![]() |
| google.com |
Ketika anak balita menanyakan sesuatu kepada orangtua, lalu orangtua menjawabnya. Namun, seringkali anak yang masih berusia balita itu tak juga memahami dengan jawaban kita. Dia masih membutuhkan penguatan atau afirmasi (affirmation) dari jawaban kita. Sebagai contoh, pulang dari sekolah seorang anak menangis. Ibunya bertanya: "Kenapa menangis, nak?" Jawab anak itu: "Tadi, aku dikatakan anak bodoh oleh teman-temanku karena aku tak bisa menangkap bola!"
Afirmasi
yang dilakukan oleh ibunya : "Kamu tidak bodoh, kamu hanya perlu
berlatih main bola". Dengan afirmasi dari ibu, anak akan merasakan
peneguhan atau penguatan bahwa kata yang diucapkan teman-temannya itu
salah. Afirmasi dari seorang ibu yang merupakan orang yang paling dekat
dan terpercaya baginya jadi kekuatan baginya.
Kebutuhan
afirmasi menjadi mutlak karena mereka belum saatnya mengerti jawaban
kita. Kebutuhan itu harus kita sadari dan kita berikan.
Nach, inilah tips dari pemberian afirmasi kepada anak:
1. Selalu berikan afirmasi yang bersifat positif.
Sebagai
pengganti mengatakan "Saya bukan seorang teman yang buruk". Syang
lebih baik jika mengatakan "Saya adalah seorang teman baik." Mengatakan
afirmasi bersifat negatif berfungsi sebagai pengingat atas perilaku
yang bersifat negatif atau Anda mencoba mengubah sifatnya yang jelek
itu.
2. Menuliskan afirmasi dengan kondisi saat ini. Bukan menuliskan afirmasi bahwa kejadian itu seolah-olah sudah terjadi.
"Saya
mendapatkan nilai yang baik" lebih efektif daripada mengatakan "Aku
akan mendapatkan nilai yang baik." Menyatakan afirmasi Anda dalam waktu
sekarang memberikan inspirasi dan motivasi untuk bekerja atas keinginan
Anda. Namun, ketika Anda menyatakan mereka dalam waktu tegang, ia
cenderung untuk menciptakan kecemasan dan keraguan diri.
3. Afirmasi bersifat langsung dan jelas.
Anak
akan merasa lebih mudah mengingatnya kata atau kalimat yang pendek dan
melatihnya afirmasi itu untuk kepentingan mereka. Jika afirmasi terlalu
panjang anak cenderung menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencoba
menghafal afirmasi . Mereka seharusnya berfokus kepada internalisasi
dan benar-benar mempercayai penegasan.
4. Biarkan anak-anak untuk memutuskan afirmasiyang mereka ingin membuat.
Anda
pasti bisa membimbing mereka, tetapi pada akhirnya Anda ingin mereka
untuk mengambil keputusana untuk memilih proses itu. Hal ini membuat
mereka berlatih afirmasi/
Setelah
anak Anda berhasil menciptakan afirmasinya, pastikan mereka berlatih
setidaknya dua kali dalam sehari. Semakin konsisten mereka berlatih,
semakin besar kemungkinan mereka terhindari dari afirmasi negatif.
Selamat berlatih!

