Loading

Slide Bar

Share
Tampilkan postingan dengan label percaya diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percaya diri. Tampilkan semua postingan

PERCAYA DIRI

 Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence "
Helen Keller


" Self-confidence is the first requisite to great undertakings "
Samuel Johnson


ANAK BUNUH DIRI ???
Pastinya sebagai orangtua, itu adalah hal yang tidak ingin kita pikirkan atau bayangkan...apalagi terjadi pada anak sendiri, betul ?
Tapi sebuah fakta yang sangat mengerikan menunjukan bahwa ternyata kasus bunuh diri dikalangan remaja sangat besar  dan anak yang telah jadi orangtua semakin banyak.

Apa penyebabnya ?
Salah satu yang paling tinggi adalah sikap tidak mampu mengatasi tekanan, apakah tekanan dari lingkungan rumah, sekolah atau teman. dan itu DIAWALI DARI SIKAP TIDAK PERCAYA DIRI / MERASA TIDAK BERHARGA yang tidak segera diatasi ( dianggap remeh )
Juga ada alasannya sebenarnya hanya sepele. Anak yang ingin bunuh diri karena dia tak mendapatkan apa yang diinginkan dari orangtua, misalnya HP model terakhir atau Ipad terbaru.   Sedangkan kasus orangtua yang bunuh diri karena adanya tekanan kerja yang tak bisa dilepaskannya.

Sahabat orangtua, saya ingin mengajak Anda untuk lebih aware dan peduli dengan kondisi anak - anak, terutama kebutuhan emosinya ( terutama ketika mereka mengalami masalah tidak percaya diri ) daripada menyesal dikemudian hari, kita berharap yang terbaik untuk hidup / masa depan mereka.

Membangun Rasa Percaya Diri
  • Tidak membandingkan dengan anak lain:  Tiap anak adalah unik. Masing-masing mempunyai kemampuan, kelemahan berbeda. Kita tak bisa membandingkannya.  Jangan sampai terjadi kata-kata yang dilontarkan:  “Kamu tidak sebaik kakak/adikmu”.  Hal ini akan mengembangkan rasa rendah diri dan tak percaya diri.
  • Tidak dihukum karena kesalahnnya:  Membuat kesalahan adalah suatu bagian proses pembelajaran anak. Jangan sampai terjadi salah paham mengenai anak yang melakukan kesalahan.  Jika dia belum mampu merapikan mainannya yang tersebar dimana-mana, latihlah dan berikan contoh . Perlu waktu yang cukup lama untuk dapat melakukan latihan.
Dibiarkan Menyelesaikan tugas sendiri.
Tidak perlu membantu tugas-tugas keperluan dirinya seperti makan, meleaps baju, memakai sepatu, meletakkan sepatu, membersihkan tempat tidur,belajar, tidur. Jika anak dapat melakukan tugas rutin, maka akan terbangun rasa percaya diri.  Kuncinya adalah memberikan tugas dan kesempatan tanpa bantuan.

Dipuji sesuai dengan pencapaian yang lebih dari standar
Jika anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik di luar kebiasaan sehari, pujilah dan berikan tanda penghargaan atas  hasilnya yang melebihi dari normal.   Pujian itu menjadi suatu tanda bahwa dia telah melakukan sesuatu yang lebih baik dari standar.  Kemampuan untuk meraih yang lebih baik akan terpacu terus.

Strategi yang tepat dalam membangun kekuatan dan kelemahan anak
Memahami kekuataan dan kelemahan anak dengan melakukan pengamatan yang teliti. Contohnya adalah
Kekuatan:
  • Mandiri
  • Belajar dengan semangat
  • Konsisten
  • Senang dengan musik

Kelemahan:
  • Tak lancar berbicara didepan orang
  • Ragu-ragu untuk melakukan hal yang baru
  • Tak mudah bergaul dengan orang yang baru

Menetapkan batasan yang jelas
Batasan tidak hanya sekedar definisi apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Tetapi juga sesuatu yang lebih sesuatu yang seimbangan antara disiplin ketat dan flexibeL
Tuntutan yang tidak realistis dan hukuman tak sepadan membuat anak tak berdaya
Konsisten dalam memberikan aturan yang harus dijalani oleh anak. Aturan yang tak konsisten membuatnya bingung
Kedisiplinan, tak berarti orangtua berhak menilai. Jangan menyerang pribadinya, tetapi kepada kelakuannya.

Dengarkan Anak
Menatap matanya ketika abicara. Bahasa tubuh memberikan apakah anda memang perhatikan apa yang dibicarakan. Perhatian sangat penting untuk membangun rasa percaya diri.  Kesibukan kita membuat kita tak sulit mendengarkan apa yang dibicarakan.  Jangan sekali-kali membicarakan yang penting hanya melalui mobile. Lebih baik melalui pembicaraan yang singkat tapi penuh dengan perhatian dan pengertian

Memaklumi Kesalahan Anak.
Biarkan anak berbuat kesalahan. Dengan adanya kesalahan dia akan belajar apa resiko yang telah diputuskannya.  Resiko itu adalah pilihannya. Dengan demikian dia akan lebih bijak untuk memperbaiki kesalahan pada masa datang dan mampu mengatasi kesalahan dengan membuat keputusan yang lebih baik.   Anak akan percaya diri dan bahagia.