Saat umur anak balita kita telah menginjak umur 3-4 tahun, dan menemukannya belum dapat membaca dengan baik, maka hebohlah kita sebagai orangtua.
Sebenarnya membaca itu adalah suatu tanggung jawab orangtua atau oranglain (misalnya guru les, perawat, atau pembimbing atau guru play group).
Jawabannya yang pasti adalah tanggung jawab orangtua . Dalam lingkungan keluarga, nilai pendidikan berawal. Pendampingan orangtua kepada anak untuk mengenal kata, belajar membaca adalah bagian dari kehidupan itu.
Belajar membaca bagi anak, perlu kita ketahui karena satu anak dengan anak yang lain tidak sama. Ada anak yang terpicu belajar menulis ,menggambar daripada membaca.
Observasi orangtua untuk mengetahui kesukaan anak dapat membantu bagaimana dan apa kesukaan anak. Setelah itu gunakan kesukaan anak itu mendorong anak untuk membaca. Contohnya anak gembar bernyanyi, ajarkan membaca dengan lagu-lagu melalui kalimat yang benar dan jelas.
Suasana belajar yang menyenangkan sangat penting. Anak akan merasa belajar membaca bukan suatu paksaan, bahkan bukan ancaman dan menyebabkan "trauma" dan enggan belajar.
Ada beberapa cara kreatif yang dapat mendukung anak belajar membaca. Dari tiga pemenang Kicau Keluarga Klasika yang memiliki cara kreatif menumbuhkan minat baca pada buah hati.
Idenya :
"Saya membuat perpusatakaan di rumah, mencontohkan budaya baca untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku".
"Minat baca manusia berbanding terbalik dengan pertambahan usia. Karena itu kebiasaan membaca harus dicanangkan/ditanamkan sejak dini.
Ada 3 tahap dalam membangun cara belajar anak:
1.Sebelum anak lahir:
Sebelum mendengarkan musik-musik klasik,bacakan cerita/dongeng secara menarik.
2.Sebelum anak mampu membaca:
Kenalkan buku secara fisik sedini mungkin, seiring kian matangnya idera penglihatannya. Lalu bacakan cerita atau dongeng secara menarik
3.Setelah anak mampu membaca:
Beri teladan membaca dari orangtua karena anak butuh role model. Pada weekend, sering ajak ke toko buku.
4. Sesaat anak besar:
Setiap kali diajak ke toko buku, beri budget tertentu dan biarkan ia memilih. Namun, selesi terakhir di tangan orangtua .
Lima alasan anak wajib membaca buku:
- Membaca mengajak otak selalu bekerja dan melatih kemampuan berpikir.Pasalnya aktivitas ini lebih bersifat kompleks dalam memberi stimulus pada otak manusia.
- Membantu meningkatkan konsentrasi.Anak harus duduk diam dan fokus untuk dapat memahami konten bacaan dengan baik. Lama kelamaan, membaca secara rutin akan membantu kemampuan konsentarsi si kecil.
- Memperkaya hidup. Melalui buku anak dapat memahami seluruh proses kehidupan di bumi,termasuk ragam tipe karakter dan budaya masyarakat. Buku menjadi pintu untuk mengenali dunia luar lingkungan yang dikenalinya.
- Wawasan yang dimilikinya tersebut pun turut membentuk kemampuan sosial si kecil, misalnya dalam mengasah rasa simpati dan empati.
- Mengenali beragama karakter manusia, belajar nilai hidup tradisonal maupun universal, serta mengembangkan analisis kritis kala merespons buku yang telah dibacanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar