Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
GURU KAKU TAK LAKU
Menyiapkan anak
Kehidupan makin kompleks dan serba tak jelas. Khususnya dunia pendidikan.
Dunia Pendidikan Indonesia masih perlu berbenah. Dengan jumlah penduduk peringkat keempat dunia.
Tidak bijak jika tidak dapat mengelola potensi perbaikan dunia pendidikan.
Dunia guru tidak mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang utuh.
Tidak juga diajarkan untuk memahami hubungan antar individu yang justru penting untuk menekan
konflik dan perpecahan.
Materi ajar yang dipelajar di sekolah seakan terlepas dan tak terkait dengan kehidupan sehari-hari anak.
Pendidikan harus mampu membekali anak dengan masalah rii sehari-hari.
Anak tak paham kenapa ada ilmu yang dipisah-pisahkan. BElajar otak di biologi, belajar
alam pikiran manusia di Piskologi. Ini akan menimbulkan ketidakpedulian dan tidak kritis.
Belajar tanpa guru
Guru yang tak kreatif dan tak kritis , cukup memilih mengajar di depan kelas, menyampaikan
informasi sja tanpa membuka kesempatan diskusi dengan murid. Hanya hafalan dan materi
akan diuji setelah diberikan tanpa pengertian mendalam.
GUru yang berkualitas dan profesional harus diikuti perbaikan sistem pendidikannya.
Bukan hanya S1,S2, S3 tetapi kemampuanya menjadi fasilitator. PRoses pembelajaran
yang behasil bisa dilihat dalam kelas yang dinamis,hidup dan penuh ide kreatif.
Keberhasilan Finlandia, Singapore dan Kanada
Profesi guru dianggap sebagai profesi bergengsi. Perekrutan dan pelatihan yang dititik
beratkan pada pelatihan dari jumlah alokasi anggaran pendidikan setiap sekolah sama.
Tidak semua orang bisa jadi guru. Seleksinya sangat ketat, pendidikan minimal S2 dan
proses pelatihan butuh waktu minimal 7- 8 tahun.
Guru Finlandia tidak bisa diimpor ke Indonesia karena guru Finlandia tidak
dapat berhasil jika tidak didukung sistem pendikan yang benar. Harus ada
sistem dan sistem kurikulum yang benar dan signifikan.
Guru ibaratnya seperti pemain dalam tim sepak bola. Butuh kepemimpinan yang baik,
strategi yang tepat, kerja sama tim, sistem permainan kuat.
Langganan:
Postingan (Atom)
