itu email atau telephone .  Penantian jawaban itulah yang membuatnya menunggu tanpa kepastian.  Diterima atau ditolak.   Hanya dua kata, tapi serasa detik, demi detik, menit demi menit serta berjam-jam menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

Kegelisahan itu timbul karena dia sebenarnya tak paham proses interview itu.   Menurut pemikirannya, hanya dua kandidat dari fakultasnya yang diinterview oleh perusahaan itu.  Jadi mengapa lama sekali untuk menentukan salah satu dari dua orang yang menjadi pilihan.  Benaknya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan lain.  Apakah ada calon dari universitas lain?   Apakah perusahaan itu serius menerima mahasiswa/i internship atau dia coba cari tapi juga cari kandidat untuk pegawai baru lainnya?

Segudang pertanyaan muncul dan mengusik terus dalam jiwa dan benaknya.  Meskipun kami sebagai orangtua sudah berkali-kali menjelaskan bahwa perlu kesabaran untuk menunggu proses dari jawaban perusahaan .  Waktu perusahaan bukan waktu calon kandidat. Perusahaan punya jadwal tersendiri bukan jadwal kita.

Namun, rupanya pengarahan atau wejangan itu tak mengurangi sedikit pun kegelisahannya.   Dia merasa seolah-olah dunia dan waktu itu harus sesuai dengan keinginannya.
Kegelisahan itu selalu tampak ketika kami berbicara, seolah mata dan jiwanya melayang kemana-mana.  Komunikasi hanya searah saja.  Apa yang ditanya, jawabannya entah kemana.   Kami tahu apa yang dipikirkannya.   Kami selalu mengulang kembali bahwa waktu perusahaan dan Tuhan selalu berbeda dengan waktu yang kamu inginkan.

Ternyata memang benar, hampir 10 hari kemudian ada jawaban email yang memintanya kembali datang. Ketika dia datang, dia sangat surprise diberitahukan bahwa dia diterima. Namun, berhubung karena pikirannya dipenuhi dengan perasaan "kaget", senang bercampur takut, dia hanya diam saja.

"Diam" itu ditafsirkan oleh general manager sebagai orang yang masih ragu-ragu menerima pernyataan. Oleh karena itu general manager minta supaya jika dia masih ragu, dia boleh memikirkan di rumah dan berbincang dengan keluarga.

Nach, begitu ke luar dari kantor itu. Dia sendiri kesal lagi, kenapa bersikap diam dan ragu-ragu, bukankah itu yang diinginkannya.  Jadi dia agak menyesal. Setelahb erbincang beberapa lama dengan kami, dia segera mengambil keputusan untuk menghubungi general manajer itu untuk menyatakan kesediannya menerima internship itu.

Namun, setelah itu tak ada jawaban baik dari pihak employer/perusahaan atau sekolah sebagai koordinator dari placement industry.  Bagaimana dengan kuliah yang sudah dimulai, dia harus  enroll atau dia harus lepaskan. Terpaksa dia menuruti anjuran koordinator placement industry untuk enrol beberapa pelajaran dan bahkan sudah memasuki project assignment. Semakin mendekati waktu due date dari amendment enrollment dan pembayaran yang ditentukan membuat hati dan pikirannya galau. Waktu dan keputusan seolah tidak harmoni.   Akhirnya, sehari sebelum tanggal akhir dari amendment enrollment dan pembayaran, diterimalah keputusan kontrak untuk internship.   Lega sambil mengejar untuk melakukan amendment enrollment dan pembayaran.

Itulah, sifat dan sikapnya.   Tegas tapi kadang-kadang penuh dengan keragu-raguan, jika tak sesuai dengan jadwal yang diinginkannya, dia gelisah setengah mati.

"Waiting is not painful , my dear,  waiting is the practice for the patience".

MENUMBUHKAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI

Apakah konsep mengenai kreativitas?

Banyak diantara ibu-ibu atau bapak-bapak yang mempunyai konsep kreativitas sebagai berikut:
  • Banyak ide
  • Permainan Menarik
  • Produk yang dihasilkan oleh anak
  • Inovasi
  • Kegiatan variasi


Konsep Kreativitas:
  • Semua boleh
  • Kekecualian memang ada yang tidak boleh dengan penjelasan yang sangat akurat


Indicator dari kreativitas:
Feedback yang muncul : Apabila anak selalu merasa takut untuk memutuskan sesuatu, maka ada komunikasi yang salah

Pola dari Kreativitas:
Kekuataan untuk selalu bertanya yang dihubungkan dengan
  • how
  • where
  • what
  • when 
  • who
  • why 
  • which one

Contoh: Anak ingin belajar matematik yang inisiatifnya berasal dari anak itu sendiri
             Pertanyaan awal:  ingin belajar apa:   Matematik
                                        mengapa           :   karena matematik sulit
                                        bagaimana cara :  dengan cara yang dipermudah misalnya dengan jari-jari
                                        siapa yang ajar  :   guru yang tahu cara mempermudah matematik
                                        yang mana yang lebih baik:   bukan hanya teori tapi dengan pemahaman /
                                                                                    permainan

Ciri-ciri dari Kreativitas:
  • Curiousity
  • Imagination creativity
  • Out of discovery,   bakat
  • Noble attitude

Pembelajaran dari konsep tentang kreativitas:
1. All Children are born artists  (Pablo Picasso):
     Tidak mengenal tidak mungkin:   contoh dalam gambar tentang warna : awan tidak selalu biru

     Tidak Takut salah:
     Coba semua hal . Anak kecil yang lari akan tahu resiko lari adalah jauh, jika jatuh tidak menangis
     Boleh :   artinya boleh mengambil tindakan dengan menanggung resiko
     Hal-hal kecil harus berani
     Jika masih ada rasa takut pada anak, biasanya dasarnya dari orangtua bukan dari anak.
     KEsombongan orangtua adalah mengenakan kreiteria orangtua kepada anak

     Lalu apa yang terjadi?
     Setelah anak yang lahir memiliki kreativitas tinggi, kita tak boleh mematikan kreativats mereka.

2. We dont grow in to creativity
     We grow out of it.....
     We get educated out of creativity   (Sir Ken Robinson)
     Sering orangtua berlaku protektif
     Akibatnya parno
     Hormati jika ada kesalahan
     Belajar local wisdom dalam melalui segala hal

3. We worry what a child beomce tomorrow .  Yet we foreget that he is someonetoday (Slacia Tasucher)
     Kesalahan berikut?
     Jika ada traumatik, jangan terus terkungung dengan traumatik terus menerus

     MEngirim anak ke Sekolah:
     82% anak yang baru masuk sekolah pada usia 5-6 tahun memiliki citra positif akan kemampuan
     belajar.

     Sebaliknya pada usia 16 tahun: anaka ini menjadi 18% tidak positif

      Anak yang masuk sekolah terlalu dini merasa dirinya bosan dengan lingkungan sekolah. Namun,
      mereka yang berasal dari homeschooling jauh lebih kreatif dan positif pada usia 16 tahun.

      Masalah terbesar sekolah adalah pada sistem?
      Education is whatever remains after one has forgotten everything he learned in "Schoold" (albert einsten)

      Jadi apa yang harus dilakukan?
      Lebih banyak dorongan
      Pahami anak ini arahnya mau kemana
      Cinta tanpa bersyarat
       Hargai keunikan tiap anak
       Dunia untuk dijelajah

Ingatlah bahwa kita, orangtuah yang harus berubah bukan anaknya yang harus berubah.

Melatih Kemandirian Anak

Dari seorang bayi, menjadi balita, dan berkembang menjadi anak muda.  Perkembangan anak diharapkan agar anak juga mandiri tidak bergantung kepada ayah ibunya dalam beberapa hal.  Hal-hal yang kecil harus diajarkan agar kemandirian itu terbentuk sejak kecil.

Sebagai contoh, banyak orangtua budaya timur tidak membiarkan anak belajar makan sendiri, terutama anak berusia 1-3 tahun, supaya tak mengotori meja makan atau lantai.  Bahkan ada yang bilang jika makan sendiri anak tidak kenyang makannya karena dilakukan sambil bermain.

Apa pun anggapan orang, orangtua harus menocba menumbuhkan kemandirian anak sejak dini. Untuk itu, orangtua perlu berkreasi sambil memadukan dengan kedisiplinan dan keteraturan.

Berikut ini adalah langkah yang perlu dilakukan:

1. Buat Jadwal rutin setiap hari
    Anak butuh rutinitas setiap hari agar mereka displin.  Kekonsistenan inilah yang membuat mereka belajar
    mandiri. Sejak dini, ajarkan untuk mematuhi jadwal harian secara sederhana.
    Contoh:  mandi,menggosok gigi,berganti baju,menyisir rambut dan sarapkan
   Selipkan diantara jadwal harian adalah mengerjakan pekerjaan sekolah, rumah, istirahat.

2. Orangtua adalah panutan atau teladan anak.
    Sebuah perumpamaan seorang anak sebagai spons yang mengisap cepat cairan, begitu pula otak anak
    dalam menyerap berbagai hal baru di sekelilingnya. Tatkala mengajarkan kedisiplinan, jadikan diri anda
    sebagai panutanbaik karena anak adalah peniru ulung.
    Jika anak melihat Anda menunda-nunda pekerjaan, memilih menonton televisi daripada menyelesaikan
    tugas mencuci priing, maka akan berdampak negatif.  Kita sebagai orangtua harus memiliki kedisiplinan
   dan keteraturan terlebih dahulu.

3. Ajarkan ketrampilan memecahkan masalah
    Semua ada solusinya. Ajakarkan pada buah hati selain mendisiplinkan, juga memberi tugas serta peran.
    Ajak untuk berdiskusi ketika akan berkunjung ke rumah kakek, menyumbang saran, memecahkan
    masalah dan bisa bersemangat untuk masa depan.

4. Tunjukan rasa bangga pada anak
    Setiap anak punya talenta yang unik.  Talenda itu tak hanya kepandaian akademis atau ketrampilan
    tertentu tetapi bisa juga berupa kepandaian si kecil bergaul, melucu , peduli dan menyenangkan orang
    lain. BErikan pujian setiap kali anak menunjukkan talentanya.

Selamat melatih kemandirian anak!

PEDOFIL ITU TELAH ADA DI INDONESIA

Beberapa minggu ini berita mengenai anak berusia 6 tahun di JIS yang disodomi oleh cleaning service telah membuat para orangtua menyadari bahwa apa yang terkuak saat ini sungguh mengejutkan dunia pendidikan.  Memang tempat terjadinya di sebuah tempat pendidikan bertaraf internasional. Namun, pertanyaannya apakah tempat pendidikan bertaraf internasional pun tak memiliki standar moral yang baku .

Jangan anggap remeh pedofil
Sementara kasus pedofil, sodomi terkuak di beberapa kasus pelecehan anak. Para orangtua jangan anggap remeh kasus pedofil karena merasa hal ini tak terjadi dengan anaknya.
Korban dari pedofil terus berjatuhan.  Kita tak tahu kapan anak kita akan mengalaminya. Sebelum mengalaminya. Mari kita cegah dan kita tak biarkan hal itu terjadi.


Siapa pedofil?
Pedofil adalah orang yang menyukai sex terhadap anak-anak.

 

Lima Langkah dari  seorang Pedofil mengenal korbannya

Hampir dari 90 persen dari penganiaya mengenal korbannya. Apakah anda sendiri sebagai orangtua menyadari  para predator di keluarga anda?


Dr. Phil menjelasan bagaimana seorang pedofil mengejar korbannya:


Tahap pertama:  Identifikasi Korban yang dituju

Meskipun beberapa pedofil itu memiliki type yang berbeda, apakah umur, penampilan, gender , namun semua pedofil itu akan mencari korbandengan cara yang mudah diserang.



Tahap kedua: Mengumpulkan informasi:

|Tahap berikutnya, seorang pedofil mengumpulkan informasi dari target korbannya sebanyak mungkin.  Caranya adalah dengan melakuan pembicaraan intensif baik dengan orangtua, orangyang dipercaya oleh orang tua dan anak itu sendiri.


Tahap ketiga:   Mengisi kebutuhan

Setelah seseorang mendapatkan informasi yang dibutuhkan, maka seseorang itu menjadi bagian dari kehidupan anak itu dengan memenuhi kebutuhannya. Jika si korban seorang yang miskin maka pedofil akan menyediakan dengan permainan atau mainan mahal. Jika korban  seorang yang kesepian, maka ia akan beritndak sebgai seorang teman.

Tahap ke 4:  Mengurangi Keinginan

Seorang pedofil mulai mengurangi keinginan dari hal-hal sexual dari seorang anak. Ia mungkin akan mulai bermain permainan, kegiatan yang berhubungan dengan cara tak berpakaian, bermain sex atau menunjukan kepada anak-anak yang  fotographi serta gambar sex.



Tahap 5:  Mulai dengan penyiksaan/abuse

Pada tahap akhir , seorang pedofil akan menyiksa anaknya.



Siapa korban dari pedofil:

  •   Sebagian besar adalah keluarga yang sedang stess

  •     Anak yang  keduanya orangtuanya bekerja

  • Single parent

  •  Keluarga yang sedang sakit,

  • Anak yang ditelantarkan atau dilupakan, tidak dikasihi



Seorang pedofil datang kepada anak untuk membantu keperluan anak, seolah-olah menjadi orang yang sangat baik, siap dengan bantuan yang diperlukan.

 Sebagai orangtua, anda harus mewaspadai mereka atau seseorang yang terlalu banyak mengenai anaknya.

MENJADI ORANGTUA,MENDEWASAKAN DIRI

Melalui parenting, pengalaman membesarkan ,mengasuh dan mendidik anak, orangtua mendapat imbalan bagi pengembangan pribadi sebagai individu.

Bettie Youngs, penulis buku pendidikan anak dan remaja,menjelaskan bahwa pelajaran positif melalui parenting.

Orangtua selalu mempelajari makan sesungguh dari mencintai,bergembira, bahagia melihat keberhasilan yang dicapai anaknya, besabar dan bertahan berbagai hambatan yang dialami oleh hubungan timbal balik antara anak dan orangtua. Keinginan anak terkadang berbeda dengan yang diharapkan orangtua serta tanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Menjadi orangtua mengajarkan sebagai berikut:

Merasakan betapa rentannya kehidupan manusia:
Ketika mengandung dan melahirkan bayi, akan muncul perasaan takjub yang mendalam mengenayi nyawa bayi yang sepenuhnya bergantung kepada kita. Ibu dan ayah akan mengembangkan perasaan melindungi bayi dari berbagai bahaya dan kekurangan yang dialami. Melindungi kehidupan manusia menjadi hal yang menarik dari semua pengalaman. Hal ini menjadi pembuka untuk dapat ikut merasakan orang-orang yang hidupnya berada dalam bahaya dimana saja di dunia seperti perang,kelaparan atau perang.

Bereempati kepada orangtua lain:
Parenting menghubungkan semua orangtua dimana pun mereka berada. Bersimpati dengan ibu yang sakit,menangis,kterluka,atau kehilangan anak-anak,. Masa menjadi orangtua juga merasakan kegembiraan yang sama,rasa sakit,atau trauama yang kita rasakan. Saling berbagi di masa ini merupakan suatu perasaan yang mengikat.

Membuat Prioritas
Setelah mengetahui bahwa hari kita tidak hanya mengurusi kebutuhan kita sendiri,kita harus mengubah keinginan atau kebutuhan akan tercapai kesempurnaan.Ada hal-hal yang harus segera dilakukan dan tak bisa ditunda,semntara hal lain menjadi pilihan. Misalnya saya akan menerima ajakn teman lama untuk reunian atau saya akan mengambil rapor anak?  Orang yang menenangkan ,memotivasi,mengsinspirai atau mendukung kita menjadi sesuatu yang penting. Berbeda dengan orang yang menekan,membingungkan atau menjatuhkan kita.

Bertindak secara efisien:
Sebelum mepunyai anak, kita acapkali mudah menjadi kecewa atau kesal terhadap proses atau hasil kerja orang lain. Semua energi yang dulu dihabiskan untuk ketegangan, sekarang disalurkan untuk penyelesaian. Orangtua akan mempertimbangkan untuk tidak marah-marah. Mereka ingin agar sebagai orangtua melakukan pekerjaan secara efisien,praktis,cepat beres.Selalu ada tugas lain yang telah menunggu orangtua.

Menjadi konsisten dan asertif
Mengkomunikasikan hal yang kita inginkan secara jelas ,detail yang diperlukan.Ketika anak kita masih kecil,kita belajar bahwa anak-anak tidak berbagai mainan,mereka tidak punya teman.Jika mereka tidak tidur awal, mereka akan menjadi rewel dan kesal. Sebab dan akibat yang sama berlaku juga untuk remaja.Orangtua kadang-kadang khawatir dianggap suka memerintah dan menuntuk.Namun,kita berada diposisi dengan oranglain bergantung pada kita, baik di rumah, tempat kerja,sangat penting berintdak dan berpikir secara jelas,konsisten serta tegas.

Sifat orang dewasa:
Kebutuhan dan keinginan orang dewasa sama dengan anak,hanya kita expresikan secara lebih halus. Jika remaja sedang mengamuk, kita perlu menunggu dia sampai tenang.Seorang dwasa perlu diperlakukan dengan cara yang sama. Kita belajar tipe orang dewasa yang sangat mandiri sekalipun jika tengah pergi menangis, sesungguhnya tidak ingin ditinggal sendirian, mereka tetap ingin berbicara sedikit dan diyakin secara pribadi tanpa ditonton oleh orang banyak.

BErtanggung jawab terhadap kehidupan:
Kita belajar dari kesalahan dan dapat menyelesaikan tugas.Kita dapat mencapai apa yang diinginkan dan ketika semua menjadi serba salah, kita akan memulai dari awal lagi.Melalui belajar untuk mengontrol lingkungan, kita belajar mengendalikan diri,belajar melakukan disiplin.

Inilah orangtua yang mengantarkan kita dari masa kanak-kanak,ke masa deasa.
Menjadi orangtua mengubah pandangan kita mengenai dunia,kehidupan,dan kemanusiaan.
Melalui pengalaman menjadi orangtua,kita belajar jika secara konsisten ktia siap mencontohkan beberapa perilaku efektif kepada anak,kita akan menjadi manusia lebih baik,lebih bijak,dewasa dari sebelumnya.

Anak Era Digital

Hari Sabtu tanggal 29 Maret 2014, saya kedatangan cucu dari keponakan suami.  Bocah gadis kecil berusia 4 tahun, sangat lucu, cerdas dan cantik sekali.

Begitu bertemu dengannya, saya kaget karena saya tak pernah sebelumnya bertemu dengannya sejak bayi. Yang pertama dilakukannya adalah dia sudah dapat makan siang sendiri.

Memang sayang,saya tak menyediakan kursi untuk anak, oleh karena itu dia kerepotan untuk duduk kursi dewasa pada waktu makan.
Ternyata dia sudah sangat trampil untuk makan sendiri.




Selesai makan, dia saya ajak ke atas untuk main clay. Saya keluarkan semua clay bekas kepunyaan anak. Dengan mudahnya dia ikuti apa yang diajarkan oleh ibunya. Melihat gambarnya langsung dia mencoba sendiri. KEtika ditanya, bentuk apa yang dibuatnya.  O itu gambar ulat.

Setelah bosan, dia melihat Disney Junior, sambil melihat TV, rupanya dia sudah memperhatikan bagaimana caranya mengganti channel TV.  Dia bisa lakukan sendiri.  Lalu, dia bilang kepada saya, oma, saya juga punya HP, saya mau lihat Disney Junior di TV saya yang ada di HP.
Buset anak sekecil ini sudah tau kalau Disney Junior dapat diakes via HP karena HP nya ada internetnya.

Belum lagi kekejutan saya selesai, dia minta ipad nya dikeluarkan dari mobil.
Oma pengin tahu dech apa yang dikerjakan dengan Ipad ini. Lalu ditunjukkannya semua game yang pernah dia akses.

Selesai itu, dia ambil lagi hp nya. Dia bilang, aku mau lihatkan kepada oma, aku bisa telp papah pakai hp ini. Saya bertanya kepada mamahnya. Loh khan dia belum sekolah dan belum bisa baca, gimana tahu nomer hp papahnya.  O...dia ambil foto papahnya di whatsApp, lalu dia pencet gambar itu dan dia akan bilang halo kepada papahnya atau pencet seolah dia menuliskan kepada papahnya.

Di rumahnya, sering dia pura-pura menulis dengan mouse dan pointer yang sudah sangat mudah dilakukannya.

Wow, saya makin bingung lagi melihat anak era digital.......