Loading

Slide Bar

Share

MENJADI ORANGTUA HEBAT

www.bkkbn.com


Menjadi orangtua hebat bukan karena pendidikannya, bukan karena cara berpikirnya, tetapi semata-mata karena pemahaman dan implementasi dari pengasuhan anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, permainan bermakna, pembentukan karakter serta tantangan anak dengan gaya hidup dan teknologi.

Bersiap-siap Menjadi Orangtua:

Bagaimana membangun sebuah Keluarga?
Perencanaan membangun keluarga yang matang sangat diperlukan:
  • Merencanakan usia pernikahan (20-30 tahun)
  • MEmbina hubungan antar pasangan,dengan keluarga lain dan kelompok sosial
  • Merencanakan kelahiran anak pertama, persiapan menjadi orangtua
  • Mengatur jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi
  • Berhenti melahirkan di usia 35 tahun agar dapat merawat balita secara optimal
  • Merawat dan mengasuh anak balita memenuhi kebutuhan dasarnya (fisik,kasih sayang,stimulasi).                                                                                                                                                              
Bagaimana melaksanakan Fungsi keluarga?
Keluarga berkualitas yang diciptakan dapat terwujud apabila masing masing keluarga memiliki ketahanan keluarga yang tinggi. Masing-masing dapat melakukan fungsi secara serasi, selaras dan seimbang.
9 Fungsi keluarga adalah:
a. Fungsi keagamaan:   jadi panutan bagi anak-anaknya dalam beribadah
b. Fungsi sosial-budaya:  jadi contoh berperilaku sosial budaya ,bertutur kata, bersikap budaya timur
c. Fungsi cinta kasih:  memberikan cinta kasih kepada anak-anak, anggota keluarga lain
d. Fungsi perlindungan: menumbuhkan rasa aman, kehangatan bagi seluruh anggota keluarga
e. Fungsi Reproduksi: mengatur jumlah anak, jarak kelahiran,menjaga anak remaja kesehatan reproduksi
f. Fungsi sosialisasi & pendidikan: mendorong anak untuk bersosialisasi
g Fungsi ekonomi: bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
h.Fungsi pembinaan Lingkungan: menjaga, memelihara lingkungan, keharmonisan keluarga dan sekitarnya.

Memahami Peran Orangtua:
Peran orangtua dalam pengasuhan anak tidak diserahkan kepada oranglain.  Sejak dini harus memulainya dalam pengasuhan ,menyediakan waktu,kedekatan dan menjadi pelatih emosi bagi anak-anaknya.

Tujuan pengasuhan agar dapat merawat,mengasuh dan mendidik anak agar orangtua dapat menjalankannya sebagai  Hamba Tuhan, calon istri atau suami, calon ayah atau ibu, ahli dalam bidang profesional, pendidik,pengayom.

Pola asuh adalah pola perilaku yang diterapkan oleh orangtua pada anak dan bersifat konsisten dari waktu ke waktu.
Tipe pola asuh:
Otoriter:  memaksa anak untuk mengikut apa yang diinginkan oleh orangtua. Dengan berbagai aturan.
Permisif:  Orangtua tidak menetapkan batas-batas tingkah laku dan membiarkan anak mengerjakan menurut keinginannya.
Demokratis:  Menghargai kepentingan anak, juga menekankan pada kemampuan untuk mengikuti aturan sosial.
Diabaikan:  Mengabaikan keberadaan anak. Menunjukkan ketidak pedulian terhadap anak.

Dari keempat itu yang dapat membentuk anak percaya diri adalah pola asuh demokratis.

Apa saja faktor penting dalam pengasuhan?
1. Disiplin
2. Komunikasi

Disiplin:
a. Memberitahukan kepada anak apa yang harus dia kerjakan sesuai dengan harapan orangtua
b. Memberitahukan kepada anak hal-hal yang tidak boleh dilakukan
c.orangtua juga menerapkan disiplin pada dirinya sendiri.

Komunikasi:
Mengajarkan komunikasi dengan petunjuk,pengaturan, perintah orang dewasa. Peraturan harus bersifat masuk akal, positif, jelas, adil.
Masuk akal: sesuai dengan usianya
positif         : "Berjalan yang baik!",  "Menggambar di buku!", Jaga Tanganmu"   ;  jangan pakai JANGAN
jelas            :  Batasan jelas sehingga anak tahu apa yang diharapkan
adil             :  menjelaskan kapan , apa yang dilakukannya dan alasannya.

Penting melatih anak mengungkapkan perasannya:
1. Anak merasa nyaman
2. Anak merasa perasaannya penting,dirinya berharga
3. perasaan negatif hilang
4. ingin meneruskan pembicaraan
5. orangtua mengeri yang sebenarnya
6. hubungan menjadi baik dan tumbuh rasa hormat

Jika anak merasa orangtua menolak perasannya:
1. Anak merasa bingung dan kesal
2. Tidak percaya pada perasaannya sendiri
3. Tidak mengenal perasaanya
4. Penyebab kurang percaya diri
5. Konsep diri negatif.

Konsep diri positif:  orangtua perlu mengenal dirinya sendiri lebih baik dari oranglain, memahami kelebihan ,keunikan dan kekurangan yang dimilikinya.

Penghargaan atas prestasi dan ciri-ciri positif yang dimiliki:  orangtua dapat minta masukan dari orangtua tentang diri, terimalah yang kurang dan tingkatkan yang lebih /positif.

Membantu Tumbuh Kembang :
 Masa balita adalah masa kritis dalam pengasuhan. Jika orangtua gagal dalam mengasuh maka akan berdampak buruk di kemudian hari.

Pertumbuhan anak adalah perubahan ukuran, bentuk tubuh, anggota tubuh:
o bertambahnya berat badan, tinggi badan,lingkaran kepala,tumbuh dan tanggal gigi susu,perubahan tubuh

Cara menilai pertumbuhan anak:
o Mengukur tinggi atau panjang badan: bayi  lahir  panjang bayi kira-kira 48 cm.; 1 tahun 71-72 cm
o MEngukur lingkaran kepala: dengan meteran kain, bayi 35 cm;  bayi perempuan 31-38; laki 32-36 cm
o Memperhatikan bentuk tubuh: perhatikan bentuk tubuh anak dari bayi sampai dewasa
o Memperhatikan gigi: munculnya gigi susu, muali gigi seri bagian bawah, gigi seti atas, geraham awal, gigi taring seluruh 20 gigi susu.

Proses Perkembangan ada beberapa proses antara lain:
o Perkembangan berlangsung bertahap dalam waktu tertentu
o Perkembangan 5 tahun pertama adalah landasan
o Perkembangan mengikuti sejumlah ketentuan
o Terjadi variasi perkembangan 0-6 tahun

Perkembangan bertahap:  mulai tengkurap,duduk, berdiri, tanpa dibantu. Pertumbuhan kaki apakah wajar? Setelah dapat berdiri sendiri dan berjalan dan seterusnya.

Perkembangan 5 tahun pertama adalah landasan yang menentukan bagi kepribadian manusia.  

Perkembangan mengikuti sejumlah ketentuan seperti
1. Faktor bawaan: membawa dari lahir penyakit asma, orangtua harus memperhatikan hal tersebut
2. Faktor lingkungan:  anak dalam lingkungan keluarga kurang kasih sayang,gangguan perkembangan seperti pemarah, murung dan sebagainya.
3. Bertahap/bertingkat:  meniru , belajar bicara dengan kalimat sederhana, bercerita
4.Setiap anak itu individu yang unik: anak pertama dapat jalan umur 1 tahun, adiknya baru belajar sendiri.

Perkembangan pada usia 0-6 Tahun:
o Perkembangan mental
o  Perkembangan psikososial
o  Perkembangan emosi
o  Perkembangan psikoseksual
o  Perkembangan moral dan spiritual

Mental: Bayi belajar memandang,meraba,mencium bau,mengecap objek yang dapat dijangkau.
Usia 2 tahun dapat membuat  generalisasi sederhana terhadap sekitarnya.
Kemampuan mental makin bertambah dengan melihat hubungan-hubungan.

Perkembangan psikososial:
Pengalaman sosial di masa bayi akan mempengaruhi hubungan sosial yang dikembangkan masa depan.
Reaksi sosial pertama ditujukan kepada orang dewasa seperti tersenyum dan mengeluarkan suara.
Waktu bermain dengan teman-temannya.

Perkembangan emosi:
Waktu lahir emosi sederhana, marah,ketakutan, rasa ingin tahu, gembira dan kasih sayang. Emosi jadi kuat setelah anak mudah terbawa oleh ledakan emosional, sulit dibimbing dan diarahkan.

Perkembangan psikoseksual
Dalam peran gender sebenarnya sudah ada sejak bayi. Byai laki atau perempuan melalui pakaiannya, mainannya dan perlakuan orang sekitar.

Perkembangan moral & Spiritual
Usia 0-6 tahun tentang benar dan salah terbatas pada situasi rumah. Lalu diperluas di luar rumah , lingkungan tetangga, sekolah dan teman bermain. Lebih penting letakan dasar untuk hati nurani sebagai bimbingan benar atau salah.

Peran orangtua dalam tumbuh kembang balita
o Memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang bergizi
o Menjaga kesehatan anak
o Berinteraksi dengan anak

Hal yang penting agar tumbuh dengan baik:
o Meningkatkan kesehatan ibu hamil:   tingkatkan kesehatan bayi dalam kandungan supaya tumbuh kembang
o Berikan bayi ASI eksklusif: beri ASI ekslusif sejak bayi berumur 1.  Setelah 2 minggu memeriksakan pertumbuhannya
o Biasakan hidup sehat:  minum air matang,mencuci makanan sampai bersih, cukup istirahat,olahraga,rekreasi
o Beirkan anak makanan gizi seimbang: Makanan sesuai umur dan kebutuhan anak, Makanan pendamping
o Beirkan anak imunisasi sedini mungkin

Aspek-aspek perkembangan anak yang perlu mendapatkan perhatin:
o Perkembangan kemampuan gerakan kasar
o Perkembangan kemampuan gerakan halus
o Perkembangan kemampuan komunikasi pasif
o PErkembangan kemampuan komunikasi aktif
o Perkembangan kemampuan kecerdasan
o Pekermbangan kemampuan menolong diri sendiri
o Perkembangan kemampuan tingkah laku sosial

Perkembangan gerakan kasar:
Gerakan yang dilakukan dengan melibatkan sebagian besar otot tubuh dan biasanya memerlukan tenaga Tujuan agar anak terampil dan tangkas.

Perkembangan gerakan halus:
Gerakan yang dilakukan oleh bagian tubuh tertentu , tidak perlu tenaga, tetapi perlu perhatian (kerja sama), mata dan anggota badan (badan dan kaki). Tujuan agar anak terampil menggunakan jari jemari dalam kehidupan sehari, terutama tugas sekolah.

Perkembangan komunikasi pasif:
Kesanggupan untuk mengerti isyarat dan pembicaraan orang lain.

Perkebangan komunikasi aktif:
Kemampuan untuk menyatakan perasaan,keinginan,pikiran,baik melalui tangisan, gerakan tubuh isyarat, maupun kata.

Perkembangan tingkah laku sosial
Kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan anggota keluarga maupun dengan orang lain.

Bagaimana orangtua dapat merangsang/menstimulasi tumbuh kembang anak:
Kebutuhan dasar anak harus diberikan agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal.
Kebutuhan yang harus dipenuhi:
o Kebutuhan kesehatan dan gizi
o Kebutuhan kasih sayang
o Kebutuhan stimulasi

Kebutuhan kesehatan dan gizi:
o  Memberikan ASi kepada byai segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir
o Pemberian ASI ekslufi sejak lahir hingga bayi usia 6 bulan
o Memberikan makanan pendamping ASi sejak beruisa 6 bulan sampai 24 bulan
o MP-ASI makanan dan minuman yang mengandung gizi kepada bayi atau anak 6-24 bulan
o Biarkan anak tidur pulas , sampai terbangun sendiri.
o Mengamati pertumbuhan anak dengan membawa ke Posyandu.

Kebutuhan kasih sayang
o Berikan rasa cinta,aman, kasih sayang, kita menyayangi dan selalu berada di dekatnya.
o Belai dan sentuh anak setiap hari menambah kedekatan orangtua dan anak
o Dekap dan peluk anak untuk yang sedih dan menangis karena mimpi buruk
o BErikan pujian jika berhasil mencapai sesuatu
o Jika anak melakukan kesalahan, jangan dimarahi namun tegur dan beritahu apa yang seharusnya dilakukan
o Bacakan dongen dan dengarkan cerita.
o Berikan akta halus penuh makna
 o Motivasi anak agar mampu mencoba melakukan sesuatu
o Berikan panggilan sayang kepada anak

Selamat Menjadi Orangtua Hebat!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...