2015 sudah diambang pintu. Isu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang
menjadi pusat perhatian dan kajian para pelaku pendidikan terutama perguruan
tinggi.
Di sana-sini mutu perguruan tinggi di Indonesia
tidak sama rata. Terjadi kesenjangan , apalagi jiga dibandingan dengan mutu
perguruan tinggi luar negeri, mutunya makin tidak terukur. Data dari statistik menunjukkan bahwa Indonesia
mempunya peringkat ke 49... untuk mutu perguruan tinggi secara global (50).
Bayangkan bagaimana Indonesia bisa berkompetisi
dengan negara lain jika mutu perguruanttingginya saja belum sama, kompetisinya
jauh tinggi, apalagi lulusannya belum siap kerja. Bursa tenaga kerja yang trampil tahun depan
terbuka lebar. Ancaman penggangguran
bagi lulusan terdidik dari 600,000 tahun ini akan jauh lebih tinggi lagi. Hal ini harus serius ditangani.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan pun berkomentar
soal kondisi pendidikan Indonesia sebaga “Gawat Darurat”. Berikut adalah
masalah besar yang dihadapi oleh Indonesia:
Quote
"Pendidikan Indonesia sedang dalam gawat darurat. Fakta-fakta ini adalah sebuah kegentingan yang harus segera diubah," ujar Anies, dalam pemaparan materi di hadapan kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, di Kemendikbud, Senin (1/12/2014).
Berikut beberapa data mengenai hasil buruk yang dicapai dunia pendidikan Indonesia pada beberapa tahun terakhir.
1. Sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan.
2. Nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya 44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75.
3. Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara, pada pemetaan kualitas pendidikan, menurut lembaga The Learning Curve.
4. Dalam pemetaan di bidang pendidikan tinggi, Indonesia berada di peringkat 49, dari 50 negara yang diteliti.
5. Pendidikan Indonesia masuk dalam peringkat 64, dari 65 negara yang dikeluarkan oleh lembaga Programme for International Study Assessment (PISA), pada tahun 2012. Anies mengatakan, tren kinerja pendidikan Indonesia pada pemetaan PISA pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012, cenderung stagnan.
6. Indonesia menjadi peringkat 103 dunia, negara yang dunia pendidikannya diwarnai aksi suap- menyuap dan pungutan liar. Selain itu, Anies mengatakan, dalam dua bulan terakhir, yaitu pada Oktober hingga November, angka kekerasan yang melibatkan siswa di dalam dan luar sekolah di Indonesia mencapai 230 kasus.
unquote
"Pendidikan Indonesia sedang dalam gawat darurat. Fakta-fakta ini adalah sebuah kegentingan yang harus segera diubah," ujar Anies, dalam pemaparan materi di hadapan kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, di Kemendikbud, Senin (1/12/2014).
Berikut beberapa data mengenai hasil buruk yang dicapai dunia pendidikan Indonesia pada beberapa tahun terakhir.
1. Sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan.
2. Nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya 44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75.
3. Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara, pada pemetaan kualitas pendidikan, menurut lembaga The Learning Curve.
4. Dalam pemetaan di bidang pendidikan tinggi, Indonesia berada di peringkat 49, dari 50 negara yang diteliti.
5. Pendidikan Indonesia masuk dalam peringkat 64, dari 65 negara yang dikeluarkan oleh lembaga Programme for International Study Assessment (PISA), pada tahun 2012. Anies mengatakan, tren kinerja pendidikan Indonesia pada pemetaan PISA pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012, cenderung stagnan.
6. Indonesia menjadi peringkat 103 dunia, negara yang dunia pendidikannya diwarnai aksi suap- menyuap dan pungutan liar. Selain itu, Anies mengatakan, dalam dua bulan terakhir, yaitu pada Oktober hingga November, angka kekerasan yang melibatkan siswa di dalam dan luar sekolah di Indonesia mencapai 230 kasus.
unquote
Berbenah diri adalah satu-satunya cara yang harus dikerjakan oleh pelaku dan stakeholder pendidikan. Semua lulusan harus memenuhi kualifikasi sehingga mampu bersaing.
Penyesuaian Kurikulum dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI) serta dengan negara-negara ASEAN dan internasional telah mulai
dilakukan. Kerja sama di antara
institusi perguruan tinggi ataupun industri di dalam dan luar negeri, menjadi
salah satu strategi untuk memperkuat mutu lulusaan.
Kerjasama dengan asosiasi profesi yang resmi
juga diperkuat agar ada kesepahaman antara yang diproduksi oleh peruguran
tinggi dan apa yang diharapkan oleh industri dari delapan profesi yang terbuka
dalam MEA 2015.
Hasil penelitian yang dirangkum dalam judul “Pemetaan Pekerja Terampil
Indonesia dan Liberalisasi Jasa Asean” menunjukan bahwa kerja sama penelitian
ASEAN Study Centrer UI bersama dengan Kementerian Luar Negeri RI tahun 2013, 8
profesi terbuka di MEA 2015. Perlu perbaikan untuk penyamaan kompetensi, lama
belajar, memaknai pendidikan profesi.
Selamat menyambut MEA 2015 dengan
tantangan yang besar!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar