Loading

Slide Bar

Share
Tampilkan postingan dengan label masadepan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masadepan. Tampilkan semua postingan

BEKAL ANAK MENGHADANG MASA DEPAN

Rasa bahagia dan bangga sebagai orangtua tentu tak harus menunggu prestasi besar dari sang buah hati lebih dulu. Pencapaian-pencapain sederhana yang terlihat sejak dini justru mampu menjadi pengingat orangtua bahwa setiap anak memiliki potensi diri yang masih bisa dikembangkan secara alami, tanpa ada pemaksaan.

Membiarkan potensi anak berkembang  secara alami bukan berarti orangtua melepaskan peran sebagai pendamping. Si kecil tetap membutuhkan penuntun dan pemberi bekal agar semakin siap dalam menghadapi masa depan.

BUKAN INSTAN

Kecerdasan dan perilaku bukanlah kemampuan anak yang terbentuk secara instan. Seribu hari pertama kehidupan yang berjalan sejak di dalam kandungan hingga usia dua tahun merupakan periode kritis yang menjadi " masa awal yang menentukan" tumbuh kembang otak anak.

Kecerdasan dan perilaku si kecil membutuhkan proses bertahap dan berkesinambungan. Ini dimulai dari sejak buah hati mengalami perkembangan otak di dalam kandungan atau disebut 1.000 hari pertama. Masa 1.000 hari pertama adalah rentang waktu 280 hari sebelum kelahiran hingga 720 hari atau 2 tahun usia anak.

Pembentukan sirkuit otak sejak dari dalam kandungan akan menjadi penentu perkembangan otak di kemudian hari. Pemberian Gizi dalam kandungan , otak pun dapat berkembang menjadi lebih sempurna.  Selain gizi , stimulasi dan pemberian pola asuh turut ambil andil bagi perkembangan si kecil.

Pola asuh anak melingkupi proses merawat anak, mengajarkan sosialisasi, komunni asi. Pola asuh dapat dibagi menjadi involved , authroritive, authoritarian.

Orangtua tidak diharapkan mempunyai pola asuh yang dominan. Pola asuh yang lindulgent menjadi sang anak manja, kurang dewasa, kurang teratur, egois,mudah menyerah dan tidak disiplin. Hindarilah memaksakan kehendak pada anak, sebaliknya  ajarkan berbagai hal dan kembangkan dialog dengan si kecil.

Berawal dari potensi genetik, asupan nutrisi berkualitas, serta stimulasi yang seimbang akan menjadi kunci keberhasilan pada masa periode kritis anak yang menentukan masa depan. Dengan demikian, anak menjadi lebih mandiri,percaya diri, multitalenta, dan tangguh menghadapi kompetisi.

Sosok inilah yang disebut Generasi Plantinum.  Mereka yang siap menghadapi masa depan dengan bekal fisik sehat dan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual.